AI Connect Bandung mengajak calon founder membangun fondasi bisnis yang kuat melalui workshop Be The Hustler dengan mempelajari market discovery, mengidentifikasi permasalahan pelanggan, serta memvalidasi ide bisnis berdasarkan kebutuhan pasar.
Bandung, 31 Oktober 2026 – Telkom AI Center Bandung membuka rangkaian program AI Connect: The Founders’ Trinity melalui sesi AI Introductory Class bertajuk “Be The Hustler: Discover Your Market” yang diselenggarakan secara daring pada 31 Oktober 2026. Kegiatan ini membahas perspektif bisnis dalam membangun startup, khususnya pentingnya memahami permasalahan dan kebutuhan pasar sebelum mengembangkan sebuah produk atau solusi digital.
Program ini menyasar talenta digital, khususnya peserta dengan tingkat AI Readiness pada level AI Adopter dan AI Builder, yang ingin mengembangkan pemahaman serta kemampuan dalam memanfaatkan teknologi AI untuk kebutuhan bisnis. Melalui sesi ini, peserta diajak melihat bahwa pengembangan startup tidak hanya dimulai dari ide atau kecanggihan teknologi, tetapi juga dari kemampuan mengidentifikasi permasalahan nyata yang dialami calon pelanggan dan menemukan peluang untuk menjadikannya sebagai solusi bisnis.
The Founders’ Trinity merupakan program AI Connect Bandung yang memperkenalkan pendekatan 3H (Hustler, Hacker, dan Hipster) sebagai tiga perspektif utama dalam membangun startup, yaitu bisnis, teknologi, dan desain. Ketiga peran tersebut saling melengkapi untuk menghasilkan startup yang kuat secara operasional, mampu menghadirkan solusi melalui teknologi, serta relevan dengan kebutuhan penggunanya.
Sebagai sesi pembuka, Be the Hustler berfokus pada perspektif bisnis melalui pengenalan peran Hustler dalam menemukan peluang pasar dan memahami kebutuhan pelanggan. Sesi ini menghadirkan Fajar Nurrohim Hassan, Business Development Manager di Radya Labs, yang hadir mewakili Sinaptik, untuk membagikan wawasan dan pengalaman mengenai proses menemukan serta memvalidasi peluang bisnis.
Dalam pemaparannya, Fajar membahas empat aspek utama, yaitu Market Discovery, Customer Understanding, Opportunity Validation, dan AI Business Opportunity. Peserta diajak memahami bagaimana mengidentifikasi permasalahan pasar, menentukan segmen pelanggan yang spesifik, memvalidasi ide berdasarkan kebutuhan nyata, serta mengeksplorasi potensi penerapan AI untuk menjawab berbagai permasalahan bisnis.
Tidak hanya mendapatkan materi, peserta juga mengikuti aktivitas interaktif untuk mengidentifikasi permasalahan di sekitar mereka, menentukan segmen pasar yang potensial, serta memetakan kemungkinan penerapan AI sebagai solusi. Diskusi dan sesi tanya jawab turut membahas pengalaman dalam melakukan riset pasar, menentukan fokus bisnis, hingga berbagai tantangan yang dihadapi oleh founder pemula dalam mengembangkan startup.
Melalui rangkaian pembahasan dan aktivitas tersebut, peserta diperkenalkan pada Market Discovery Framework yang mencakup identifikasi target pasar, pemetaan permasalahan pelanggan, dan validasi peluang bisnis berbasis AI. Kerangka ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi peserta dalam mengembangkan ide bisnis secara lebih terarah dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar sebagai titik awal pengembangan solusi.
Selain itu, sejumlah AI use case dari peserta turut hadir dalam sesi ini, di antaranya AI Grow, Biopener.id, Creova.id, dan Inotrive. Kehadiran berbagai use case tersebut menunjukkan eksplorasi pemanfaatan AI dalam pengembangan ide dan solusi digital dari berbagai perspektif.
Di tengah perkembangan teknologi kecerdasan buatan yang semakin pesat, kemampuan mengidentifikasi peluang penerapan AI menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan bisnis digital. Namun, pemanfaatan teknologi tidak seharusnya hanya berangkat dari tren atau kecanggihan fitur yang ditawarkan. Sebaliknya, teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana untuk menjawab kebutuhan dan menyelesaikan permasalahan yang benar-benar dihadapi oleh pengguna.
Pendekatan ini menjadi penting bagi para founder, khususnya yang sedang berada pada tahap awal pengembangan startup. Dengan memahami karakteristik pasar dan kebutuhan pelanggan sejak awal, pengembangan produk dapat memiliki arah yang lebih jelas, mulai dari menentukan permasalahan prioritas hingga merancang solusi yang memiliki nilai guna. Penerapan AI pun dapat dipertimbangkan berdasarkan relevansinya terhadap permasalahan tersebut, sehingga inovasi yang dihasilkan tidak hanya menarik dari sisi teknologi, tetapi juga memiliki potensi untuk diterapkan dan dikembangkan sebagai sebuah bisnis.
Melalui perspektif Hustler, peserta diperkenalkan pada pola pikir bahwa peluang bisnis yang potensial tidak selalu dimulai dari ide teknologi yang kompleks, melainkan dapat ditemukan melalui kepekaan dalam mengamati permasalahan di sekitar. Pemahaman inilah yang menjadi fondasi sebelum sebuah ide dikembangkan lebih jauh melalui pendekatan teknologi dan desain dalam rangkaian The Founders’ Trinity.
“Melalui rangkaian ini teman-teman tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai masing-masing peran, tetapi juga mampu melihat bagaimana ketiganya dapat dikombinasikan untuk membangun startup yang kuat secara bisnis dan teknologi, sekaligus relevan dengan kebutuhan penggunanya. Kami berharap sesi ini dapat menjadi langkah awal bagi teman-teman untuk mulai membangun pola pikir seorang founder dan lebih jeli dalam melihat peluang di sekitar.” ucap Bobby Romadhoni selaku Program Lead Telkom AI Connect.
Setelah Be The Hustler, rangkaian The Founders’ Trinity akan berlanjut dengan Be The Hacker: Make It Work yang mengangkat perspektif teknologi melalui pengembangan solusi digital berbasis AI. Selanjutnya, Be The Hipster: Design Until It Clicks akan membahas perspektif desain, khususnya perancangan UI/UX untuk menciptakan produk digital yang fungsional dan berorientasi pada pengalaman pengguna.
Seluruh rangkaian tersebut akan ditutup melalui AI Innovation Sprint: Be The Builder – Bring Your Solutions To Life, sebuah kegiatan mentoring yang direncanakan berlangsung secara offline di Bandung. Pada sesi ini, peserta berkesempatan membawa rancangan ide startup atau solusi AI untuk mendapatkan arahan, validasi, serta masukan dari para expert guna menyempurnakan solusi yang telah dikembangkan.
Melalui AI Connect: The Founders’ Trinity, Telkom AI Center Bandung berharap dapat mendorong lahirnya talenta digital yang tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi AI, tetapi juga memiliki perspektif bisnis dan desain dalam menciptakan inovasi. Dengan mengombinasikan ketiga peran 3H, peserta diharapkan dapat mengembangkan ide menjadi solusi digital yang menjawab kebutuhan nyata pasar dan memiliki potensi untuk tumbuh menjadi bisnis berkelanjutan.
Press Release juga sudah tayang di VRITIMES