Beranda blog

Dominasi Emas Terus Melonjak di Tengah Gejolak Ekonomi Global, Bittime Hadir dengan Staking APY Hingga 15%

0

Jakarta, 3 Februari 2026 – Akhir-akhir ini, dominasi emas dan logam mulia semakin tidak tergoyahkan di tengah gejolak ekonomi global. Di mana, berdasarkan data kapitalisasi pasar pada aset teratas, emas menduduki peringkat pertama dengan harga yang terus meroket hingga melampaui angka $4.937 per-troy-ounce disusul dengan silver pada peringkat kedua dengan harga $86.66 (3 Februari 2026).

Fenomena tersebut kemudian memicu sentimen hangat di berbagai platform media sosial dan diskusi finansial. Hal ini dipicu pergeseran pandangan investor terhadap aset-aset “safe haven” atau aset pelindung nilai di tengah volatilitas ekonomi saat ini.

Sebelumnya, kondisi psikologi pasar dan gelombang optimisme investor yang besar, sempat mendorong harga yang signifikan terhadap nilai beli emas dan silver. Tren tersebut juga turut mendorong minat dan harga aset digital berbasis aset kripto seperti Tether Gold ($XAUT) dan iShares Silver Trust ($SLVON), yang pergerakannya kini semakin masif di pasar aset kripto. 

Lebih lanjut, sebagai aset yang bernilai 1:1 atau setara dengan satu troy ounce emas murni yang disimpan di brankas Swiss, $XAUT menjadi pilihan yang dapat dilirik di tengah gejolak pasar ekonomi global dan kenaikan harga emas.

Kehadiran aset kripto $XAUT menawarkan opsi investasi emas yang likuid, dan efisien dengan dukungan teknologi blockchain. Ini menjadi daya tarik tersendiri bagi investor aset tradisional seperti emas, sebab $XAUT menggabungkan nilai emas murni yang bergerak lebih stabil dengan keunggulan teknologi blockchain.

Di Indonesia sendiri, $XAUT termasuk dalam whitelist aset kripto yang dapat diperdagangkan berdasarkan daftar whitelist CFX. Karena itu kehadirannya dapat diakses melalui berbagai platform pertukaran aset kripto resmi dan berizin di Indonesia, seperti Bittime.

Sejalan dengan ini Bittime menghadirkan kampanye khusus bagi pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada $XAUT dan $SLVON. Di mana, pengguna baru yang melakukan transaksi pertama pada aset digital $XAUT atau $SLVON berkesempatan memperoleh hadiah hingga Rp150.000 berdasarkan syarat dan ketentuan yang berlaku.

Selain itu, investor dapat secara langsung memanfaatkan fitur fleksibel staking dengan imbal hasil tahunan (APY) hingga 15% bagi pengguna baru tanpa batas locked periode tertentu.  Ini berarti investor juga bisa mendapatkan manfaat tambahan dari pertumbuhan nilai aset, sekaligus memberi kemudahan dalam mengakses atau memperdagangkan aset nya kapan saja.

Namun, seperti diketahui, investasi aset kripto mengandung risiko tinggi. Hal tersebut termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya, salah satunya komunitas Bittime.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Frozen Food Kian Diminati, KAI Logistik Catatkan Peningkatan Pengiriman hingga 32%

0

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan bisnis retail KALOG Express mencatatkan peningkatan signifikan pada pengiriman produk khusus makanan beku atau frozen food. Pada Januari 2026, volume pengiriman frozen food mengalami kenaikan 32% dibandingkan periode yang sama pada bulan sebelumnya.

Produk makanan beku kini menjadi salah satu pilihan
utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi harian. Di tengah gaya hidup
yang serba cepat, kepraktisan, kemudahan penyimpanan, serta daya tahan produk
menjadi faktor utama meningkatnya minat terhadap frozen food.

Manager Marketing and Sales Courier KAI Logistik, Ayi
Suryandi, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2025, layanan KALOG Express
berhasil mencatatkan total pengiriman frozen food sebesar 582.134 kg.
Sementara itu, di awal tahun 2026, capaian pengiriman menunjukkan pertumbuhan
signifikan. “Pada periode Januari, volume pengiriman frozen food
meningkat 32%, dari sebelumnya 40.850 kg menjadi 53.809 kg. Hal ini menunjukkan
tren positif terhadap layanan pengiriman produk makanan beku melalui KAI
Logistik,” ujar Ayi.

Peningkatan tersebut sejalan dengan tren industri
makanan beku nasional. Berdasarkan data Asosiasi Produsen Makanan Beku
Indonesia (APMBI) tahun 2025, permintaan produk frozen food meningkat
hingga 35% dalam dua tahun terakhir. Kenaikan ini dipicu oleh perubahan gaya
hidup masyarakat, khususnya pasca-pandemi, yang cenderung memilih makanan cepat
saji yang praktis, terjangkau, dan tetap berkualitas.

Ayi menambahkan, tren peningkatan pengiriman frozen
food tidak hanya berasal dari konsumen individu, tetapi juga dari pelaku UMKM
yang bergerak di bidang produksi dan distribusi makanan beku. “Dengan
keunggulan moda kereta api sebagai moda utama yang memiliki jadwal tetap dan
SLA waktu yang pasti, KAI Logistik mampu memberikan kepastian waktu pengiriman.
Hal ini membantu pelaku usaha maupun konsumen dapat memperkirakan ketahanan
produk hingga sampai di lokasi tujuan,” jelasnya.

Meski demikian, Ayi mengungkapkan bahwa saat ini
gerbong kereta api untuk pengiriman barang retail belum dilengkapi dengan
fasilitas khusus cold storage selama perjalanan. Oleh karena itu,
KAI Logistik mengimbau para pelaku usaha dan konsumen untuk memperhatikan
standar pengemasan produk frozen food.

Beberapa langkah pengemasan yang direkomendasikan
antara lain penggunaan kemasan vacuum untuk menghindari oksidasi, pelapisan
dengan styrofoam box dan bubble wrap, serta penambahan pendingin
seperti ice gel pack atau dry ice untuk menjaga ketahanan suhu.

Ke depan, KAI Logistik terus mencermati perkembangan tren
pengiriman produk makanan beku. “Tidak menutup kemungkinan, seiring dengan
meningkatnya minat dan kebutuhan pelanggan terhadap pengiriman frozen food,
KAI Logistik akan secara bertahap melengkapi dan mengembangkan fasilitas cold
chain
sebagai bagian dari upaya peningkatan layanan dan pemenuhan kebutuhan
pelanggan secara berkelanjutan,” tutup Ayi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 26% di Januari 2026, Tunjukkan Pergeseran Mobilitas Perkotaan di Jabodebek

0

LRT Jabodebek mengalami peningkatan signifikan pengguna di Januari 2026, dengan rekor pengguna harian tertinggi pada 22 Januari 2026, berkat keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang.

Transportasi publik berbasis rel semakin menjadi pilihan utama masyarakat perkotaan. Sepanjang Januari 2026, KAI mencatat 2.714.594 perjalanan pengguna LRT Jabodebek, meningkat 26 persen atau tumbuh 567.735 pengguna LRT Jabodebek dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat 2.146.859 pengguna LRT Jabodebek. Lonjakan ini mencerminkan pergeseran nyata pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Peningkatan signifikan tersebut terlihat jelas pada hari kerja, dimana rekor pengguna harian tertinggi tercatat pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan 123.276 pengguna LRT Jabodebek dalam satu hari bertepatan dengan aktivitas perkantoran yang tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa LRT Jabodebek mulai menjadi bagian dari rutinitas harian pekerja perkotaan.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa pertumbuhan ini sebagai sinyal penting bagi pengelolaan transportasi perkotaan ke depan. Hal lain yang turut mendukung pertumbuhan pengguna LRT Jabodebek juga berkorelasi dengan keandalan layanan dan integrasi antarmoda yang semakin matang.

“Peningkatan pengguna menunjukkan adanya kepercayaan publik terhadap transportasi massal. Tantangan berikutnya adalah memastikan layanan tetap andal di jam sibuk agar peralihan dari kendaraan pribadi bersifat berkelanjutan, bukan sementara,” ujarnya.

Ketersediaan eskalator, lift, akses ramah disabilitas, serta sistem informasi perjalanan waktu nyata memungkinkan masyarakat merencanakan perjalanan secara lebih pasti, terutama di jam sibuk.

Radhitya menambahkan, penguatan operasional dan kesiapan rangkaian menjadi kunci agar lonjakan pengguna tidak berdampak pada kenyamanan perjalanan, terutama pada koridor dan jam dengan permintaan tinggi di hari kerja. Selain keandalan layanan, KAI juga mendukung dengan berbagai fasilitas penunjang di stasiun dan rangkaian untuk menjaga kenyamanan perjalanan pengguna LRT Jabodebek, terutama di tengah meningkatnya volume.

Fasilitas tersebut meliputi eskalator dan lift untuk memudahkan mobilitas antarperon, charging station, serta water station yang dapat dimanfaatkan secara gratis. Tidak hanya itu, KAI juga menyediakan fasilitas ramah disabilitas, seperti jalur pemandu (guiding block), akses lift prioritas, area khusus pengguna kursi roda, serta ruang dan tempat duduk prioritas bagi lansia, ibu hamil, dan orang tua yang bepergian bersama anak.

“Keberadaan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas layanan agar tetap inklusif dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna,” terangnya.

Dengan volume perjalanan yang mencapai 2,7 juta pengguna dalam satu bulan dan konsentrasi penggunaan yang kuat pada jam kerja, LRT Jabodebek menunjukkan tingkat keandalan yang semakin konsisten sebagai moda transportasi harian. Dukungan layanan yang terukur serta fasilitas yang memadai memberi masyarakat dasar yang jelas untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien, terutama bagi perjalanan rutin di wilayah Jabodetabek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Transformasi Digital Perkuat Kinerja Operasional IPCC Terminal Kendaraan

0

PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk
(IDX: IPCC) terus memperkuat kinerja operasional terminal kendaraan melalui
transformasi digital dan penerapan sistem terintegrasi. Upaya ini tercermin
dari capaian kinerja operasional yang meningkat 15,09% secara konsolidasi (CBU,
Alat Berat dan Truck/Bus), didukung implementasi PTOS-C sebagai platform
digital operasional pada terminal internasional dan domestik. Hal ini mendorong
peningkatan efektivitas layanan sekaligus memperkuat kepercayaan pengguna jasa.
Konsistensi tersebut juga mendapat apresiasi dari berbagai instansi dan
pemangku kepentingan melalui penghargaan yang diraih sebagai bagian dari
komitmen IPCC dalam menghadirkan layanan yang andal dan berkelanjutan.

Di tengah ketidakpastian kondisi perekonomian global dan
domestik, IPCC menunjukkan komitmen kepada pemegang saham dan pengguna jasa
melalui kinerja operasional yang terus bertumbuh secara berkelanjutan. Hal
tersebut tercermin dari pertumbuhan paling signifikan pada segmen kargo
Truck/Bus yang meningkat 46,32% secara tahunan (YoY) atau bertambah 80.893
unit, serta kinerja kunjungan kapal konsolidasi yang mencatatkan 3.604
kunjungan, meningkat 685 kunjungan YoY atau tumbuh 23,46%.

Sebagai entitas bisnis Pelindo Group di bawah pengelolaan
Subholding PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) yang berfokus pada core bisnis
pelabuhan di bidang kargo nonpetikemas, kinerja operasi IPCC selama satu tahun
penuh di 2025 berhasil melayani kargo konsolidasi yang terdiri dari CBU,
truck/bus, dan alat berat secara total sebanyak 1.245.840 unit dan meningkat
sebesar 188.009 unit dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

“Peningkatan kinerja operasional ini bukan sekadar
pencapaian angka, melainkan cerminan dari upaya kami membangun sistem kerja
yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berorientasi pada kebutuhan pengguna
jasa. Melalui penerapan PTOS-C, kami ingin memastikan setiap proses operasional
berjalan lebih efektif, transparan, dan memberikan nilai tambah bagi seluruh
pemangku kepentingan,” ujar Bagus Dwipoyono, Direktur Operasi dan Teknik IPCC.

Seiring berkembangnya tren kendaraan ramah lingkungan,
terminal Branch Jakarta IPCC mencatat masuknya kendaraan berbasis BEV (Battery
Electric Vehicle), HEV (Hybrid Electric Vehicle), dan PHEV (Plug-in Hybrid
Electric Vehicle) dengan total 101.713 unit, atau sekitar 10,62% dari total CBU
yang dilayani pada tahun 2025. Capaian ini mencerminkan tingginya minat pasar
domestik terhadap kendaraan rendah emisi, dengan dominasi merek asal Benua Asia
seperti BYD, VinFast, AION, serta berbagai merek lainnya, sekaligus menegaskan
peran IPCC dalam mendukung transisi industri otomotif yang lebih berkelanjutan.

Sejalan dengan hal tersebut, peningkatan aktivitas ekspor
kendaraan turut memperkuat kinerja operasional IPCC dibandingkan tahun
sebelumnya, khususnya pada segmen kargo CBU. Hingga Desember 2025, IPCC
berhasil menangani 390.803 unit CBU, meningkat 9% secara tahunan (YoY).
Pertumbuhan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu basis industri
otomotif yang semakin dipercaya pasar global, dengan Vietnam tercatat sebagai
negara tujuan ekspor terbesar, mencapai 77.181 unit kendaraan hingga Desember 2025.
Adapun kinerja operasional pada segmen kargo CBU mengalami peningkatkan yang
solid, secara konsolidasi berhasil melayani 957.661 unit, tumbuh 100.791 unit
atau meningkat 11,76% YoY.

Direktur Utama IPCC, Sugeng Mulyadi, menyampaikan bahwa
capaian tersebut merupakan hasil dari upaya berkelanjutan Perseroan dalam
memperkuat peran strategis terminal kendaraan di tengah transformasi industri
otomotif nasional.

“Kami melihat pertumbuhan ini tidak semata sebagai
peningkatan volume, tetapi sebagai bagian dari proses membangun ekosistem
logistik kendaraan yang lebih adaptif, efisien, dan berkelanjutan. IPCC
berkomitmen untuk terus mendukung daya saing industri otomotif nasional, baik
untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun memperluas kontribusi Indonesia
di pasar global,” ujar Sugeng.

Sejalan dengan penguatan peran IPCC dalam mendukung rantai
pasok industri nasional yang berkelanjutan serta ekosistem hilirisasi
pertambangan yang dicanangkan Pemerintah, Perseroan mencatat kinerja positif
pada layanan kargo alat berat yang menempati posisi kedua terbesar, dengan
pertumbuhan 24% YoY atau bertambah 6.325 unit, sehingga total penanganan alat
berat secara konsolidasi mencapai 32.677 unit pada tahun 2025. Sementara itu,
peningkatan paling signifikan terjadi pada layanan kargo truk/bus yang tumbuh
46,32% YoY, 80.893 unit lebih banyak atau secara konsolidasi menjadi 255.502
unit. Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas pertambangan
domestik seiring implementasi program hilirisasi industri sumber daya mineral,
yang mendorong kebutuhan sarana angkut dalam jumlah besar. Untuk menjawab
kebutuhan tersebut, IPCC secara berkelanjutan memperluas cakupan layanannya
dengan mengoperasikan lima terminal satelit, sebagai bagian dari komitmen
perusahaan dalam menghadirkan layanan yang lebih merata, adaptif, dan efisien
yang dilengkapi oleh sistem operasi terintegrasi dan berbasis digitalisasi.

“Kami menjalankan setiap inisiatif dengan semangat melayani
sepenuh hati. Transformasi digital melalui PTOS-C, inovasi layanan berupa PDC,
layanan terintegrasi dan end to end service, serta penguatan kolaborasi kami
yakini bukan hanya mendorong kinerja, tetapi juga membangun kepercayaan jangka
panjang. Melalui tagline baru Integrated Auto Solutions, IPCC berkomitmen untuk
tumbuh secara sehat dan berkelanjutan, sekaligus memberikan kontribusi nyata
bagi pengguna jasa, pemangku kepentingan, dan ekosistem logistik nasional,”
pungkas Sugeng.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dinamika Awal Tahun, BRI Finance Terapkan Strategi Pembiayaan Kompetitif

0

Jakarta, 3 Februari 2025 – Memasuki awal tahun 2026, industri pembiayaan otomotif masih dihadapkan pada dinamika pasar yang menantang. Usai lonjakan transaksi di penghujung tahun, masyarakat kini cenderung lebih berhati-hati dan perhitungan dalam memilih produk pembiayaan otomotif. Penyesuaian harga kendaraan, ketidakpastian ekonomi, serta kehati-hatian dalam mengelola pengeluaran pasca-pergantian tahun turut memengaruhi kinerja pembiayaan kendaraan bermotor.

Dalam konteks tersebut, PT BRI Finance Indonesia (“BRI Finance”) mengungkapkan dua tantangan utama yang dihadapi industri multifinance dalam pembiayaan mobil baru. Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, menjelaskan bahwa tantangan pertama berasal dari sisi permintaan yang melemah seiring sikap konsumen yang semakin berhati-hati. Tantangan kedua berkaitan dengan penyesuaian harga kendaraan yang berdampak langsung pada keputusan pembelian.

“Kondisi ini membuat persaingan di industri pembiayaan menjadi semakin ketat dan menuntut pengelolaan risiko yang lebih cermat dan prudent,” ujar Dhani.

Untuk merespons kondisi tersebut, BRI Finance melakukan penyesuaian strategi secara selektif, termasuk menerapkan skema pricing yang lebih kompetitif dan disesuaikan dengan profil risiko nasabah. Selain itu, perusahaan juga memberikan fleksibilitas tenor pembiayaan serta penyesuaian uang muka (down payment/DP) guna menjaga keterjangkauan bagi nasabah tanpa mengabaikan kualitas portofolio. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga penyaluran pembiayaan tetap sehat dan berkelanjutan.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan mobil baru oleh industri multifinance terkontraksi sebesar 4,65% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp142,59 triliun. Menanggapi tren tersebut, BRI Finance menilai penurunan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, antara lain penyesuaian harga jual kendaraan di pasar, perubahan preferensi konsumen yang mulai mengarah pada alternatif kendaraan yang lebih hemat energi, serta ketidakpastian ekonomi yang mendorong konsumen menunda pembelian jangka panjang.

Dengan mempertimbangkan kondisi pasar tersebut, BRI Finance memproyeksikan bahwa pada 2026 segmen pembiayaan kendaraan niaga ringan, segmen produktif, serta kebutuhan mobilitas yang terjangkau akan menunjukkan pertumbuhan yang lebih kuat dibandingkan segmen mobil penumpang premium. Oleh karena itu, perusahaan akan terus menyesuaikan strategi produk dan segmentasi nasabah untuk menangkap peluang pertumbuhan secara selektif dan berkelanjutan.

Saat ini, kontribusi pembiayaan mobil baru BRI Finance terhadap total portofolio tercatat sebesar 40,05%, sementara pembiayaan mobil bekas berkontribusi sebesar 9,87%. Permintaan saat ini cenderung mengarah pada kendaraan dengan total biaya kepemilikan yang lebih rendah, seperti Low Cost Green Car (LCGC), serta kendaraan yang fungsional untuk kebutuhan keluarga dan aktivitas harian, khususnya segmen SUV. Dhani menambahkan, “Minat terhadap kendaraan listrik memang mulai berkembang, namun belum menjadi dominan. Pergeseran preferensi ini turut memengaruhi komposisi pembiayaan mobil baru maupun bekas di pasar.”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Genap Setahun Beroperasi, KA Gunungjati Angkut 248 Ribu Penumpang dari Daop 1 Jakarta

0

Dalam satu tahun sejak mulai beroperasi pada 1 Februari 2025, Kereta Api (KA) Gunungjati telah melayani 248.486 penumpang yang berangkat dari wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta. Layanan ini dihadirkan sebagai bagian dari upaya KAI dalam menyediakan transportasi antarkota yang aman dan nyaman bagi masyarakat.

Manager Humas PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa kehadiran KA Gunungjati merupakan wujud KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat antarkota. “Melalui pengoperasian KA Gunungjati, KAI berupaya menyediakan layanan perjalanan yang aman dan nyaman sekaligus mendorong masyarakat untuk semakin memanfaatkan transportasi publik,” ujar Franoto.

KA Gunungjati menghubungkan sejumlah kota di wilayah Pantai Utara Jawa, mulai dari Jakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan, hingga Semarang. Kehadiran layanan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta memperkuat konektivitas antarwilayah yang dilalui.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KA Gunungjati beroperasi dengan dua nomor perjalanan. KA Gunungjati (KA 120) melayani rute Gambir–Bekasi–Cikampek–Pegadenbaru–Haurgeulis–Jatibarang–Arjawinangun–Cirebon. Sementara KA Gunungjati (KA 118B) melayani perjalanan hingga Semarang Tawang melalui Bekasi, Pegadenbaru, Haurgeulis, Jatibarang, Cirebon, Babakan, Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan. Adapun jadwal keberangkatan KA 118B dari Stasiun Gambir pada pukul 09.00 WIB, sedangkan KA 120 berangkat pukul 22.05 WIB.

Dari sisi tarif, KA Gunungjati menawarkan harga yang kompetitif. Pada hari kerja (weekday), tarif kelas ekonomi mulai Rp230.000 dan kelas eksekutif mulai Rp410.000. Sementara pada akhir pekan (weekend), tarif kelas ekonomi mulai Rp260.000 dan kelas eksekutif mulai Rp450.000, menyesuaikan dengan ketentuan yang berlaku.

KA Gunungjati dirangkai dengan empat kereta kelas eksekutif berkapasitas 50 tempat duduk per kereta serta empat kereta kelas ekonomi dengan kapasitas 80 tempat duduk per kereta. Rangkaian ini disiapkan untuk memberikan kenyamanan perjalanan sekaligus mendukung mobilitas antarkota yang andal.

Ke depan, KAI berharap KA Gunungjati dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan budaya penggunaan transportasi publik yang tertib dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 9 Jember Perkuat Keselamatan Perjalanan KA melalui Upgrade Prasarana Sepanjang 2025

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api melalui program upgrade prasarana perkeretaapian yang dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025.

Jember, 03 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan keselamatan dan keandalan perjalanan kereta api melalui program upgrade prasarana perkeretaapian yang dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2025.

Berbagai pekerjaan peningkatan infrastruktur dilakukan di sejumlah titik strategis, mulai dari penggantian rel, bantalan, hingga wesel, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas lintasan sekaligus mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember.

Sepanjang tahun 2025, KAI Daop 9 Jember telah melakukan penggantian rel tipe 54 baru sepanjang 4.084 meter, yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan jalur terhadap beban perjalanan KA. Selain itu, dilakukan pula penggantian 600 batang bantalan sintetis guna memastikan kestabilan rel serta meningkatkan faktor keselamatan lintasan.

Tidak hanya pada jalur lurus, peningkatan juga difokuskan pada area strategis emplasemen stasiun melalui penggantian wesel baru sebanyak 24 unit. Wesel-wesel tersebut tersebar di beberapa emplasemen, antara lain Probolinggo (2 unit), Leces (2 unit), Malasan (3 unit), Klakah (2 unit), Randuagung (4 unit), Jatiroto (4 unit), Tanggul (3 unit), dan Rambipuji (4 unit).

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menjelaskan bahwa upgrade prasarana ini merupakan langkah preventif dan strategis untuk memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, lancar, dan tepat waktu.

“Peningkatan prasarana yang kami lakukan sepanjang 2025 ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi kereta api yang selamat, andal, dan berkelanjutan. Penggantian rel, bantalan, serta wesel di titik-titik strategis bertujuan untuk meminimalkan potensi gangguan operasional sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan KA,” ujar Cahyo.

Cahyo menambahkan, program pemeliharaan dan peningkatan prasarana tidak hanya berorientasi pada perbaikan saat terjadi gangguan, tetapi lebih mengedepankan pendekatan preventif melalui inspeksi rutin dan peremajaan infrastruktur sesuai standar keselamatan perkeretaapian.

Sebagai bentuk kesinambungan program, KAI Daop 9 Jember juga telah menyiapkan rencana upgrade prasarana untuk tahun 2026. Program tersebut meliputi penggantian rel tipe 54 baru sepanjang 2.900 meter di petak jalan Kalisetail–Temuguruh, serta penggantian 750 batang bantalan beton di lintasan yang sama.

Selain itu, akan dilakukan penggantian 1.050 batang bantalan sintetis pada lintas Pasuruan hingga Ketapang, serta penggantian wesel baru tipe 54 sebanyak 10 unit yang tersebar di emplasemen Bangsalsari (1 unit), Ledokombo (2 unit), Sempolan (2 unit), Garahan (4 unit), dan Mrawan (1 unit).

“Program tahun 2026 telah kami siapkan untuk melanjutkan peningkatan keandalan prasarana, khususnya di petak-petak dengan intensitas perjalanan tinggi. Harapannya, upaya ini dapat semakin mendukung keselamatan perjalanan, ketepatan waktu KA, serta pelayanan kepada masyarakat,” tambah Cahyo.

KAI Daop 9 Jember menegaskan bahwa seluruh program peningkatan prasarana tersebut dilaksanakan secara terencana, berkelanjutan, dan bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, guna mendukung sistem transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan terpercaya di wilayah Jawa Timur bagian timur.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Masuki Masa Transisi Pemulihan Pascabencana, Kementerian PU Lanjutkan Program Rehabilitasi Infrastruktur Dasar di Provinsi Aceh

0

JAKARTA, 3 Februari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menegaskan komitmen penuh untuk mendukung penanganan dampak bencana hidrometeorologi di Provinsi Aceh secara berkelanjutan. Seiring dengan penetapan status transisi dari masa tanggap darurat ke pemulihan, Kementerian PU memastikan infrastruktur dasar—mulai dari konektivitas, air bersih, sanitasi, hingga hunian segera berfungsi optimal demi mendukung pulihnya aktivitas sosial ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Aceh resmi menetapkan status transisi dari
masa tanggap darurat ke masa pemulihan melalui Keputusan Gubernur Aceh Nomor
300.2/69/2026 yang berlaku mulai 30 Januari hingga 29 April 2026. Status ini
menjadi landasan baru bagi percepatan penanganan dampak bencana di 14
kabupaten/kota terdampak, yaitu Kota Langsa, Aceh Timur, Kota Lhokseumawe,
Bireuen, Pidie, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Bener Meriah, Kota Subulussalam, Aceh
Singkil, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Barat, dan Aceh Besar.

Terkait hal itu, Menteri PU, Dody Hanggodo, menyatakan bahwa
Kementerian PU berkomitmen penuh mendukung pemerintah daerah dalam setiap
tahapan penanganan bencana, mulai dari tanggap darurat hingga rekonstruksi.

“Kami memastikan terus mendukung penanganan infrastruktur dasar di
Aceh secara berkelanjutan. Saat ini fokus kami adalah memastikan infrastruktur
konektivitas, air bersih, sanitasi, hunian sementara, dan fasilitas publik
segera pulih agar masyarakat dapat kembali beraktivitas,” ujar Menteri Dody.

Berdasarkan data hingga 30 Januari 2026 pukul 15.00 WIB,
Kementerian PU telah berhasil melakukan upaya pembersihan lumpur dan material
bencana di 203 lokasi di Aceh, antara lain pada fasilitas umum, perkantoran,
sekolah, rumah ibadah, pasar, dan fasilitas kesehatan. Sebanyak 103 lokasi
telah selesai ditangani, sementara 100 lokasi lainnya masih dalam proses
pengerjaan intensif.

Dalam upaya pemulihan lingkungan, Kementerian PU juga telah
membersihkan dan mengangkut lebih dari 698 ton sampah serta lumpur sisa bencana
dari kawasan permukiman hingga akses jalan utama. Penanganan ini dibarengi
dengan peningkatan layanan pada 11 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah dan 10
Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang kini dalam tahap pelaksanaan.

Pada sektor konektivitas, Kementerian PU berhasil memulihkan akses
di 38 ruas jalan nasional yang terdampak, sehingga seluruhnya kini telah
fungsional, termasuk dua ruas yang dialihkan melalui jalur alternatif.
Penanganan jembatan juga menunjukkan progres signifikan; dari 16 jembatan
nasional yang sempat terputus, seluruhnya kini sudah fungsional. Sebagian
jembatan ditangani menggunakan Jembatan Bailey, sementara 8 jembatan sedang
dalam proses pembangunan permanen.

Untuk pemenuhan kebutuhan air bersih jangka panjang, Kementerian
PU menangani 71 Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di 10 kabupaten/kota dengan
total kapasitas 2.177 liter/detik. Hingga kini, 54 SPAM telah beroperasi
kembali dengan kapasitas layanan 1.595 liter/detik. Selain itu, pembangunan
sumur bor terus dikebut; dari target 24 sumur bor air dalam, 10 unit telah
rampung dan 14 unit lainnya masih dalam pengerjaan, ditambah dengan pembangunan
sumur bor dangkal untuk masyarakat.

Selama masa transisi, Kementerian PU tetap menyiagakan layanan
sarana prasarana darurat. Sebanyak 301 unit sarana air bersih dan sanitasi
telah dikerahkan, terdiri dari 15 Instalasi Pengolahan Air (IPA) Mobile,
17 mobil tangki air, 123 hidran umum, 4 unit IPA Reverse Osmosis (RO),
49 toilet portabel, 30 toilet darurat, dan 46 toren air.

Terkait penyediaan tempat tinggal bagi warga terdampak,
Kementerian PU membangun Hunian Sementara (Huntara) di 11 lokasi yang tersebar
di 4 kabupaten. Fasilitas ini ditargetkan menampung 972 Kepala Keluarga (KK).
Saat ini, progres fisik di beberapa lokasi telah mencapai 100%, di mana 84 KK
sudah mulai menempati hunian tersebut, sementara lokasi lainnya masih dalam
tahap konstruksi bertahap.

Guna memastikan percepatan penanganan, Kementerian PU masih
menyiagakan 815 personel di lapangan, yang terdiri dari 355 personel internal
PU dan 460 personel BUMN, dengan dukungan 581 personel TNI serta partisipasi
aktif masyarakat.

Operasional di lapangan didukung oleh alat berat sebanyak 1.044
unit (224 unit milik PU dan 820 unit mitra BUMN) serta ketersediaan 2.447 unit
bahan kebencanaan, termasuk geobagaramco, dan steel
sheet pile
.

Kementerian PU akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah
dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan fase transisi menuju
rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh berjalan tepat sasaran dan tepat waktu.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Ekosistem Industri Terintegrasi, Krakatau Steel Group Resmikan The Level dan Sejumlah Proyek Strategis

0

Cilegon, 3 Februari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk / Krakatau Steel Group (KRAS) terus memperkuat daya saing Kawasan Industri Krakatau sebagai ekosistem industri terintegrasi bernilai tambah tinggi. Hal ini ditandai dengan peresmian fasilitas multifungsi The Level serta empat proyek strategis lainnya guna meningkatkan daya tarik kawasan bagi tenant industri, mitra usaha, dan investor global.

Sebagai bagian dari The Level, Perseroan menghadirkan fasilitas lapangan
padel pertama di Kawasan Industri Krakatau sebagai sarana olahraga sekaligus
ruang interaksi antar tenant. “Kehadiran fasilitas ini merupakan investasi
terhadap human capital sekaligus upaya memperkuat kolaborasi, yang pada
akhirnya meningkatkan daya tarik kawasan bagi tenant dan calon investor,” jelas
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan.

Perkuat Produktivitas dan Kolaborasi Kawasan 

The Level hadir sebagai fasilitas multifungsi yang
dirancang untuk menyinergikan aktivitas bisnis, interaksi antar-tenant, dan
gaya hidup modern di tengah kawasan industri. Direktur Utama PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa arah pengembangan kawasan
kini melampaui penyediaan infrastruktur fisik semata, dengan fokus utama pada
peningkatan kualitas ekosistem kerja secara menyeluruh.

“Kami membangun Kawasan Industri Krakatau sebagai
ekosistem industri terpadu yang memprioritaskan kualitas lingkungan kerja
sekaligus kualitas hidup. Hal ini krusial karena esensi transformasi industri
sejatinya terletak pada manusia sebagai penggerak utama produktivitas,” ungkap
Dr. Akbar Djohan, yang juga mengemban amanah sebagai Chairman Indonesia Iron
& Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik &
Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Melalui PT Krakatau Sarana Properti, fasilitas ini
diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi daya saing
kawasan di mata investor global.

Kawasan Terintegrasi sebagai Value Creator Ekonomi Nasional.

Direktur Utama PT Krakatau Sarana Properti, Syafiq
Hadi, mengemukakan bahwa inisiatif proyek strategis ini merupakan bagian
fundamental dari strategi optimalisasi aset dan peningkatan nilai kawasan
secara holistik.

“Arah pengembangan kami sangat jelas: membangun
kawasan industri yang terintegrasi, adaptif, dan bernilai tambah tinggi. Tujuan
utamanya adalah untuk secara langsung mendukung produktivitas tenant yang
beroperasi di sini, sekaligus meningkatkan daya saing kawasan industri secara
keseluruhan,” tegas Syafiq Hadi.

Transformasi Kawasan Industri Krakatau ini secara
strategis sejalan dan mendukung Asta Cita Presiden RI dalam upaya memperkuat
industrialisasi nasional dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Hal ini sekaligus mempertegas peran Krakatau Steel Group sebagai motor
penggerak nilai ekonomi kawasan yang berkelanjutan.

Ekspansi Logistik dan Modernisasi Aset Strategis

Sebagai langkah nyata dalam memperkuat rantai pasok,
PT Krakatau Sarana Properti (PT KSP) meresmikan tambahan lima unit Pergudangan
Blok C dengan total luas 5.760 meter persegi. Fasilitas ini dirancang khusus
untuk memenuhi kebutuhan sektor industri dan logistik yang kian dinamis.
Paralel dengan ekspansi fisik, Perseroan juga melakukan optimalisasi aset
melalui renovasi Mess Billet serta modernisasi Birdie Café dan Lobby Utama
Krakatau Water World, yang bertujuan meningkatkan standar layanan bagi seluruh
penghuni kawasan.

Peresmian proyek strategis ini yang diresmikan pada
27 Januari 2026 dan dipimpin langsung oleh Direktur Utama PT Krakatau Steel
(Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan. Acara tersebut turut dihadiri oleh jajaran
manajemen Krakatau Steel Group serta pemangku kepentingan kunci, termasuk Ketua
KONI Kota Cilegon, Irfan Ali Hakim, dan Kepala Seksi TIKIM Kantor Imigrasi
Kelas II TPI Cilegon, Budi Irawan. Sinergi ini mempertegas komitmen perusahaan
dalam membangun ekosistem industri yang inklusif dan bertaraf internasional di
Cilegon.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Perkuat Legalitas Aset Negara, KAI Divre I Sumut Berhasil Sertifikasi 1 Juta Meter Persegi Lahan di Tahun 2025

0

PT Kereta Api
Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara terus menunjukkan komitmen
dalam menjaga dan mengelola aset negara melalui penguatan legalitas. Sepanjang
tahun 2025, KAI berhasil mensertifikasi lahan seluas 1.082.931 meter persegi.

 

Plt Manager
Humas KAI Divre I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menjelaskan bahwa langkah
ini merupakan bagian dari tanggung jawab KAI sebagai BUMN untuk memastikan aset
negara tetap terjaga dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat
luas.

 

“Kami fokus
melakukan sertifikasi lahan agar status kepemilikan negara menjadi jelas dan
mencegah penggunaan lahan yang tidak sesuai peruntukannya. Dengan legalitas
yang kuat, KAI dapat mengelola aset tersebut secara aman untuk membangun
fasilitas publik yang lebih baik,” ujar Anwar.

 

Saat ini, KAI
Divre I Sumatera Utara mengelola aset seluas 26.795.228 meter persegi yang
tersebar di 5 kota dan 9 kabupaten. Secara historis, aset tersebut merupakan
peninggalan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM), perusahaan kereta api swasta
Belanda, yang telah resmi dinasionalisasi menjadi milik negara berdasarkan PP
No. 41 Tahun 1959.

 

Status
kepemilikan ini diperkuat oleh pandangan sejarah (Historical Opinion) dari ahli
sejarah Universitas Sebelas Maret, Dr. Waskito Widi Wardojo. Beliau menyatakan
bahwa lahan tersebut merupakan milik sah KAI berdasarkan aturan hukum yang
berlaku sejak masa pasca-kemerdekaan.

 

Progres
Sertifikasi dan Penataan Lahan Hingga saat ini, dari total 26,7 juta meter
persegi aset yang dikelola, KAI Divre I Sumatera Utara telah berhasil
mensertifikasi lahan seluas 11.047.794 meter persegi atau sebesar 41,2 persen.
Percepatan sertifikasi ini menjadi prioritas utama untuk memberikan kepastian
hukum bagi semua pihak.

 

Selain
penguatan legalitas, KAI juga aktif melakukan penataan dan pembersihan lahan.
Tercatat pada tahun 2025, KAI Divre I Sumut telah menata kembali aset seluas
17.335 meter persegi. Aset-aset tersebut kini difungsikan untuk meningkatkan
kenyamanan pelanggan.

 

“Penataan ini
bertujuan untuk menyediakan area parkir yang lebih tertata, membangun area
perkantoran, meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, serta
mengoptimalkan lahan guna mendukung kinerja operasional kereta api lainnya,”
tambah Anwar.

 

KAI juga
menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, mulai dari
pemerintah daerah, Badan Pertanahan Nasional (BPN), hingga jajaran kejaksaan,
yang telah mendukung upaya pengamanan aset negara ini.

 

“KAI akan
terus menjaga amanah ini melalui sertifikasi, penataan, hingga pemanfaatan aset
secara optimal. Semua ini dilakukan semata-mata untuk mendukung operasional
kereta api yang lebih baik, yang hasilnya akan kembali kepada negara untuk
kesejahteraan masyarakat,” tutupnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES