Beranda blog

Dukung Transformasi Holding Perkebunan Nusantara, PT KPBN Perkuat “Innovation Culture” Melalui Culture Booster

0

Jakarta — PT KPBN kembali menggelar kegiatan Culture Booster sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat implementasi 7 Pilar Budaya Perusahaan di lingkungan kerja. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 30 Januari 2026, bertempat di Ruang Learning Corner Kantor Pusat Jakarta dan diikuti secara daring oleh karyawan di luar Jakarta melalui Zoom Meeting.

Mengusung tema “Innovation Culture”, kegiatan ini menghadirkan Hanadi Eko Fitriadi, Kepala Sub Bagian Teknologi Informasi (TI) PT KPBN, sebagai narasumber dalam sesi berbagi pengetahuan dan pengalaman.

Dalam pemaparannya, Hanadi Eko Fitriadi menekankan pentingnya budaya inovasi dalam merespons dinamika tantangan bisnis yang semakin kompleks. Ia juga mendorong seluruh karyawan untuk terus adaptif, kolaboratif, serta terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dalam proses kerja sehari-hari. Menurutnya, budaya inovasi merupakan salah satu kunci utama dalam membangun organisasi yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Kegiatan Culture Booster ini diwajibkan bagi seluruh karyawan PT KPBN sebagai wujud komitmen bersama dalam menginternalisasi nilai-nilai budaya perusahaan. Melalui program ini, diharapkan seluruh insan KPBN semakin memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai budaya kerja secara konsisten di unit kerja masing-masing.

Sejalan dengan arah transformasi dan penguatan budaya yang dijalankan oleh Holding Perkebunan Nusantara (PT Perkebunan Nusantara III (Persero)), PT KPBN berkomitmen untuk terus membangun budaya kerja yang progresif, adaptif, dan berkelanjutan guna mendukung kinerja dan daya saing perusahaan dalam ekosistem PTPN Group.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dukung Pemerintah Kabupaten Jadikan Kota Industri dan Perdagangan, BRI Finance Lebarkan Sayap di Kudus

0

Kudus, 5 Februari 2026 – Kudus, salah satu kabupaten di pantai utara Jawa Tengah, dikenal dengan tradisi kewirausahaan yang kuat dan semangat inovatif masyarakatnya. Filosofi lokal “Gusjigang” atau akronim dari baGUS akhlaknya, pandai ngaJI, dan pintar daGANG, menjadi simbol nilai-nilai etos kerja, pendidikan, dan perdagangan yang melekat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kudus. Tradisi kewirausahaan ini menjadikan Kudus sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi penting di Jawa Tengah, didukung oleh sektor industri pengolahan yang terus berkembang serta ribuan pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung aktivitas perdagangan dan produksi lokal.

Dari perspektif kinerja ekonomi, Kudus menempati posisi strategis dalam perekonomian Jawa Tengah. Sepanjang empat tahun terakhir (2017–2020), kabupaten ini secara konsisten berada di jajaran tiga besar wilayah penopang ekonomi provinsi, di bawah Kota Semarang dan di atas Cilacap. Laporan “Provinsi Jawa Tengah Dalam Angka 2021” (halaman 913) mencatat Kudus berhasil naik ke posisi kedua, dengan kontribusi PDRB sebesar 8,10 persen, sementara Kota Semarang berada di urutan pertama dengan 14,05 persen, dan Cilacap 7,80 persen. Ketiga wilayah ini dominan ditopang oleh sektor industri pengolahan, yang menunjukkan kekuatan Kudus sebagai salah satu pusat industri dan perdagangan utama di Jawa Tengah.

Melihat potensi tersebut, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) lebarkan sayap dengan secara resmi membuka Kantor Cabang di Kudus pada Rabu, 4 Februari 2026. Kehadiran kantor cabang ini bertujuan untuk memperluas layanan pembiayaan bagi masyarakat dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat sinergi dengan BRI Group, dealer, asuransi, dan mitra lainnya di area Kudus dan sekitarnya. Kantor Cabang BRI Finance Kudus ini berlokasi strategis di Ruko Sudirman Square A6, Jl. Jend. Sudirman No.101.

Peresmian kantor cabang BRI Finance Kudus ini dihadiri oleh Direktur Utama BRI Finance, Wahyudi Darmawan, beserta jajaran manajemen BRI setempat, mitra dealer dan asuransi, serta perwakilan perusahaan anak BRI Group. Dalam sambutannya, Wahyudi menekankan, “Kehadiran BRI Finance di Kudus adalah bagian dari komitmen dan strategi perusahaan sebagai single gateway auto loan BRI untuk memberikan layanan pembiayaan yang tepat, dekat dengan pelaku usaha, baik perusahaan maupun UMKM sehingga diharapkan dapat mendorong peningkatan akses pembiayaan bagi seluruh sektor usaha, memperkuat kontribusi ekonomi lokal, dan mendukung Kudus sebagai wilayah industri dan perdagangan yang terus berkembang dan berdaya saing serta tentunya mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat dan stakeholder. Dan yang paling penting kehadiran BRI Finance di wilayah Kudus sebagai lembaga jasa keuangan non bank yang berizin dan diawasi OJK ini diharapkan mampu mendorong masyarakat untuk akses permodalan formal agar terhindar dari jebakan pinjaman online ilegal maupun rentenir”.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 2 Bandung Pastikan Keselamatan Perjalanan dan Pelayanan Penumpang Terjamin dengan Baik

0

Bandung (Jawa Barat), 05 Februari 2026, Manajemen PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung melakukan kegiatan periksa lintas di wilayah Daop 2 Bandung. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Executive Vice President (EVP) KAI Daop 2 Bandung, Hendra Wahyono bersama jajaran Manajemen KAI Daop 2 Bandung, sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memastikan keselamatan perjalanan kereta api serta peningkatan kualitas pelayanan kepada para pelanggan.

Periksa lintas tersebut dilaksanakan dengan memeriksa berbagai fasilitas pendukung operasional kereta api, mulai dari prasarana jalan rel, jembatan, sinyal, wesel, hingga fasilitas peralatan operasional kereta api di stasiun. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengawasan rutin manajemen untuk memastikan seluruh aspek keselamatan dan pelayanan berada dalam kondisi optimal.

EVP KAI Daop 2 Bandung Hendra Wahyono menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan prioritas utama perusahaan. Oleh karena itu, pengecekan langsung di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan standar keselamatan diterapkan secara konsisten di seluruh lintas operasional.

Selain aspek keselamatan, periksa lintas ini juga difokuskan pada kesiapan pelayanan penumpang. Manajemen melakukan peninjauan terhadap fasilitas pelayanan di stasiun-stasiun, termasuk kebersihan, kenyamanan ruang tunggu, kejelasan informasi perjalanan, serta kesiapan petugas dalam melayani pelanggan.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen juga melakukan dialog langsung dengan para petugas di lapangan, mulai dari petugas prasarana, petugas operasional, hingga petugas pelayanan. Hal ini dilakukan untuk menyerap masukan, mengidentifikasi potensi kendala, serta memastikan setiap petugas memahami peran pentingnya dalam menjaga keselamatan dan pelayanan.

Hendra Wahyono menyampaikan bahwa keterlibatan langsung manajemen dalam periksa lintas diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan seluruh jajaran, sekaligus memperkuat budaya keselamatan di lingkungan KAI Daop 2 Bandung.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh perjalanan kereta api di wilayah Daop 2 Bandung berjalan dengan aman, selamat, dan tepat waktu. Selain itu, pelayanan kepada pelanggan harus terus ditingkatkan agar perjalanan dengan kereta api semakin nyaman dan berkesan,” ujar Hendra Wahyono.

Melalui kegiatan periksa lintas ini, KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan komitmen KAI dalam menghadirkan layanan transportasi massal yang aman, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan.

KAI Daop 2 Bandung juga mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mendukung keselamatan perjalanan kereta api dengan mematuhi aturan yang berlaku serta menjaga ketertiban selama berada di area stasiun maupun di atas kereta.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Daop 1 Jakarta Jalin Kerja Sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta untuk Penanganan Permasalahan Hukum Aset

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta terkait Penanganan Permasalahan Hukum di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (5/2), bertempat di The Westin, Jakarta.

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh EVP Daop 1 Jakarta Wahyu Cahyono dan Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta Patris Yusrian Jaya, serta dihadiri oleh Asisten Perdata dan Tata Usaha Negara Nur Elina Sari, Asisten Intelijen Hutamrin, Asisten Tindak Pidana Umum Sjafrianto Zuriat Putra, Asisten Tindak Pidana Khusus Nauli Rahim Siregar, serta Asisten Pemulihan Aset Suroto.

Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan salah satu langkah strategis KAI dalam upaya penyelamatan dan penanganan aset perusahaan yang bermasalah, khususnya yang berada di wilayah kerja Daop 1 Jakarta. Melalui sinergi ini, KAI berharap proses penyelesaian permasalahan hukum dapat dilakukan secara lebih optimal, profesional, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sebelumnya, KAI juga telah beberapa kali menjalin kerja sama dengan Kejaksaan Negeri di wilayah Jakarta dalam rangka penyelesaian permasalahan aset. Beberapa di antaranya adalah penanganan aset KAI di Kawasan Pecenongan, Kawasan Kramat, dan sejumlah lokasi lainnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta, Patris Yusrian Jaya, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk sinergi yang sangat baik antara Kejati dengan KAI sebagai salah satu BUMN. Menurutnya, sebagai BUMN yang legendaris, KAI memiliki aset yang tersebar luas di seluruh wilayah kerjanya, termasuk di wilayah Daerah Khusus Jakarta, sehingga aset-aset tersebut harus diselamatkan dan dijaga pemanfaatannya.

“Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta siap mendukung dan membantu KAI dalam menjaga serta mengamankan aset-aset tersebut,” ujarnya.

Sementara itu, EVP Daop 1 Jakarta Wahyu Cahyono menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi wujud komitmen KAI dalam menjaga dan mengamankan aset negara yang dikelola perusahaan.

“Kami menyadari bahwa pengelolaan aset KAI, khususnya di wilayah Daop 1 Jakarta, memiliki tantangan yang cukup kompleks. Melalui kerja sama dengan Kejati Daerah Khusus Jakarta, kami berharap penanganan permasalahan hukum di bidang perdata dan tata usaha negara dapat berjalan lebih efektif, sehingga aset KAI dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Dengan adanya perjanjian kerja sama ini, KAI Daop 1 Jakarta optimistis upaya pengamanan dan penertiban aset perusahaan dapat terus ditingkatkan secara berkelanjutan melalui kolaborasi yang solid dengan aparat penegak hukum.

Franoto WIbowo

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Proyek EV Baterai Grup MIND ID Ciptakan Nilai Tambah Hingga 100 Kali Lipat

0

JAKARTA – Pengembangan proyek ekosistem baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) terintegrasi yang digarap Grup MIND ID dinilai mampu menciptakan nilai tambah hingga 100 kali lipat bagi perekonomian nasional

Indonesia akan mampu masuk ke tahap industri midstream dan downstream baterai yang akan mampu memberi dampak positif bagi berbagai sektor manufaktur energi hijau dan kendaraan hijau.

Peneliti Senior Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Evvy Kartini mengatakan, nilai tambah terbesar tidak berada pada tahap pengolahan awal mineral, melainkan pada sektor manufaktur di mana Indonesia mampu memproduksi prekursor, material katoda, hingga baterai.

“Kalau kita berhenti di tahap MHP, nilai tambahnya hanya sekitar 5 sampai 10 kali. Tapi kalau sudah masuk ke produksi katoda, nilainya bisa naik sampai 50 kali. Dan ketika menjadi baterai, nilai tambahnya bisa lebih dari 100 kali,” ujar Evvy.

Evvy melanjutkan proyek ekosistem baterai terintegrasi yang dikembangkan Grup MIND ID melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) dan Indonesia Battery Corporation (IBC), bersama mitra strategis global, menjadi momentum penting transformasi ekonomi Indonesia.

Indonesia memiliki keunggulan rantai pasok pengolahan mineral yang lengkap dari hulu sampai hilir, dan mampu dioptimalkan untuk membangun ekosistem industri baterai.

Nikel bisa mengolah jadi material katoda, memproduksi baterai, bahkan sampai mengembangkan daur ulang, sehingga mampu memberi dampak yang optimal bagi perekonomian Indonesia.

“Nilai ekonomi terbesar itu ada di midstream dan downstream. Di situlah industri, lapangan kerja, dan penguasaan teknologi bisa tumbuh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Evvy menilai baterai berbasis nikel atau nickel manganese cobalt (NMC) perlu menjadi fokus utama pengembangan industri nasional, mengingat bahan bakunya berasal dari dalam negeri dan memiliki kepadatan energi lebih tinggi.

Ia juga menyoroti pentingnya kebijakan insentif kendaraan listrik dari pemerintah yang sejalan dengan agenda hilirisasi.

“Pasar itu harus diciptakan lewat kebijakan. Kalau kendaraan berbasis NMC diberi insentif, industrinya akan tumbuh. Ini penting untuk memastikan proyek hilirisasi berjalan berkelanjutan,” jelasnya.

Evvy optimistis, dengan dukungan kebijakan yang konsisten dan eksekusi proyek yang terintegrasi, pengembangan ekosistem baterai nasional untuk meningkatkan daya saing industri

“Ini momentum emas bagi Indonesia. Tinggal bagaimana kita memastikan seluruh rantai nilainya benar-benar dibangun di dalam negeri,” pungkasnya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

SUCOFINDO Perkuat Tata Kelola Transportasi Publik melalui Sertifikasi ISO 37001 dan ISO/IEC 27001 untuk LRT Jakarta

0

Jakarta, (5/2) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menegaskan perannya sebagai lembaga sertifikasi nasional dalam memperkuat tata kelola transportasi publik melalui penyerahan Sertifikat ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan dan ISO/IEC 27001:2022 Sistem Manajemen Keamanan Informasi kepada LRT Jakarta. Sertifikat tersebut diserahkan oleh Kepala Divisi Regional Barat PT SUCOFINDO (PERSERO), Ambar Prawidiyanto, kepada Direktur Utama LRT Jakarta, Roberto Akyuwen, di Kawasan Depo LRT Jakarta.

Ambar Prawidiyanto, menegaskan bahwa proses sertifikasi dilakukan secara independen dan objektif sesuai dengan standar internasional yang berlaku.

“Sebagai lembaga sertifikasi, SUCOFINDO memastikan seluruh tahapan audit dan sertifikasi dilaksanakan secara profesional, objektif, dan independen. Pemberian Sertifikat ISO 37001:2016 dan ISO/IEC 27001:2022 ini mencerminkan keseriusan LRT Jakarta dalam memenuhi persyaratan standar internasional, baik dalam penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan maupun Sistem Manajemen Keamanan Informasi,” ujar Ambar Prawidiyanto.

Ambar Prawidiyanto menambahkan bahwa penerapan kedua standar tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun tata kelola perusahaan yang berintegritas serta memperkuat perlindungan terhadap aset informasi.

“Standar ISO 37001 membantu organisasi memperkuat sistem pencegahan terhadap risiko suap, gratifikasi, fraud, konflik kepentingan, serta risiko hukum dan reputasi. Sementara ISO/IEC 27001 memastikan pengelolaan keamanan informasi dilakukan secara sistematis berbasis prinsip kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan data,” lanjutnya.

Roberto Akyuwen, menyampaikan apresiasinya atas proses sertifikasi yang dilakukan oleh PT SUCOFINDO (PERSERO) serta menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga integritas dan kepercayaan publik.

“Penerapan ISO 37001:2016 dan ISO/IEC 27001:2022 merupakan wujud komitmen nyata LRT Jakarta dalam menjalankan tata kelola perusahaan yang transparan, berintegritas, dan bertanggung jawab. Sebagai penyelenggara layanan transportasi publik, kami menyadari bahwa kepercayaan masyarakat adalah fondasi utama. Karena itu, seluruh proses bisnis kami kelola secara profesional dan sesuai standar internasional,” tuturnya.

Roberto Akyuwen menambahkan bahwa penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) dilakukan secara menyeluruh melalui komitmen seluruh insan LRT Jakarta, penyusunan kebijakan dan prosedur anti penyuapan, pelatihan dan sosialisasi bagi insan LRT Jakarta serta mitra kerja, penyediaan saluran pelaporan pelanggaran (whistleblowing system), serta penguatan pengendalian internal dan evaluasi berkala. Sementara itu, penerapan ISO/IEC 27001:2022 memastikan keamanan data operasional dan data pelanggan di tengah percepatan transformasi digital.

Sebagai perusahaan jasa di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam mendampingi para mitra menerapkan standar internasional secara konsisten. Komitmen tersebut diwujudkan melalui berbagai layanan jasa, seperti pengujian sarana dan prasarana transportasi, inspeksi dan verifikasi teknis, audit dan sertifikasi sistem manajemen, penilaian kesesuaian, pengujian keselamatan dan keandalan operasional, hingga layanan konsultasi peningkatan mutu dan kepatuhan regulasi. Dukungan ini bertujuan untuk memastikan layanan transportasi yang aman, andal, berkelanjutan, serta selaras dengan praktik terbaik internasional.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Open Network: Paradigma Baru untuk Ekonomi Digital yang Inklusif

0

Oleh: Sandeep Chakravorty, Duta Besar India untuk Indonesia

Sebuah berita terbaru di Jakarta Post mengenai para penjual e-commerce di Indonesia yang harus menghadapi kenaikan biaya platform menarik perhatian saya. Berita itu juga mengingatkan saya pada sebuah komitmen bilateral antara India dan Indonesia.

Dalam kunjungan Presiden Prabowo ke India pada Januari 2025 atas undangan Perdana Menteri Modi, kedua pemimpin menegaskan komitmen untuk mempercepat kerja sama di berbagai bidang seperti Infrastruktur Publik Digital (Digital Public Infrastructure/DPI) untuk pertumbuhan inklusif dan penanganan tantangan global, serta menyatakan keyakinan bahwa kekuatan teknologi baru dapat dimanfaatkan secara optimal.

Menindaklanjuti arahan dari para pemimpin kita, sebuah inisiatif terobosan dalam bentuk Indonesia Open Network (ION) akan segera merevolusi cara e-commerce dijalankan di negara ini.

Secara global, terdapat pergeseran nyata dalam arsitektur digital—menjauh dari platform tertutup menuju infrastruktur publik yang terbuka dan saling terhubung (interoperable). Seperti yang ditunjukkan India melalui dokumen identitas unik Aadhaar, United Payment Interface (UPI) untuk pembayaran digital, serta Open Network for Digital Commerce (ONDC), fase berikutnya dari globalisasi digital bukanlah tentang mengekspor perusahaan atau produk digital, melainkan membangun “rel” digital yang memungkinkan persaingan, inklusi, dan inovasi.

ION merepresentasikan lompatan Indonesia ke dalam paradigma baru ini, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai pemimpin di antara negara-negara berkembang yang memilih keterbukaan dibandingkan konsentrasi. Di tengah dunia yang bergulat dengan dominasi platform, meningkatnya biaya bagi usaha kecil, dan pasar digital yang terfragmentasi, jaringan perdagangan terbuka menawarkan alternatif yang dapat direplikasi dan relevan secara global.

Terdapat dua model e-commerce yang beroperasi: gudang (warehouse) atau marketplace, yang masing-masing dapat menggunakan arsitektur digital tertutup atau terbuka. Sebagian besar platform yang kita kenal, termasuk merek e-commerce global besar dan bahkan yang ada di Indonesia, merupakan platform tertutup terlepas dari apakah mereka menggunakan model gudang atau marketplace.

E-commerce model gudang adalah platform yang memiliki produk sendiri dan mengirimkannya langsung kepada pelanggan. Sementara itu, marketplace menampilkan produk dari lebih banyak peserta, dengan platform berperan sebagai koordinator.

Sebagian besar platform global merupakan model gudang, di mana mereka melakukan pengadaan dan distribusi produk. Sebagian lainnya merupakan marketplace, terutama di negara berkembang, karena regulasi lokal tidak mengizinkan model gudang beroperasi, sebab dapat mengkanibalisasi pelaku usaha kecil dan menengah.

Baik gudang maupun marketplace, perusahaan e-commerce global umumnya menggunakan arsitektur tertutup untuk mengikutsertakan pembeli dan penjual, serta memperoleh pendapatan melalui komisi dan biaya berlangganan. Mereka juga menggunakan algoritma untuk menonjolkan barang dan jasa yang memberikan margin keuntungan lebih tinggi bagi mereka.

Sebaliknya, jaringan terbuka bukanlah sebuah platform, melainkan jaringan dari berbagai platform—berbasis jaringan (network-centric).

Dengan pemanfaatan teknologi, pembeli dan penjual dapat saling terlihat satu sama lain. Aplikasi pembeli dan aplikasi penjual dapat saling terhubung dan saling beroperasi (interoperable) melalui jaringan ION, yang dikelola oleh sebuah perusahaan perantara kecil nirlaba. Biaya untuk bergabung rendah dan pelanggan tidak perlu membayar biaya berlangganan.

Model ini memungkinkan toko-toko kecil, seperti warung, untuk mengakses basis pelanggan nasional, sehingga menciptakan ekosistem luas di mana perdagangan dapat berlangsung dari siapa saja kepada siapa saja.

Biaya bagi penjual lebih rendah karena komisi berkisar 2–4%, dibandingkan 18–30% yang biasanya dikenakan oleh agregator makanan besar dan platform e-commerce. Jaringan ini memperkuat pengantaran hiper-lokal (hyperlocal delivery), memperpendek waktu pengiriman, serta mendorong penciptaan lapangan kerja lokal.

Sebagai protokol terbuka berbasis Beckn, model ini memungkinkan seorang pembeli pada satu aplikasi membeli dari penjual pada aplikasi lain—sesuatu yang tidak diizinkan oleh model yang berpusat pada platform.

ONDC India adalah inisiatif nirlaba yang didukung pemerintah dan dirancang untuk mendemokratisasi e-commerce dengan beralih dari model yang berpusat pada platform menuju jaringan terbuka. ONDC dibentuk sebagai respons terhadap kecenderungan monopolisasi oleh platform e-commerce besar. ONDC beroperasi sebagai seperangkat spesifikasi, bukan sebagai platform itu sendiri, dengan tujuan mengurangi dominasi raksasa e-commerce dan memberdayakan usaha kecil dan menengah (MSME).

Dalam kasus India, lebih dari 12 juta penjual menggantungkan hidup dengan menjual atau menjual kembali produk dan layanan. Namun, hanya sebagian kecil dari mereka yang telah memanfaatkan e-commerce. Misi ONDC adalah meningkatkan penetrasi e-commerce secara drastis dengan memungkinkan inklusi berskala populasi bagi penjual dari berbagai jenis dan ukuran. Hingga akhir 2025, ONDC telah menyebar ke 600 kota di India dan mengikutsertakan hampir satu juta penjual.

Dalam perjalanannya, ONDC menghadapi berbagai tantangan, termasuk kritik dari platform-platform besar yang telah terganggu oleh keberadaannya. Karena ONDC memisahkan layanan (aplikasi pembeli, aplikasi penjual, dan penyedia logistik berdiri terpisah), akuntabilitas atas pengiriman yang gagal, salah, atau rusak dapat menjadi tidak jelas. Tantangan-tantangan ini diatasi melalui pelatihan dan peningkatan kesadaran, dan dua tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan dramatis dalam standar layanan.

Terinspirasi oleh ONDC, Indonesia Open Network (ION) dirancang untuk memberikan peluang yang lebih besar bagi penjual dalam ekosistem e-commerce. Perdagangan digital Indonesia berkembang pesat dan kini mewakili sekitar 31,9% dari penjualan ritel—lebih tinggi dibandingkan banyak negara tetangga ASEAN dan kompetitif dengan pasar maju. Nilainya diproyeksikan meningkat menjadi sekitar US$ 194 miliar pada tahun 2030, dari tingkat pra-Covid sekitar US$ 25 miliar. Sekitar 67% volume e-commerce berasal dari perangkat seluler.

ION dimaksudkan untuk mendemokratisasi e-commerce dan meningkatkan penetrasinya di seluruh Nusantara. Kesadaran juga semakin meningkat bahwa perdagangan digital bukan lagi sekadar isu bisnis: melainkan inti dari rantai pasok, ekspor MSME, inklusi keuangan, dan stabilitas sosial.

Dengan memungkinkan usaha kecil berpartisipasi dalam perdagangan digital melalui jaringan terbuka, ION memperkuat ekonomi domestik Indonesia sekaligus membangun fondasi bagi perdagangan terbuka lintas negara di ASEAN dan mitra dagang lainnya termasuk India dalam kawasan Indo-Pasifik yang lebih luas.

ION dapat menjadi instrumen strategis bagi Indonesia karena menjembatani kesenjangan digital, meningkatkan kepercayaan pada pasar digital, dan memperkuat tatanan digital berbasis aturan yang inklusif dan selaras dengan nilai-nilai demokrasi.

Dengan peluncuran dan peningkatan skala ION, India dan Indonesia akan muncul sebagai arsitek bersama Masa Depan Digital Global Selatan. Ini bukan tentang transfer pengetahuan, melainkan penciptaan bersama (co-creation). Jika India adalah negara pertama yang memperkenalkan Open Network for Digital Commerce, Indonesia dapat menjadi pengadopsi tercepat dari jaringan terbuka, karena Indonesia bersiap mengikutsertakan jutaan MSME yang penuh ide serta produk dan layanan inovatif, tetapi belum memiliki sarana terjangkau untuk membawa ide tersebut ke pasar.

 

ION merupakan jawaban Indonesia atas tantangannya sendiri, yang disesuaikan dan dibangun untuk mencerminkan kondisi unik Indonesia, geografi, basis MSME, serta lingkungan regulasinya.

Hal ini menandakan kemitraan India–Indonesia yang lebih dalam di mana dua demokrasi besar di Global Selatan secara kolaboratif membentuk barang publik digital yang dapat menginspirasi ASEAN, Afrika, dan Amerika Latin. ION membuktikan bahwa kerja sama Selatan–Selatan dapat menghasilkan infrastruktur digital kelas dunia tanpa ketergantungan pada Big Tech atau model yang bersifat eksploitatif.

Hari ini, ketika ION diluncurkan di Indonesia dengan dukungan sektor publik dan perusahaan swasta, ION menjadi studi kasus DPI global yang memberikan peluang bagi pertumbuhan inklusif sejalan dengan tujuan Asta Cita Presiden Prabowo.

Mudah untuk membayangkan Koperasi Merah Putih atau rantai pasok yang terlibat dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memperoleh manfaat dari ION.

India dengan senang hati menjadi mitra dalam inisiatif yang dapat menjadi simbol abadi kepemimpinan bersama India–Indonesia dalam ekonomi digital.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Peran PTPN IV PalmCo dalam Relokasi Warga Batangtoru

0

Tapanuli Selatan — Pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, terus menunjukkan kemajuan signifikan. Program yang dilaksanakan melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dan PT PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara tidak hanya bergerak cepat, tetapi juga dirancang sebagai solusi jangka panjang yang berkelanjutan bagi masyarakat terdampak.

Progres pembangunan tersebut mendapat apresiasi dari BenihBaik.com, platform kolaborasi kemanusiaan. Founder BenihBaik.com, Andi F. Noya, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah dan PTPN IV sebagai model penanganan pascabencana yang melampaui pola bantuan konvensional.

“Yang dibangun di sini bukan sekadar tempat berteduh sementara, tetapi fondasi kehidupan yang bermartabat. Ini bisa menjadi standar baru penanganan terpadu pascabencana,” ujar Andi saat meninjau lokasi pembangunan huntap di Batangtoru, awal pekan lalu.

Peninjauan tersebut turut dihadiri Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu dan Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau langsung pembangunan huntap di kawasan Kebun Hapesong, lahan perkebunan negara yang dialokasikan PTPN IV untuk relokasi warga.

Sebagai bentuk komitmen korporasi di bawah naungan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menyediakan total sekitar 30 hektare lahan di sejumlah titik strategis di Batangtoru untuk mendukung pembangunan huntap dan huntara. Salah satunya berada di Afdeling II Kebun Hapesong seluas lima hektare, yang tengah dibangun 227 unit huntap bagi warga Desa Hapesong Baru dan Batu Godang. Hingga akhir Januari, progres pembangunan kawasan tersebut telah mencapai sekitar 30 persen.

Kawasan hunian ini dirancang sebagai lingkungan terpadu dengan fasilitas pendukung, seperti masjid, balai desa, dan lapangan olahraga. Sementara itu, di Afdeling I Kebun Hapesong, PTPN IV juga menyiapkan lahan lima hektare sebagai zona huntara untuk menampung warga selama masa transisi.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyampaikan bahwa penyediaan lahan oleh PTPN IV menjadi faktor kunci percepatan relokasi warga dari lokasi rawan bencana. “Kami terus mendorong percepatan agar warga bisa segera meninggalkan pengungsian. Dukungan PTPN IV sangat signifikan, mulai dari pembukaan rumah dinas untuk pengungsian awal hingga penyediaan lahan permanen,” ujarnya.

Selain pembangunan fisik, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian kepada warga terdampak setiap bulan guna menjamin kebutuhan dasar selama proses pembangunan berlangsung. Target kontrak pembangunan huntap dijadwalkan selesai pada April 2026, meskipun Pemkab Tapsel terus mendorong agar penyelesaian dapat dilakukan lebih cepat.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menegaskan bahwa komitmen perusahaan, sejalan dengan arahan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), tidak berhenti pada penyediaan lahan dan rumah semata. Pemulihan sosial dan ekonomi warga menjadi bagian penting dari agenda pascarelokasi.

“Huntap dan huntara ini adalah simbol kebangkitan bersama. Setelah warga menempati hunian baru, kami juga menyiapkan program pemberdayaan dan pembinaan ekonomi agar masyarakat bisa kembali mandiri dan produktif,” kata Jatmiko.

Sinergi antara pemerintah daerah, BUMN, dan elemen masyarakat sipil tersebut dinilai memberi harapan baru bagi penyintas bencana di Batangtoru. Bagi BenihBaik.com, kolaborasi ini menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana dapat dilakukan secara lebih manusiawi, terencana, dan berkelanjutan, bukan sekadar respons darurat, melainkan investasi sosial untuk masa depan warga.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Tiket H-2 Lebaran Jadi Favorit, KAI Divre I Sumut Ajak Masyarakat Rencanakan Mudik Lebih Awal

0

PT Kereta Api
Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara mencatat hingga Kamis
(5/2), sebanyak 3.263 tiket kereta api reguler telah dipesan untuk periode
perjalanan 11 hingga 22 Maret 2026, dengan KA Putri Deli dan KA Sribilah Utama
sebagai pilihan utama. Dari data tersebut, keberangkatan tanggal 19 Maret 2026
atau H-2 Lebaran menjadi jadwal yang paling diminati oleh masyarakat.

 

Plt. Manager
Humas Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo mengatakan, meskipun pemesanan pada
tanggal favorit terus meningkat, KAI memastikan persediaan kursi untuk jadwal
keberangkatan lainnya masih cukup tersedia.

 

“Untuk
saat ini, pantauan kami menunjukkan tiket keberangkatan kereta api tanggal 19
Maret yang paling diminati. Hal itu kemungkinan karena masyarakat ingin tiba di
kampung halaman sebelum lebaran agar bisa berkumpul bersama keluarga lebih
awal,” ujarnya.

 

KAI Divre I
Sumatera Utara menerapkan sistem pemesanan tiket sejak H-45 sebelum
keberangkatan, untuk memastikan distribusi penumpang lebih merata dan
memudahkan masyarakat dalam memesan tiket.

 

“Sebelumnya,
pada 20 Januari 2026 yang lalu, KAI juga telah melakukan upgrade dan migrasi
system ticketing dengan teknologi yang lebih modern, sehingga sistem dapat
menyesuaikan kapasitas secara dinamis dan real-time sesuai dengan kebutuhan
masyarakat yang mengakses tiket kereta api,” tambah Anwar.

 

Lebih lanjut
Anwar menjelaskan, saat ini data pemesanan masih terus dinamis mengikuti minat
masyarakat yang terus bertambah. Calon penumpang disarankan untuk segera
melakukan pemesanan agar tetap bisa memilih posisi tempat duduk dan jadwal yang
diinginkan.

 

Masyarakat juga
diingatkan untuk rutin mengecek ketersediaan kursi secara mandiri melalui
aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya. Peluang mendapatkan tiket
masih sangat besar, terutama bagi masyarakat yang bisa menyesuaikan waktu
keberangkatan di luar tanggal dan rute favorit.

 

Untuk informasi
lebih lanjut terkait layanan KA, masyarakat dapat menghubungi Contact Center
KAI melalui telepon di 121, email cs@kai.id, media sosial KAI121 maupun
whatsapp di nomor 081-122-233-121.

 

“KAI Divre I
Sumatera Utara optimistis, dengan sistem pemesanan yang teratur, perjalanan
mudik tahun 2026 akan berlangsung lancar, tertib, dan tetap nyaman bagi semua.
Kelancaran layanan tiket ini merupakan komitmen KAI untuk memberikan pengalaman
pulang kampung yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan,” pungkas Anwar.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

KAI Logistik Optimalkan Keamanan dan Keselamatan Angkutan B3 Melalui Moda Kereta Api

0

PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) melalui layanan angkutan kereta api kontainer, terus mengoptimalkan aspek keamanan dan keselamatan dalam pengangkutan komoditas khusus, termasuk Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). Layanan ini menghadirkan alternatif pengangkutan B3 yang terstandar dan dikelola secara ketat sesuai ketentuan keselamatan dan regulasi yang berlaku.

Dwi Wulandari, VP of Corporate Secretary KAI Logistik,
mengungkapkan bahwa angkutan B3 memerlukan penanganan khusus, karena termasuk
dalam kategori dangerous goods. “Oleh karena itu, seluruh layanan
angkutan B3 melalui kereta api dijalankan dengan mengedepankan prinsip
kehati-hatian dan kepatuhan regulasi. Layanan angkutan melalui kereta api telah
mengantongi perizinan dari regulator sehingga memberikan jaminan keamanan dan
keselamatan bagi Pelanggan,” Jelas Dwi.

Hingga saat ini, KAI Logistik telah memperoleh izin
pengangkutan untuk 12 jenis dangerous goods/B3 di antaranya Nitrogen,
Amonia, Argon, Asam Sulfat, Etanol, Hidrogen Peroksida, Isopropil Alkohol,
Natrium Hidroksida, Fenol, Karbon Dioksida, Heksana, Metanol.  Distribusi komoditas B3 di Indonesia diatur
secara ketat melalui berbagai regulasi, termasuk Peraturan Pemerintah No. 74
Tahun 2001 tentang Pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun. Proses distribusi
harus memenuhi standar tinggi dalam hal pengemasan, pelabelan, dan manajemen
risiko.

Layanan angkutan B3 ini sekaligus memperkuat peran  moda KA sebagai moda transportasi yang lebih
berkelanjutan. Sejumlah aspek menjadi fokus KAI Logistik, antara lain
penggunaan moda transportasi rendah emisi, peningkatan keselamatan publik dan
perlindungan lingkungan, serta kontribusi terhadap pencapaian Tujuan
Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

“Melalui layanan ini, KAI Logistik mendukung tujuan No. 9
Industri dan Infrastruktur, mendorong inovasi dalam sistem logistik nasional
yang lebih modern dan efisien, tujuan No 11 terkait Kota Berkelanjutan dengan
mengurangi potensi risiko distribusi bahan berbahaya di kawasan padat penduduk
serta tujuan No. 13 (Aksi Iklim) dengan pengurangan emisi transportasi melalui
pengalihan ke moda kereta api,” lanjut Dwi.

KAI Logistik berharap layanan ini dapat menjadi opsi
pengangkutan yang andal dan berkelanjutan dalam mendukung berbagai sektor
industri, mulai dari manufaktur, farmasi, hingga energi. Seluruh pengangkutan
B3 oleh KAI Logistik dilakukan berdasarkan surat Rekomendasi Pengangkutan B3
melalui Kereta Api, yang memastikan bahwa jalur, titik muat, dan bongkar di
wilayah Pulau Jawa telah memenuhi standar teknis dan administratif sesuai regulasi
lingkungan dan perkeretaapian.

Sepanjang tahun 2025, KAI Logistik  mencatatkan kinerja pengelolaan angkutan
kontainer sebesar 2,5 juta ton angkutan kontainer termasuk di dalamnya komoditi
B3/ Dangerous goods. Capaian tersebut tumbuh sekitar 8% dibandingkan
tahun 2024 sebesar 2,3 juta ton. “Kinerja tersebut mencerminkan bertumbuhnya
kepercayaan industri terhadap layanan distribusi berbasis KA yang tidak hanya
andal, tetapi juga lebih ramah lingkungan,” tutup Dwi.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES