Beranda blog

Hangatkan Suasana Ramadan, KAI Logistik Berbagi Ratusan Paket Berbuka Puasa

0

Masih dalam semangat kehangatan bulan suci Ramadan, PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) kembali merealisasikan komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan mendistribusikan ratusan paket berbuka puasa bergizi dan menu takjil kepada masyarakat pada Selasa (10/3). Inisiatif ini merupakan langkah konkret perusahaan dalam menebar manfaat dan kebaikan kepada masyarakat sekitar area operasional bisnis selama bulan puasa.

Pelaksanaan kegiatan sosial ini difokuskan pada dua titik strategis di wilayah Jabodetabek. Pada agenda pertama, KAI Logistik berkolaborasi dengan Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Baitulmaal Muamalat (BMM) untuk menyalurkan 200 paket hidangan berbuka puasa bergizi kepada anak-anak di Yayasan Pesantren Khusus Yatim Asy-Syafi’iyah yang berlokasi di Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

Selanjutnya, pada agenda kedua, KAI Logistik membagikan 150 paket takjil gratis di area Service Point KALOG Express Pasar Senen, Jakarta Pusat. Pembagian takjil ini ditujukan kepada para pelanggan KAI Logistik yang tengah melakukan transaksi pengiriman, serta masyarakat di sekitar area operasional bisnis, khususnya mereka yang masih dalam perjalanan pulang saat waktu berbuka puasa tiba.

Manager of  Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi Ramadan ini merupakan bagian dari implementasi program TJSL perusahaan, khususnya pada pilar sosial. “Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menghadirkan dampak sosial yang berkelanjutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan program Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), khususnya pada tujuan nomor 2 yaitu Tanpa Kelaparan, serta tujuan nomor 17 yaitu Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kolaborasi dengan LAZNAS BMM,” ujar Adjeng.

Lebih lanjut, semangat kepedulian KAI Logistik di bulan suci ini tidak hanya terpusat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Sebagai perusahaan dengan jangkauan layanan yang luas, KAI Logistik juga serentak menggelar kegiatan berbagi di seluruh area operasionalnya yang tersebar di Pulau Jawa dan Sumatera. Rangkaian kegiatan di daerah operasional tersebut diwujudkan melalui pemberian bantuan paket sembako hingga pembagian takjil gratis, guna memastikan manfaat dari kehadiran perusahaan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat luas.

Melalui inisiatif Ramadan tahun ini, KAI Logistik menegaskan bahwa jaringan distribusi logistik yang dibangun tidak sekadar berperan dalam menggerakkan barang dari satu titik ke titik lainnya. Lebih dari itu, perusahaan berkomitmen untuk menjadi penggerak yang turut mendistribusikan nilai-nilai kepedulian, memperkuat konektivitas sosial, serta mengantarkan kebaikan kepada masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Jelang Puncak Lebaran, KAI Logistik Perkuat Kesiapan Operasional Layanan Pengiriman

0

Menjelang puncak periode pengiriman Lebaran yang diperkirakan akan terjadi pada pekan ketiga Ramadan, KAI Logistik memastikan kesiapan layanan untuk mengantisipasi meningkatnya kebutuhan distribusi barang dari masyarakat maupun pelaku usaha. Berbagai langkah penguatan operasional dilakukan guna memastikan proses pengiriman tetap berjalan aman, lancar, dan tepat waktu di tengah meningkatnya volume permintaan.

Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik, mengungkapkan “Momentum Ramadan hingga Lebaran setiap tahunnya menjadi salah satu periode dengan peningkatan aktivitas logistik yang cukup signifikan. Kebutuhan masyarakat untuk mengirimkan barang ke kampung halaman, termasuk kendaraan pribadi seperti sepeda motor maupun hewan peliharaan, serta meningkatnya aktivitas distribusi barang konsumsi turut mendorong peningkatan volume pengiriman pada periode ini.”

Pada sisi operasional, KAI Logistik menerapkan sejumlah langkah strategis, mulai dari pemeriksaan sarana dan kelayakan operasi, inspeksi kesiapan layanan, optimalisasi proses bongkar muat, peningkatan utilisasi armada trucking, penguatan aspek keselamatan dan koordinasi di titik-titik layanan, hingga peningkatan kesiapan sumber daya operasional. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses distribusi tetap berjalan dengan baik meskipun terjadi peningkatan volume pengiriman.

”Secara kapasitas, KAI Logistik menyediakan sekitar 400 ton untuk perjalanan pulang pergi dalam mendukung logistik selama angkutan lebaran. Perusahaan optimis dengan kapasitas tersebut masih mampu melayani peningkatan dan lonjakan permintaan pengiriman barang. Seluruh pengiriman akan libur beroperasi ke tujuan tertentu mulai 18 Maret. Layanan KALOG Express akan kembali beroperasi pada 25 Maret 2026,” Lanjut Dwi.

Selain itu, KAI Logistik juga melakukan penyesuaian operasional untuk menjaga ketersediaan kapasitas angkutan pada periode dengan permintaan tinggi. Pada 18 Maret 2026, KAI Logistik tetap mengoperasikan layanan pengiriman dengan kapasitas hingga 20 ton melalui KA Blambangan Ekspres dan KA Sri Tanjung. Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga kelancaran distribusi dan memastikan kebutuhan pengiriman masyarakat tetap dapat terlayani di tengah meningkatnya permintaan.

Selain memperkuat kesiapan operasional, KAI Logistik juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan pengiriman barang lebih awal guna menghindari kepadatan menjelang puncak pengiriman. Perencanaan yang lebih dini diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan layanan yang lebih optimal sekaligus memastikan barang dapat sampai tepat waktu di kota tujuan.

KAI Logistik mencatat tren peningkatan pengiriman sudah mulai terlihat sejak memasuki pekan kedua Ramadan. Salah satu layanan yang mengalami peningkatan adalah pengiriman sepeda motor, di mana tercatat sebanyak 2.300 unit sepeda motor telah didistribusikan, meningkat sekitar 5 persen dibandingkan pekan pertama Ramadan yang mencapai 2.217 unit sepeda motor. Peningkatan ini diperkirakan masih akan terus terjadi hingga memasuki masa puncak pengiriman menjelang Lebaran. Peningkatan hewan peliharaan juga menunjukan tren dengan pertumbuhan yang sama, di mana telah mendistribusikan hwan peliharaan sejumlah 5.700 hewan peliharaan terhitung sejak awal Ramadan hingga 9 Maret 2026.

”KAI Logistik juga terus berkomitmen menghadirkan layanan logistik yang aman dan andal bagi masyarakat selama periode Ramadan dan Lebaran. Dukungan jaringan distribusi berbasis kereta api menjadi salah satu keunggulan dalam menjaga keandalan pengiriman, terutama dalam menghadapi peningkatan kebutuhan logistik yang biasanya terjadi pada periode mudik,” tutup Dwi.

Melalui berbagai kesiapan tersebut, KAI Logistik optimistis dapat mengakomodasi kebutuhan masyarakat dalam mendistribusikan barang selama periode Lebaran, sekaligus memastikan layanan pengiriman tetap berjalan secara efektif, aman, dan tepercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tips Mudik Aman dan Nyaman agar Perjalanan Lebaran Tetap Menyenangkan

0

Mudik telah menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idulfitri. Momen ini selalu dinantikan karena menjadi kesempatan untuk berkumpul kembali bersama keluarga di kampung halaman. Namun, perjalanan mudik yang panjang sering kali menimbulkan berbagai tantangan seperti kemacetan, kelelahan, hingga risiko kecelakaan. Oleh karena itu, penting bagi para pemudik untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik agar mudik dapat berlangsung aman dan nyaman.

1. Persiapkan Kendaraan Sebelum Berangkat

Bagi pemudik yang menggunakan kendaraan pribadi, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima merupakan hal yang sangat penting. Lakukan servis terlebih dahulu, periksa kondisi rem, ban, oli, lampu, dan juga bahan bakar. Jika menggunakan sepeda motor, pastikan helm dan perlengkapan keselamatan lainnya juga dalam kondisi baik.

2. Rencanakan Rute Perjalanan

Sebelum berangkat, sebaiknya pemudik menentukan rute perjalanan yang akan dilalui. Dengan perencanaan rute yang matang, perjalanan dapat menjadi lebih efisien dan menghindari kemacetan parah. Manfaatkan aplikasi peta digital untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara real-time.

3. Istirahat Secara Berkala

Perjalanan mudik biasanya memakan waktu yang cukup lama. Oleh karena itu, sangat penting untuk beristirahat secara berkala agar tubuh tetap segar dan fokus saat berkendara. Disarankan untuk berhenti setiap 3–4 jam sekali di rest area atau tempat istirahat yang aman.

4. Bawa Perbekalan yang Cukup

Selama perjalanan, bawalah makanan ringan, air minum, dan obat-obatan pribadi. Perbekalan ini dapat membantu menjaga kondisi tubuh tetap prima selama perjalanan, terutama jika terjadi kemacetan panjang.

5. Jaga Kesehatan dan Kondisi Tubuh

Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum melakukan perjalanan mudik. Konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan hindari memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah atau mengantuk.

6. Amankan Rumah yang Ditinggalkan

Selain mempersiapkan perjalanan, pemudik juga perlu memastikan rumah yang ditinggalkan dalam kondisi aman. Matikan listrik yang tidak diperlukan, kunci semua pintu dan jendela, serta informasikan kepada tetangga atau petugas keamanan setempat.

7. Patuhi Aturan Lalu Lintas

Keselamatan di jalan sangat bergantung pada kedisiplinan pengendara. Oleh karena itu, patuhi rambu lalu lintas, gunakan sabuk pengaman atau helm, serta hindari menggunakan ponsel saat berkendara.

Penutup

Mudik adalah perjalanan penuh makna yang sarat dengan rasa rindu dan kebahagiaan. Dengan persiapan yang matang dan sikap disiplin selama perjalanan, mudik dapat menjadi pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Ingatlah bahwa keselamatan adalah hal yang paling utama agar dapat berkumpul dengan keluarga di kampung halaman dengan selamat.

(Lusi Uswatun)

Pentingnya Bahasa Berita dalam Menarik Perhatian Pembaca

0

Dalam dunia jurnalistik, bahasa berita memiliki peran yang sangat penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat. Bahasa yang digunakan dalam berita harus mampu menjelaskan sebuah peristiwa secara jelas, ringkas, dan mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai latar belakang.

Bahasa berita dikenal dengan karakteristiknya yang sederhana dan langsung pada inti informasi. Tujuannya adalah agar pembaca dapat segera mengetahui peristiwa yang terjadi tanpa harus membaca kalimat yang panjang dan berbelit-belit. Oleh karena itu, seorang jurnalis harus mampu merangkai kata dengan efektif tanpa mengurangi makna dari informasi yang disampaikan.

Selain singkat dan padat, bahasa berita juga harus faktual. Artinya, setiap informasi yang ditulis harus berdasarkan data dan fakta yang benar. Wartawan tidak diperbolehkan menambahkan opini pribadi atau asumsi yang dapat memengaruhi objektivitas berita. Kepercayaan publik terhadap media sangat bergantung pada akurasi informasi yang disampaikan.

Dalam praktiknya, bahasa berita juga harus memperhatikan unsur 5W+1H, yaitu *what, who, when, where, why,* dan *how*. Keenam unsur ini membantu pembaca memahami sebuah peristiwa secara lengkap. Dengan menyusun informasi secara sistematis, berita akan lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan pertanyaan di benak pembaca.

Bahasa berita juga perlu disesuaikan dengan perkembangan media saat ini. Di era digital, pembaca cenderung menyukai tulisan yang cepat dibaca namun tetap informatif. Oleh karena itu, banyak media online menggunakan paragraf yang lebih pendek, judul yang kuat, serta kalimat yang lebih komunikatif.

Tidak hanya itu, pemilihan kata juga sangat memengaruhi daya tarik berita. Kata-kata yang tepat dapat membuat berita terasa lebih hidup dan menarik untuk dibaca. Namun demikian, wartawan tetap harus menjaga keseimbangan antara menarik perhatian pembaca dan tetap mempertahankan objektivitas berita.

Dengan demikian, bahasa berita bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga menjadi jembatan antara peristiwa yang terjadi dengan masyarakat luas. Melalui bahasa yang tepat, berita dapat memberikan informasi yang bermanfaat, membangun pemahaman publik, serta meningkatkan kualitas penyebaran informasi di tengah masyarakat.(Lusi Uswatun)

 

 

 

 

Peduli Perjuangan Lady Ojol Jabodetabek, BRI Finance Bagikan Sembako & THR

0

Depok, 10 Maret 2026 – Dalam semangat berbagi di bulan suci Ramadan, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) menggelar kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk “Berbagi Bingkisan & THR Lady Ojol” bekerja sama dengan Yayasan Baitul Maal (YBM) BRILiaN. Kegiatan yang berlangsung di Kantor Cabang BRI Finance Depok ini dihadiri oleh sekitar 100 pengemudi ojek online perempuan (lady ojol) dari wilayah Jabodetabek.

Di tengah dinamika kehidupan perkotaan, kehadiran para lady ojol memiliki peran yang semakin penting dalam aktivitas masyarakat sehari-hari. Mereka tidak hanya menjadi bagian dari sistem transportasi yang membantu mobilitas warga, tetapi juga menjalankan peran ganda sebagai perempuan yang menopang kebutuhan keluarga. Bagi banyak dari mereka, profesi sebagai pengemudi ojek online merupakan bentuk perjuangan untuk memperoleh penghasilan tambahan, membantu perekonomian rumah tangga, sekaligus menunjukkan kemandirian perempuan di ruang publik.

Sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital, para lady ojol juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi mikro, mulai dari mengantarkan penumpang, makanan, hingga berbagai kebutuhan masyarakat dengan cepat dan fleksibel. Dedikasi tersebut sering kali dijalankan di tengah berbagai tantangan di lapangan, mulai dari kondisi cuaca, kepadatan lalu lintas, hingga tuntutan untuk tetap menjaga keselamatan dan pelayanan kepada pelanggan.

Melihat peran dan kontribusi tersebut, BRI Finance menghadirkan kegiatan Ramadan ini sebagai bentuk apresiasi sekaligus kepedulian kepada para lady ojol yang setiap hari berjuang di jalan. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya mendapatkan bantuan bingkisan dan Tunjangan Hari Raya (THR), tetapi juga pembekalan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi literasi keuangan mengenai kewaspadaan terhadap pinjaman online ilegal (pinjol) yang masih marak terjadi di masyarakat. Edukasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman para peserta dalam mengelola keuangan secara bijak serta menghindari risiko jeratan pinjaman ilegal. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiyah dan doa bersama yang menghadirkan suasana refleksi spiritual khas Ramadan, sebelum ditutup dengan buka puasa bersama.

Acara turut dihadiri oleh Corporate Secretary BRI Finance, Aditia Fakhri Ramadhani, serta Manajer Funding YBM BRILiaN, Wahyu Wijanarko, yang bersama-sama menyerahkan bingkisan Ramadan dan THR kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras mereka dalam menjalankan profesi sebagai pengemudi ojek online.

Pada kesempatan lain Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan nilai sosial yang nyata bagi masyarakat, khususnya bagi kelompok pekerja yang berkontribusi besar dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

“Para lady ojol memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat perkotaan. Di balik profesinya sebagai pengemudi ojek online, mereka juga adalah perempuan tangguh yang menjalankan berbagai peran sekaligus, baik sebagai pencari nafkah, ibu, maupun penggerak ekonomi keluarga. Melalui kegiatan TJSL Ramadan ini, BRI Finance ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan edukasi keuangan agar mereka semakin terlindungi dari risiko pinjaman online ilegal dan dapat mengelola keuangan dengan lebih baik,” ujar Wahyudi.

Lebih lanjut Wahyudi menambahkan bahwa BRI Finance terus berupaya menghadirkan program-program sosial yang tidak hanya bersifat bantuan sesaat, tetapi juga memberikan nilai tambah melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat. “Melalui kolaborasi dengan YBM BRILiaN, kegiatan ini menjadi wujud sinergi dalam memperluas dampak sosial perusahaan, sekaligus mempererat hubungan dengan komunitas di sekitar wilayah operasional BRI Finance,” tutup Wahyudi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LinkAja Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Aceh Bersama BAZNAS

0

Melalui program “Ramadhan Berbagi, Aceh Bangkit Bersama”, LinkAja dan LinkAja Syariah menyalurkan bantuan bagi ratusan keluarga terdampak bencana di Aceh dan sekitarnya, sekaligus memperkuat peran fintech syariah dalam memperluas donasi digital dan
solidaritas sosial.

Jakarta, 11 Maret 2026PT Fintek Karya
Nusantara (LinkAja)
bersama layanan LinkAja Syariah menyalurkan
bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak musibah di Aceh dan wilayah
sekitarnya melalui kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).
Inisiatif ini merupakan bagian dari program “Ramadhan Berbagi, Aceh Bangkit
Bersama”
, yang memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk memperkuat
solidaritas sosial sekaligus mendukung pemulihan masyarakat pascabencana.

Program ini difokuskan
pada penyaluran paket bantuan Ramadhan bagi ratusan keluarga terdampak, yang
didistribusikan melalui jaringan nasional BAZNAS di wilayah Aceh, Sumatra
Barat, dan Sumatra Utara.

Aceh dipilih sebagai
fokus program karena wilayah tersebut masih menghadapi tantangan pemulihan
pascabencana, dengan banyak keluarga terdampak yang membutuhkan dukungan untuk
memenuhi kebutuhan dasar dan memulai kembali aktivitas ekonomi mereka. Melalui program
ini, LinkAja berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat sekaligus
memperkuat semangat kebangkitan komunitas lokal.

CEO LinkAja, Yogi
Rizkian
Bahar, menyampaikan
sebagai perusahaan teknologi finansial nasional yang berakar pada semangat
#SatukanPotensiIndonesia, LinkAja berkomitmen untuk menghadirkan dampak sosial
yang nyata melalui kolaborasi lintas sektor. “Kami percaya bahwa teknologi
finansial tidak hanya berperan dalam mempermudah transaksi, tetapi juga dapat
menjadi sarana untuk memperluas dampak sosial. Melalui kolaborasi bersama
BAZNAS dan momentum Ramadhan, LinkAja ingin menghadirkan kontribusi nyata bagi
masyarakat terdampak gempa di Aceh dan sekitarnya serta membantu mempercepat
proses pemulihan mereka,” ujar Yogi.

Inisiatif ini juga
mendapat dukungan dari Dewan Pengawas Syariah LinkAja, Dr. H. Zainut Tauhid
Sa’adi, M.Si.
, yang telah resmi menjabat sebagai Pimpinan BAZNAS RI Periode
2026–2031. Menurut beliau, kolaborasi antara teknologi digital dan lembaga
pengelola zakat menjadi salah satu cara untuk memperluas manfaat bagi
masyarakat, khususnya dalam memperkuat ekosistem filantropi Islam di Indonesia.
Ia menambahkan bahwa kehadiran platform seperti LinkAja Syariah dapat
mempermudah masyarakat dalam menyalurkan berbagai bentuk donasi secara lebih
cepat, transparan, dan tepat sasaran.

“Di bulan Ramadhan,
semangat kepedulian dan berbagi semakin kuat. Kehadiran platform digital
seperti LinkAja Syariah memudahkan masyarakat untuk menyalurkan kebaikan,
sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para mustahiq yang membutuhkan,
sekaligus memberikan kemudahan bagi para muzakki dalam menunaikan kewajiban dan
amal kebaikan mereka secara lebih praktis dan aman,” ujar Zainut Tauhid
Sa’adi
.

Ia berharap inisiatif
ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh dan
sekitarnya, sekaligus memperkuat peran teknologi finansial syariah dalam
mendukung kegiatan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Deputi I BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta, turut mengapresiasi kolaborasi ini sebagai bentuk sinergi antara
platform fintech dan lembaga pengelola zakat dalam mendukung pemulihan
masyarakat pascabencana. “Kami menyambut baik kolaborasi bersama LinkAja dan
LinkAja Syariah dalam membantu masyarakat Aceh dan sekitarnya yang terdampak bencana.
Dengan jaringan distribusi BAZNAS, bantuan dapat disalurkan secara cepat dan
tepat sasaran kepada keluarga yang membutuhkan,” pungkas Arifin.

QRIS Jadi Motor Pertumbuhan
Transaksi Digital
Di tengah meningkatnya
adopsi pembayaran digital di Indonesia, QRIS (Quick Response Code Indonesian
Standard)
menjadi salah satu pendorong utama aktivitas transaksi di
ekosistem LinkAja.

Hingga akhir 2025,
jumlah pengguna QRIS LinkAja meningkat sekitar 40% secara tahunan (YoY) dengan
volume transaksi yang turut tumbuh sekitar 20%. Pertumbuhan ini sejalan dengan
tren nasional yang menunjukkan percepatan adopsi pembayaran digital, di mana transaksi
digital secara keseluruhan tumbuh 39,21%, sementara transaksi QRIS meningkat
hingga 139,99% pada periode yang sama.

QRIS kini menjadi salah
satu kanal pembayaran utama di ekosistem LinkAja yang digunakan untuk berbagai
kebutuhan sehari-hari, mulai dari transaksi di merchant UMKM, pembelian
BBM, transportasi, hingga belanja di toko offline maupun online.
Untuk mendukung kemudahan transaksi tersebut, LinkAja juga menghadirkan
berbagai fitur tambahan seperti pembayaran tagihan rutin, aktivitas e-commerce,
merchant QRIS offline, serta layanan tarik tunai tanpa kartu di ATM.

LinkAja Syariah Perkuat Ekosistem Donasi Digital
Sebagai bagian dari
pengembangan ekosistem keuangan syariah digital, LinkAja Syariah menghadirkan
platform donasi digital terintegrasi yang memungkinkan masyarakat menyalurkan
berbagai bentuk kontribusi sosial secara lebih mudah.

Melalui platform ini, pengguna dapat menyalurkan zakat, infak, sedekah,
wakaf, hingga donasi kemanusiaan secara digital dalam satu ekosistem yang aman
dan transparan. LinkAja Syariah juga bekerja sama dengan lebih dari 100 lembaga
donasi terpercaya, termasuk BAZNAS, untuk memastikan proses penyaluran bantuan
berlangsung secara akuntabel dan tepat sasaran.

Hingga awal tahun 2026, LinkAja Syariah telah
mendapatkan berbagai pengakuan mulai dari ”Indonesia Innovation of The Year — Financial
Technology” oleh Asian Management Excellence Award 2025, “Best Islamic Digital Payment
Service Provider” oleh The Asset Triple A Islamic Finance Awards 2025, dan
“Best Financial Technology Provider untuk Zakat” oleh BAZNAS.

Dengan menggabungkan inovasi teknologi finansial, layanan keuangan
syariah digital, serta komitmen terhadap dampak sosial, LinkAja berharap dapat
terus berkontribusi dalam memperluas inklusi keuangan sekaligus memperkuat
budaya berbagi di masyarakat.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pergantian Pimpinan Pengawas Kripto OJK, Dorong Kolaborasi Regulator dan Industri

0

Jakarta, 12 Maret 2026 — Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Adi Budiarso untuk menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Ia menggantikan Hasan Fawzi yang kini dipercaya mengemban tugas sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon.

Mengutip laman resmi Kementerian Keuangan, Adi Budiarso saat ini menjabat sebagai Direktur Pengembangan Perbankan, Pasar Keuangan, dan Pembiayaan Lainnya di Direktorat Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan.

Pelaku industri aset kripto menyambut baik kepemimpinan baru ini sekaligus menyampaikan apresiasi atas kontribusi Hasan Fawzi selama memimpin pengawasan sektor inovasi teknologi keuangan dan aset kripto.

CEO Tokocrypto, Calvin Kizana, menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Bapak Hasan Fawzi atas perannya dalam memperkuat fondasi industri kripto di Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Bapak Hasan Fawzi atas kepemimpinan dan kontribusinya selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD. Di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem kripto di Indonesia menunjukkan perkembangan yang signifikan, baik dari sisi tata kelola, penguatan regulasi, maupun peningkatan kepercayaan publik terhadap industri ini,” ujar Calvin.

Ia menambahkan bahwa salah satu pencapaian penting dalam periode tersebut adalah proses peralihan pengawasan industri kripto dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK yang berjalan dengan baik, dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem yang telah terbentuk.

Tokocrypto juga menyambut baik penunjukan Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Industri berharap kepemimpinan baru ini dapat semakin memperkuat ekosistem inovasi teknologi keuangan dan aset digital di Indonesia.

“Kami menyambut baik penunjukan Bapak Adi Budiarso sebagai Kepala Eksekutif Pengawas IAKD yang baru. Kami berharap di bawah kepemimpinan beliau, ekosistem aset kripto dan inovasi teknologi keuangan di Indonesia dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” kata Calvin.

Menurutnya, dukungan regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi akan menjadi kunci bagi pertumbuhan industri di masa depan.

“Ke depan, kami berharap OJK dapat terus mendorong terciptanya regulasi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, memberikan ruang inovasi bagi pelaku industri, serta memperkuat kolaborasi antara regulator, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Dengan sinergi yang semakin kuat, kami optimistis industri aset kripto Indonesia dapat semakin berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional sekaligus memberikan perlindungan yang optimal bagi masyarakat,” jelasnya.

Pertumbuhan Transaksi dan Status Syariah Kripto

Di tengah dinamika regulasi dan perkembangan industri, aktivitas perdagangan aset kripto di Indonesia masih menunjukkan tren yang kuat. Data dari Bursa Kripto PT Central Finansial X (CFX) mencatat volume transaksi di pasar spot mencapai Rp24,33 triliun selama periode 1–28 Februari 2026. Selain itu, aktivitas perdagangan di pasar derivatif juga mencatat nilai transaksi sebesar Rp3,88 triliun pada periode yang sama, mencerminkan tingginya minat pelaku pasar terhadap instrumen kripto di Indonesia.

Calvin menilai, data tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap aset kripto di Indonesia masih tetap kuat, baik di pasar spot maupun derivatif. “Ini menjadi sinyal bahwa industri kripto nasional tetap memiliki daya tarik yang besar dan terus berkembang di tengah proses penguatan regulasi. Momentum ini juga menunjukkan pentingnya kehadiran kebijakan yang mendukung inovasi, menjaga kepercayaan pasar, serta memperkuat perlindungan bagi konsumen,” ujar Calvin.

Perkembangan industri ini juga diikuti dengan perhatian dari berbagai kalangan, termasuk lembaga keagamaan. Muhammadiyah baru-baru ini menerbitkan fatwa terkait hukum kripto dalam Islam melalui Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada 4 Maret 2026.

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa kripto pada dasarnya dapat dikategorikan sebagai harta (māl mutaqawwam), yakni aset yang memiliki nilai ekonomi, dapat dimiliki, disimpan, dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Oleh karena itu, hukum dasar transaksi kripto pada prinsipnya adalah mubah atau diperbolehkan selama tidak melanggar prinsip-prinsip syariah.

Namun, Muhammadiyah menegaskan bahwa kebolehan tersebut bersifat bersyarat. Jika aset atau mekanisme transaksi kripto mengandung unsur riba, penipuan, perjudian, atau spekulasi berlebihan, maka hukumnya dapat berubah menjadi tidak diperbolehkan.

Dalam dokumen tersebut juga dijelaskan sejumlah aktivitas kripto yang dinilai diperbolehkan, antara lain investasi kripto di pasar spot, penggunaan kripto sebagai penyimpan nilai berbasis teknologi kriptografi, pemanfaatan utility token dalam ekosistem blockchain, governance token yang memberikan hak partisipasi dalam tata kelola proyek, serta airdrop kripto selama tidak melibatkan aktivitas yang melanggar prinsip syariah.

Menanggapi hal tersebut, Calvin mengatakan pandangan Muhammadiyah menjadi salah satu perkembangan positif yang dapat membantu memperluas pemahaman publik terhadap aset kripto, khususnya dari perspektif syariah.

“Kami melihat pandangan Muhammadiyah ini sebagai kontribusi penting dalam memperkaya pemahaman masyarakat mengenai aset kripto. Ini memberikan perspektif bahwa kripto tidak hanya dilihat dari sisi tren investasi, tetapi juga dari aspek utilitas, tata kelola, dan mekanisme transaksinya. Ke depan, edukasi dan literasi tetap menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memahami aset kripto secara lebih utuh dan bijak,” tutup Calvin.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dollar Melambung Tinggi, Wisatawan Domestik Kompak Incar Liburan di Dalam Negeri

0

Menjelang musim libur panjang lebaran tahun ini, terjadi pergeseran tren yang signifikan di kalangan wisatawan nusantara. Faktor utama yang mengubah peta perjalanan masyarakat Indonesia adalah ketidakstabilan ekonomi global yang menyebabkan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah tembus angka Rp 17.000. 

Para pelancong lokal kini kompak mengalihkan incaran liburan mereka ke berbagai destinasi domestik sebagai alternatif untuk bepergian ke destinasi internasional. Fenomena ini tidak hanya dipicu oleh mahalnya biaya liburan ke luar negeri akibat pelemahan Rupiah, tetapi juga diperparah oleh situasi geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah. 

Konflik yang masih berlanjut di sana turut menyumbang kekhawatiran dan menurunkan minat masyarakat untuk berpergian ke luar negeri. Situasi ini diperburuk dengan adanya laporan sejumlah maskapai penerbangan internasional yang gagal terbang atau mengalami penundaan, sehingga banyak wisatawan mancanegara (termasuk WNI) terjebak dan tidak bisa kembali ke negara asal sesuai jadwal. Kekacauan perjalanan internasional ini semakin menegaskan pilihan masyarakat untuk memilih liburan yang lebih aman, dekat, dan tentunya ramah di kantong di tengah tekanan ekonomi. 

Namun di tengah situasi tersebut, sektor pariwisata domestik justru melihat peluang. Berkurangnya minat masyarakat untuk bepergian ke luar negeri mendorong banyak wisatawan untuk kembali melirik destinasi di dalam negeri. Sejumlah destinasi unggulan Indonesia diperkirakan akan kembali ramai dikunjungi oleh wisatawan nusantara. Berikut beberapa destinasi yang menjadi pilihan favorit:

Bali

Pulau Dewata tetap menjadi destinasi favorit wisatawan lokal. Selain pantai dan budayanya yang mendunia, Bali dianggap sebagai “rumah kedua” bagi wisatawan yang ingin menikmati fasilitas berkelas internasional tanpa menghabiskan banyak waktu untuk mengurus paspor dan visa. Bali menawarkan berbagai jenis penginapan, mulai dari vila mewah hingga penginapan murah, dan penerbangan langsung dari berbagai kota di Indonesia. Ini membuat Bali pilihan yang paling masuk akal di tengah harganya.  

Yogyakarta

Kota pelajar ini tidak pernah kehilangan pesonanya. Kenaikan jumlah wisatawan lokal sudah terlihat sejak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) beberapa waktu lalu, dan tren ini diprediksi akan berlanjut hingga lebaran. Yogyakarta menawarkan paket liburan lengkap mulai dari wisata candi bersejarah seperti Borobudur dan Prambanan, petualangan alam di Gunung Merapi dan pantai-pantai selatan, hingga kuliner khas yang legendaris dengan harga yang tetap bersahabat. 

Bandung

Bagi masyarakat Jabodetabek dan sekitarnya, Bandung adalah destinasi liburan akhir pekan yang selalu menarik untuk dikunjungi. Udara sejuk, ragam kuliner kreatif, serta factory outlet yang mendagangkan busana bermerek dengan harga diskon menjadi magnet utama. Selain itu, banyaknya villa dan hotel dengan pemandangan indah di kawasan Lembang dan Dago Pakar menjadikan Bandung sebagai destinasi favorit untuk melepas penat dengan biaya yang terjangkau. 

Danau Toba

Menawarkan keindahan alam yang spektakuler, Danau Toba di Sumatera Utara telah lama dikenal sebagai salah satu destinasi alam paling memikat di Indonesia. Dikenal sebagai salah satu danau vulkanik terbesar di dunia, Danau Toba menawarkan panorama alam yang menenangkan, dengan Pulau Samosir yang terletak di tengahnya memiliki kaya akan budaya dan tradisi masyarakat Batak, menambah keunikan dalam pengalaman bagi setiap pengunjung. Destinasi ini menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Indonesia kelas dunia dengan biaya yang lebih ekonomis dibandingkan berwisata ke luar negeri. 

Bagi wisatawan yang ingin menikmati persona alam ini dengan lebih dekat, menginap di Marianna Resort & Convention Tuktuk Samosir dapat menjadi pilihan yang tepat. Terletak di kawasan Tuktuk di Pulau Samosir, resort ini menawarkan suasana yang tenang dengan pemandangan langsung ke Danau Toba. Lingkungannya yang dikelilingi alam membuat setiap momen terasa lebih santai.

Fenomena ini menjadi dorongan bagi industri pariwisata domestik untuk terus meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat upaya promosi. Di tengah berbagai ketidakpastian global, konsep “berlibur di negara sendiri” tidak lagi dianggap sekedar alternatif, melainkan telah berkembang menjadi pilihan utama yang praktis, cerdas, dan menyenangkan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tourism India Showcase 2026 Dorong Kolaborasi Pariwisata India–Indonesia

0

JAKARTA — Kedutaan Besar India di Jakarta menyelenggarakan Tourism India Showcase 2026 di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Acara ini mempertemukan pejabat pemerintah, pelaku industri pariwisata, asosiasi perjalanan, serta operator tur dari India dan Indonesia untuk membahas peluang kolaborasi sekaligus memperkuat konektivitas pariwisata antara kedua negara.

Dalam sambutan pembukaannya, Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty menekankan bahwa hubungan antara India dan Indonesia memiliki fondasi sejarah dan budaya yang sangat kuat, yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama pariwisata.

Ia menyoroti bahwa wisatawan India telah menjadi salah satu kontributor utama bagi sektor pariwisata Indonesia.

“Pada tahun lalu sekitar 735.000 wisatawan India berkunjung ke Indonesia, sebagian besar ke Bali. Pertanyaannya sekarang adalah bagaimana kita juga dapat mendorong lebih banyak wisatawan Indonesia untuk berkunjung ke India,” ujarnya.

Dubes Sandeep juga menekankan pentingnya peningkatan konektivitas penerbangan antara kedua negara.

“Pada Juli 2023 kita bahkan belum memiliki satu pun penerbangan langsung antara India dan Indonesia. Sekarang sudah ada beberapa penerbangan setiap hari, tetapi kita masih membutuhkan konektivitas yang lebih kuat, terutama antara ibu kota kedua negara,” katanya.

Ia juga menyebut bahwa India telah memberikan fasilitas e-visa gratis bagi wisatawan Indonesia hingga lima tahun, dan berharap Indonesia dapat mempertimbangkan kebijakan serupa untuk wisatawan India.

Pariwisata sebagai Jembatan Peradaban

Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa dalam pidato pembukaannya menegaskan bahwa pariwisata menjadi salah satu jembatan penting yang menghubungkan masyarakat kedua negara.

“Selama berabad-abad, Indonesia dan India telah terhubung melalui budaya, perdagangan, spiritualitas, dan pertukaran masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa India kini menjadi salah satu pasar wisata terbesar bagi Indonesia.

“Tahun 2025 Indonesia menerima lebih dari 734 ribu wisatawan dari India, menjadikan India salah satu kontributor utama bagi pariwisata kita,” katanya.

Namun demikian, ia menilai promosi destinasi Indonesia bagi wisatawan India masih perlu diperluas di luar Bali.

“Sebagian besar wisatawan India masih datang ke Bali. Kita ingin memperkenalkan destinasi lain seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, termasuk Borobudur, Bromo, dan Banyuwangi,” ujarnya.

Menurutnya, hubungan kedua negara bukan sekadar hubungan diplomatik, melainkan juga hubungan peradaban yang telah terjalin lama.

“Pariwisata bukan hanya tentang perjalanan, tetapi juga menjadi jembatan yang merayakan warisan bersama, harmoni budaya, dan saling menghormati antar peradaban,” tambahnya.

Digitalisasi Pariwisata

Thampy Koshy, Technical Advisor Kementerian Pariwisata India, menyoroti pentingnya digitalisasi dalam membangun ekosistem pariwisata yang lebih terintegrasi.

Menurutnya, wisatawan saat ini masih menghadapi kesulitan karena harus menggunakan banyak platform berbeda untuk merencanakan perjalanan.

“Saat ini wisatawan harus membuka banyak aplikasi atau platform yang berbeda, dan sering kali tidak semuanya dapat dipercaya. Hal ini membuat pengalaman merencanakan perjalanan menjadi rumit,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa ke depan diperlukan sistem digital terpadu yang memungkinkan wisatawan merencanakan seluruh perjalanan dalam satu platform.

“Seorang wisatawan seharusnya bisa membuka satu aplikasi, memilih berbagai opsi perjalanan, menyusun paket perjalanan, dan cukup menekan satu tombol untuk memesan semuanya,” kata Koshy.

Strategi Menarik Wisatawan Indonesia ke India

Panel pertama bertajuk “Incredible India: Opportunities for Collaborations in the Tourism Sector” dimoderatori oleh Duta Besar Sandeep Chakravorty.

Panel ini menghadirkan Arie Prasetyo, Sekretaris Deputi Bidang Industri dan Investasi Kementerian Pariwisata Indonesia; Pauline Suharno, President ASTINDO; Atul Gogna dari BCG Consultancy; Amit Kumar dari Shashi Travels & Tours; Ankit Kumar dari Magadh Travels & Tours; serta Hendro Tan, Country Head OYO Indonesia.

Dalam diskusi tersebut, konektivitas penerbangan disebut sebagai faktor utama dalam meningkatkan arus wisatawan antara kedua negara.

“Aturan paling dasar dalam pariwisata adalah konektivitas udara. Ketika jumlah penerbangan meningkat, jumlah wisatawan juga akan meningkat secara langsung,” ujar Atul Gogna.

Ia juga menilai promosi pariwisata perlu difokuskan pada destinasi tertentu terlebih dahulu agar lebih efektif.

“Jangan mencoba mempromosikan seluruh India sekaligus. Pilih satu atau dua destinasi utama, seperti Agra atau Kashi, lalu promosikan secara kuat,” katanya.

Sementara itu, Pauline Suharno menekankan bahwa promosi pariwisata harus dilakukan secara konsisten agar dapat membangun minat pasar.

“Promosi tidak bisa dilakukan hanya sekali. Untuk membangun permintaan pasar biasanya membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perubahan perilaku wisatawan Indonesia setelah pandemi.

“Wisatawan Indonesia kini lebih sering melakukan perjalanan keluarga lintas generasi, membawa kakek-nenek, orang tua, hingga anak-anak dalam satu perjalanan,” katanya.

Dalam diskusi tersebut juga muncul potensi pengembangan medical tourism ke India yang menawarkan layanan kesehatan dengan biaya lebih terjangkau.

“India memiliki teknologi medis yang maju dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, namun masih ada kekhawatiran wisatawan mengenai aspek kebersihan dan keamanan,” ujar Ankit Kumar.

Potensi Destinasi Indonesia bagi Wisatawan India

Panel kedua bertajuk “Wonderful Indonesia: An Outlook of Indonesian Tourism Industry 2026 and Beyond” dimoderatori oleh Manoj Bhat, Honorary Consul of India di Surabaya.

Diskusi ini menghadirkan Hanung Triyono, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah; Heli Suyanto, Wakil Wali Kota Batu; Sachin Gopalan, Founder Indonesia Economic Forum; Hairani Tarigan, Vice Secretary General ASITA; Yohanes Susanto, Ketua ASPPI; Mardijono Nugroho, Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur; serta Evy Afianasari, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur.

Hanung Triyono menekankan bahwa Jawa Tengah memiliki hubungan historis yang kuat dengan India melalui warisan budaya dan agama.

“Jawa Tengah menunjukkan kuatnya hubungan sejarah antara Indonesia dan India, yang tercermin dari keberadaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto mempromosikan Kota Batu sebagai destinasi wisata yang menawarkan kombinasi wisata alam dan buatan.

“Kota Batu dikenal sebagai kota wisata sejak zaman Belanda, bahkan pernah dijuluki ‘Little Switzerland of East Java’,” katanya.

Sachin Gopalan menyoroti potensi festival tourism sebagai strategi untuk menarik wisatawan internasional.

“Festival dapat menarik pengunjung dari berbagai negara. Contohnya Java Jazz Festival yang mampu mendatangkan puluhan ribu pengunjung,” ujarnya.

Ia juga mengusulkan pengembangan festival seni pertunjukan yang melibatkan Indonesia dan India untuk memperkuat pertukaran budaya.

Sementara itu, Evy Afianasari menekankan potensi Jawa Timur sebagai bagian dari paket perjalanan wisata yang terintegrasi.

“Wisatawan India sangat tertarik pada paket perjalanan yang menghubungkan Bali, Jawa Timur, dan Yogyakarta dalam satu perjalanan,” ujarnya.

Memperkuat Kemitraan Pariwisata

Melalui forum ini, pemerintah dan pelaku industri dari kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama pariwisata, meningkatkan konektivitas perjalanan, serta membuka peluang kolaborasi baru dalam mempromosikan destinasi wisata India dan Indonesia kepada pasar yang lebih luas.

Dengan potensi wisata budaya, spiritual, alam, hingga kesehatan yang dimiliki kedua negara, kerja sama pariwisata India dan Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan arus wisatawan, tetapi juga memperkuat hubungan masyarakat dan pertukaran budaya antara kedua bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Mobilitas Ramadan Meningkat, LRT Jabodebek Perbolehkan Penumpang Berbuka Puasa Saat Perjalanan

0

LRT Jabodebek mencatat peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan dan memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk berbuka puasa di kereta dan stasiun.

Mobilitas masyarakat selama bulan Ramadan terus menunjukkan peningkatan. LRT Jabodebek mencatat jumlah pengguna harian mencapai lebih dari 120 ribu penumpang, mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat yang memanfaatkan transportasi publik untuk beraktivitas selama bulan suci.

Seiring dengan tingginya mobilitas tersebut, LRT Jabodebek menghadirkan layanan ramah Ramadan dengan memperbolehkan penumpang berbuka puasa secara sederhana saat berada di dalam kereta maupun di area stasiun.

Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan kebijakan ini diberikan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang masih berada dalam perjalanan ketika waktu berbuka tiba.

“Selama Ramadan, banyak pengguna yang masih berada dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa, khususnya pada jam pulang kerja. Oleh karena itu LRT Jabodebek memberikan keleluasaan bagi penumpang untuk berbuka puasa secara sederhana di dalam kereta maupun di area stasiun,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa peningkatan mobilitas masyarakat selama Ramadan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Untuk itu, LRT Jabodebek memastikan kesiapan operasional mulai dari sarana, prasarana, hingga petugas layanan guna memastikan perjalanan pengguna tetap aman dan nyaman.

Meski diperbolehkan berbuka puasa selama perjalanan, LRT Jabodebek tetap mengimbau penumpang agar menjaga kebersihan dan kenyamanan bersama dengan mengonsumsi makanan atau minuman ringan serta tidak meninggalkan sampah di dalam kereta maupun area stasiun.

Melalui layanan ini, LRT Jabodebek berharap masyarakat tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman sekaligus menikmati perjalanan menggunakan transportasi publik yang aman, tertib, dan efisien.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES