Beranda blog

AI Kini Jadi Penentu Awal Pilihan Konsumen, Brand Berisiko Tersaring dari Persaingan

0

AI kini berfungsi sebagai gerbang awal persaingan brand dengan menyaring dan merekomendasikan hanya beberapa nama yang dianggap paling kredibel. Dengan meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global, brand yang tidak membangun otoritas digital berisiko tersaring dari consideration set sejak tahap awal pengambilan keputusan konsumen.

Peran kecerdasan buatan (AI) dalam proses pengambilan keputusan konsumen kini berkembang jauh melampaui fungsi pencarian informasi. AI mulai berperan sebagai “penjaga gerbang” yang menentukan brand mana yang masuk dalam daftar pertimbangan awal sebelum konsumen melakukan evaluasi lebih lanjut.

Saat pengguna bertanya kepada sistem, seperti AI Overviews atau ChatGPT, mengenai rekomendasi produk, layanan, atau solusi tertentu, AI tidak menampilkan seluruh pemain di pasar. Sistem tersebut menyaring sejumlah brand yang dinilai paling relevan dan kredibel, lalu merangkumnya menjadi jawaban instan.

Perubahan ini terjadi di tengah meningkatnya adopsi dan kepercayaan terhadap AI secara global. Survei internasional yang melibatkan lebih dari 48.000 responden di 47 negara menunjukkan bahwa sekitar dua per tiga responden kini menggunakan AI secara rutin, dan 83% percaya bahwa AI akan memberikan manfaat dalam kehidupan mereka, termasuk dalam membantu pengambilan keputusan.

Di sisi korporasi, laporan global menunjukkan lebih dari 70% organisasi telah mengintegrasikan AI dalam berbagai fungsi bisnis, seperti pemasaran, analitik, dan pengambilan keputusan strategis. Artinya, AI tidak lagi menjadi eksperimen teknologi, melainkan telah menjadi infrastruktur kompetitif di berbagai industri.

Dalam konteks ini, AI tidak hanya memfasilitasi pencarian, tetapi membentuk persepsi awal konsumen terhadap brand. Jika sebuah brand tidak disebut dalam jawaban AI, maka ia berpotensi tidak dipertimbangkan sejak awal.

“Masalahnya bukan lagi soal ditemukan atau tidak. Masalahnya sekarang siapa yang masuk ke daftar pilihan awal yang disaring oleh AI. Kalau tidak masuk, brand praktis tidak ikut dipertimbangkan,” ujar Alexandro Wibowo, Co-Founder Avonetiq, sebuah Digital Authority Firm yang berfokus pada penguatan otoritas digital brand di era AI.

Menurut Alexandro, sistem AI bekerja dengan logika seleksi yang berbeda dari mesin pencari tradisional. AI mengumpulkan berbagai sumber informasi, mengevaluasi konsistensi narasi, reputasi digital, serta validasi eksternal, lalu merangkum brand yang dianggap paling layak direkomendasikan.

Penelitian McKinsey & Company tentang bagaimana kecerdasan buatan mampu mendorong produktivitas dan inovasi juga menunjukkan bahwa meskipun mayoritas perusahaan mulai merangkul penggunaan AI, hanya sebagian kecil yang benar-benar mampu mengekstraksi nilai strategis secara menyeluruh. Hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan kompetitif antara brand yang sekadar menggunakan kecerdasan buatan dengan brand yang memahami cara membangun posisi dalam ekosistem AI.

Fenomena ini berpotensi menciptakan efek konsentrasi di berbagai industri. Akibatnya, hanya segelintir brand yang terus disebut dan diperkuat oleh sistem AI, sementara lainnya semakin jarang terlihat.

“AI sekarang berperan seperti asisten pribadi konsumen. Dan asisten ini tidak menampilkan semua opsi, hanya yang dianggap paling kredibel dan relevan. Kalau brand tidak membangun fondasi otoritas digitalnya, AI tidak punya alasan untuk menyebutnya,” jelas Alexandro.

Perusahaan yang tidak menyesuaikan strategi visibilitasnya berisiko mengalami erosi daya saing secara perlahan. Bukan karena produknya tidak kompetitif, melainkan karena tidak masuk dalam radar sistem yang kini menjadi perantara utama antara brand dan konsumen.

Di era AI, persaingan tidak lagi dimulai ketika konsumen membuka website atau marketplace. Persaingan sudah dimulai pada tahap yang lebih awal, di algoritma yang menentukan siapa yang layak direkomendasikan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Empat KA Jarak Jauh Daop 2 Bandung Jadi Primadona Mudik dan Balik Lebaran 2026, Okupansi Tembus Lebih dari 100 Persen

0

Bandung (Jawa Barat), 4 Maret 2026 – Minat masyarakat untuk menggunakan kereta api pada Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren positif. Hingga Rabu, 4 Maret 2026, tercatat empat Kereta Api (KA) Jarak Jauh keberangkatan dari wilayah Daop 2 Bandung menjadi favorit pelanggan dengan tingkat okupansi telah mencapai lebih dari 100 persen.

Empat KA yang sangat diminati tersebut yakni KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, KA Cikuray, serta KA Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng. Tingginya okupansi ini menunjukkan antusiasme masyarakat dalam merencanakan perjalanan mudik maupun arus balik menggunakan moda transportasi kereta api yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, menjelaskan bahwa okupansi di atas 100 persen dimungkinkan karena adanya sistem dinamis, di mana dalam satu rangkaian perjalanan terdapat pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun antara, sehingga total pelanggan yang dilayani melebihi kapasitas tempat duduk statis pada satu lintas perjalanan penuh.

“Kereta api tetap beroperasi sesuai kapasitas tempat duduk yang tersedia. Angka okupansi lebih dari 100 persen tersebut merupakan akumulasi pelanggan yang naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang perjalanan,” ujar Kuswardojo.

KA-KA tersebut melayani sejumlah kota tujuan favorit masyarakat saat Lebaran, seperti wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Jakarta dan Jawa Timur. Tingginya minat pada KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Cikuray menunjukkan bahwa kereta api kelas ekonomi PSO tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena tarif yang terjangkau dengan pelayanan yang semakin baik.

Sementara itu, pengoperasian KA Tambahan relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng merupakan langkah antisipatif KAI dalam mengakomodasi lonjakan permintaan pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Kehadiran KA tambahan kelas ekonomi PSO ini diharapkan dapat memberikan alternatif perjalanan bagi masyarakat yang belum mendapatkan tiket pada KA reguler.

KAI Daop 2 Bandung mengimbau kepada masyarakat yang belum memiliki tiket untuk segera melakukan pemesanan melalui aplikasi Access by KAI, website booking.kai.id, maupun kanal penjualan resmi lainnya. Pelanggan juga diharapkan untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta memperhatikan jadwal keberangkatan agar perjalanan mudik dan balik Lebaran berjalan lancar.

KAI Daop 2 Bandung berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jasa KAI selama masa Angkutan Lebaran 2026, dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan. Antusiasme tinggi masyarakat ini menjadi motivasi bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi perkeretaapian di wilayah Daop 2 Bandung.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Ramadhan 2026: Peluang Trading di KVB Berhadiah Emas

0

Bulan suci Ramadhan tidak hanya menjadi momen spiritual bagi jutaan orang, tetapi juga waktu yang penuh peluang bagi para trader. Di tengah perubahan ritme pasar dan volatilitas yang terkadang meningkat, Ramadhan justru menjadi periode menarik untuk mengoptimalkan strategi trading. Tidak hanya itu, KVB Indonesia menghadirkan program spesial Ramadhan yang memungkinkan trader mendapatkan peluang hadiah emas setiap mereka bertransaksi.

Program ini menjadi daya tarik tersendiri di tengah musim trading yang dinamis, karena memberikan insentif tambahan sekaligus mendorong trader untuk tetap disiplin dalam menerapkan manajemen risiko dan strategi yang matang. Melalui kombinasi antara peluang pasar dan program apresiasi dari broker, bulan Ramadhan menjadi waktu yang patut dimanfaatkan oleh trader dengan pendekatan yang tepat.

Ramadhan 2026: Peluang Trading di KVB Berhadiah Emas

Selama bulan Ramadhan 2026, KVB Indonesia menghadirkan program khusus yang memberikan kesempatan kepada para trader untuk meraih hadiah emas melalui aktivitas trading mereka. Program Ramadhan ini tidak hanya memberikan hadiah menarik, tetapi juga mendorong trader untuk tetap konsisten dalam menerapkan strategi di tengah dinamika market yang bisa berubah dengan cepat.

Informasi lengkap mengenai peluang trading berhadiah emas ini dapat dibaca melalui artikel berikut:

Ramadhan 2026: Peluang Trading di KVB Berhadiah Emas

Selain itu, program Lucky Draw Ramadhan KVB: Trading dan Raih Hadiah Emas masih menjadi salah satu ajang utama bagi trader untuk mendapatkan penghargaan dari setiap transaksi yang dilakukan selama periode promosi berlangsung.

Lucky Draw Ramadhan KVB: Trading dan Raih Hadiah Emas

Dua artikel ini memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana trader dapat memaksimalkan peluang dan hadiah yang disediakan KVB Indonesia selama Ramadhan.

Manfaat Program Hari Raya untuk Strategi Trading Anda

Program berhadiah seperti yang dihadirkan KVB Indonesia selama Ramadhan tidak hanya soal hadiah semata, tetapi juga mendorong trader untuk berfokus pada disiplin strategi, manajemen risiko, serta pemahaman terhadap dinamika market yang bersifat musiman. Aktivitas trading yang konsisten dan terukur selama periode ini dapat membantu trader meningkatkan keterampilan serta membangun kebiasaan trading yang lebih sehat.

Dengan memahami kondisi pasar global, memanfaatkan volatilitas, serta berpartisipasi dalam program berhadiah, trader dapat menjadikan Ramadhan sebagai salah satu momen strategis dalam kalender trading tahunan mereka.

Broker Trading KVB Indonesia sebagai Mitra Trader Anda

Dalam menghadapi peluang dan tantangan di pasar global, trader membutuhkan broker yang andal, transparan, serta menyediakan dukungan teknologi dan insight pasar yang komprehensif. Broker Trading KVB Indonesia memberikan akses ke berbagai instrumen finansial seperti forex, emas, indeks, dan komoditas, dengan platform yang menunjang eksekusi cepat dan stabil.

Bagi Anda yang ingin ikut serta dalam program Ramadhan berhadiah emas dan memaksimalkan peluang di pasar finansial global, pendaftaran akun dapat dilakukan melalui:

Register Link

Berpartisipasi aktif dalam trading selama Ramadhan 2026 dengan strategi yang matang dan dukungan platform yang tepat dapat membuka peluang tidak hanya meraih hadiah, tetapi juga meningkatkan pengalaman serta pemahaman Anda di dunia trading.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Pemkab Tangerang Gelar Bazar Ramadhan 

TANGERANG — Dalam upaya memperkuat penggunaan produk dalam negeri, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja resmi membuka Bazar Ramadan 1447 Hijriah, Rabu, 4 Maret 2026.

Dalam sambutannya, Sekda Soma Atmaja menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya nyata pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Selain itu, bazar ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Bazar ini sangat positif. Selain menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk mempromosikan dan memasarkan produk-produknya kepada masyarakat serta meningkatkan daya saing pelaku usaha lokal, kegiatan ini juga memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan berbuka puasa maupun produk fesyen muslim dengan harga terjangkau,” ujar Soma.

Ia menambahkan, selain sebagai media promosi produk lokal, kegiatan ini diharapkan mampu menjadikan Gerai Tangerang Gemilang sebagai salah satu pusat promosi dan pemasaran produk unggulan daerah yang dapat menarik minat masyarakat untuk berkunjung dan berbelanja produk hasil karya warga Kabupaten Tangerang.

“Saya berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat promosi produk lokal Kabupaten Tangerang, tetapi juga mampu menjadikan GTG sebagai pusat promosi dan pemasaran produk-produk unggulan daerah,” katanya.

Soma juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang serta seluruh panitia yang telah mempersiapkan kegiatan tersebut dengan baik. Ia berharap Bazar Ramadan 1447 H dapat berlangsung lancar, tertib, dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

“Kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tangerang, saya mengajak untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya dengan mengunjungi bazar serta mendukung produk-produk UMKM lokal. Mari bersama-sama kita dorong kemajuan ekonomi daerah yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Resmiyati Marningsih, melaporkan bahwa Bazar Ramadan 1447 H dilaksanakan pada 4–6 Maret 2026 di Gerai Tangerang Gemilang.

“Kegiatan bazar ini diikuti oleh 21 pelaku usaha yang terdiri atas UMKM, industri kecil dan menengah (IKM), serta pelaku ritel di Kabupaten Tangerang. Mereka menghadirkan berbagai produk, seperti bahan kebutuhan pokok, makanan dan minuman, serta produk fesyen dan alas kaki,” jelasnya.

Ia berharap kehadiran para pelaku usaha tersebut dapat memberikan pilihan yang lebih beragam bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama bulan suci Ramadan.

“Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi ekonomi semata, tetapi juga diharapkan mampu memperkuat penggunaan produk dalam negeri. Semakin banyak masyarakat yang mengenal dan membeli produk lokal, secara tidak langsung turut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha kecil dan menengah,” tutupnya. (Lusi Uswatun)

Pertumbuhan Konstruksi 2025 Jadi Sinyal Positif Permintaan Baja, Krakatau Steel Tangkap Peluang Bisnis

0

Jakarta, 4 Maret 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk/Krakatau Steel Group (“Perseroan” atau “KRAS”) memproyeksikan momentum pertumbuhan positif sektor konstruksi nasional pada 2025 akan menjadi katalis signifikan bagi peningkatan kinerja operasional dan finansial Perseroan. Berdasarkan analisis data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Tabel Input-Output, nilai kebutuhan besi dan baja untuk konstruksi tahun ini diperkirakan mencapai Rp59 – Rp65 triliun, setara dengan sekitar 7 – 9 juta ton baja, yang membuka peluang besar bagi Krakatau Steel Group untuk meningkatkan pangsa pasar dan utilisasi kapasitas produksinya.

Direktur Utama PT Krakatau
Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, menegaskan bahwa momentum ini selaras
dengan strategi transformasi “KS Reborn” yang berfokus pada penguatan bisnis
hilir dan optimalisasi kinerja. “Tren pertumbuhan konstruksi ini bukan hanya sinyal
pasar, tetapi fondasi riil bagi akselerasi perbaikan fundamental Perseroan.
Kami memposisikan diri sebagai penyedia baja utama yang siap mendukung
pembangunan nasional, sekaligus mengoptimalkan kapasitas produksi untuk
meningkatkan kinerja finansial dan menciptakan nilai tambah bagi pemegang
saham,” lanjut Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia
Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman ALFI (Asosiasi
Logistik dan Forwarder Indonesia atau Indonesian Logistics and Forwarders
Association/ILFA).

Dukungan Data dan Proyeksi Makro yang Solid

Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji dari Steel
& Mining Insight menguatkan analisis dengan data riil. PDB sektor
konstruksi 2025 diproyeksikan mencapai Rp1.311 – Rp1.312 triliun,
meningkat dari realisasi 2024 sebesar Rp1.262,8 triliun. Berdasarkan Tabel
Input-Output 2020, porsi nilai besi dan baja dasar dalam struktur biaya
konstruksi berkisar 4-5%. Dengan mempertahankan rasio ini, tercipta proyeksi
permintaan baja senilai Rp59 – Rp65 triliun dari sektor konstruksi saja.

“Angka ini memberikan kepastian dan visibilitas yang tinggi bagi produsen
baja domestik. Bagi Krakatau Steel, ini adalah peluang untuk meningkatkan
utilisasi pabrik secara signifikan dari level saat ini, yang pada gilirannya
akan mendorong perbaikan margin melalui efisiensi skala ekonomi,” jelas Widodo Setiadharmaji dari Steel & Mining
Insights.

Strategi Menangkap Peluang dan Dampak Jangka Panjang

Krakatau Steel Group menyiapkan strategi komprehensif untuk menangkap
peluang ini sebagai optimalisasi portofolio produk dimana fokus pada produk
baja hilir bernilai tambah tinggi yang banyak dibutuhkan proyek konstruksi dan
infrastruktur. Selain tiu ada sinergi grup dengan memanfaatkan jaringan
logistik, kepelabuhanan, dan kawasan industri dalam grup untuk menekan biaya
dan meningkatkan kecepatan layanan. Selain itu dukungan program pemerintah
untuk emperkuat peran dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) yang akan terus
mendorong permintaan jangka menengah-panjang.

Konsistensi pertumbuhan konstruksi dan keberlanjutan PSN memberikan
sinyal stabilitas permintaan (demand visibility) yang sangat
dihargai oleh pasar modal. Stabilitas ini menjadi dasar yang kuat bagi
perencanaan bisnis dan investasi Perseroan ke depan.

Dampak Positif bagi Pemegang Saham

Keberhasilan Krakatau Steel Group dalam merealisasikan peluang ini
diharapkan memberikan dampak positif berupa peningkatan pendapatan (revenue
growth)
 dari penjualan produk baja ke sektor konstruksi. Ada pula
Perbaikan Utilisasi Kapasitas yang berdampak pada efisiensi biaya dan
peningkatan profitabilitas. Selain itu penguatan sentimen investor karena
Perseroan dipandang sebagai perusahaan yang mampu memanfaatkan siklus positif
ekonomi dan kebijakan pembangunan pemerintah.

“Kami yakin bahwa dengan eksekusi strategi yang tepat, momentum positif
sektor konstruksi ini akan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kinerja
operasional dan keuangan Perseroan, yang pada akhirnya bertujuan untuk
meningkatkan nilai perusahaan bagi seluruh pemegang saham,” tutup Dr. Akbar
Djohan.

Dengan proyeksi permintaan yang kuat dan strategi bisnis yang terarah,
Krakatau Steel Group optimis memasuki fase pertumbuhan yang lebih solid seiring
dengan pembangunan nasional. Dengan kondisi ini maka Asta Cita Presiden Prabowo
Subianto untuk peningkatan kesejahteraan bangsa dapat tercapai.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Bittime Ramadan Referral Rewards, Berkah di Tengah Gejolak Volatilitas Pasar

0

Jakarta, 04 Maret 2026 – Bulan suci ramadan identik dengan semangat berbagi, mempererat silaturahmi, dan menebar kebaikan. Nilai-nilai tersebut dihadirkan Bittime pada kampanye Bittime Ramadan Referral Rewards, yang menawarkan total hadiah hingga Rp50 juta bagi para investor.

Mengusung semangat “Mulai Langkah Kebaikan di Bulan Suci bersama Bittime”, program ini dirancang guna mengajak masyarakat tidak hanya mencari peluang keuntungan, tetapi juga tumbuh bersama dalam ekosistem yang lebih edukatif dan bertanggung jawab.

Sebagai platform Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime berkomitmen menghadirkan program yang memberi manfaat bagi investor, sekaligus membangun keberlanjutan ekosistem aset digital Indonesia.

Presiden Direktur Bittime, Ronny Prasetya menjelaskan bahwa kondisi volatilitas pasar saat ini tetap dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk meningkatkan nilai aset, sekaligus mempererat silaturahmi. Melalui Bittime Ramadan Referral Rewards, pengguna dan kerabat yang diundang dapat memperoleh bonus melalui aktivitas referral yang berhasil, sehingga manfaat program dapat dirasakan secara kolektif. 

“Skema ini sejalan dengan pesan kampanye yang kami gadang, “Ramadan Cuan, Silaturahmi Jalan”, dan menekankan bahwa momen kebersamaan dapat menjadi peluang untuk membangun masa depan finansial yang lebih baik,” jelas pungkas Ronny.

Lebih lanjut, pengguna baru juga berkesempatan meraih total bonus hingga Rp65.000 dalam $USDT dengan melakukan transaksi spot pertama minimal Rp100.000 dan meningkatkan volume trading hingga Rp1.000.000. Program ini merupakan kesempatan bagi masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan modal terjangkau sambil belajar memahami dinamika pasar secara langsung. Dengan pendekatan bertahap, pengguna dapat membangun kebiasaan investasi yang lebih terukur dan rasional.

Meski demikian, penting untuk dipahami bahwa aset kripto memiliki risiko tinggi, termasuk fluktuasi harga, potensi kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, serta perubahan regulasi. Setiap keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi pengguna.

Oleh karena itu, Bittime mendorong seluruh investor untuk selalu melakukan riset mandiri dan berdiskusi dengan komunitas terpercaya sebelum mengambil keputusan. Dengan semangat berbagi dan bertumbuh bersama, ramadan tahun ini diharapkan dapat menjadi momentum menghadirkan cuan yang lebih berkah di tengah tantangan ekonomi global.

Industri aset kripto mengandung risiko tinggi yang termasuk fluktuasi harga, kehilangan modal, risiko likuiditas, teknologi, dan regulasi yang menjadi tanggung jawab pribadi pengguna. Karena itu sangat penting untuk terus melakukan riset, dan diskusi dengan komunitas-komunitas terpercaya.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Telkom AI Center Bali Perkuat Literasi AI Pelaku Usaha melalui AI Clinic for Business “Mastering the Art of Prompting”

0

Telkom Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong penerapan kecerdasan buatan (AI) yang praktis dan berdampak bagi dunia usaha melalui penyelenggaraan AI Clinic for Business bertajuk “Mastering the Art of Prompting” pada Jumat (28/2). Kegiatan yang digelar secara luring di Telkom AI Center of Excellence Bali ini merupakan hasil kolaborasi dengan ADPList dan Buildclub AI. Acara tersebut menjadi wadah edukasi bagi pelaku bisnis, praktisi teknologi, dan talenta digital untuk mengoptimalkan pemanfaatan AI melalui teknik prompting yang efektif dan terstruktur.

AI Bukan Ensiklopedia Ajaib, Kualitas Output Bergantung pada Instruksinya

Sesi pertama dibuka oleh I Gede Teguh Permana, Founder Doublehouse sekaligus Co-Founder RapiMedika. Teguh memperkenalkan framework YTTA (You, Task, Target, Action) sebagai kerangka dasar menyusun prompt yang efektif, mencakup elemen Persona, Goal, Context, Constraint, dan Example. Melalui demonstrasi langsung menggunakan studi kasus analisis prospek klinik di Padangsambian, Bali, ia memperlihatkan perbedaan hasil yang sangat signifikan antara lazy prompt dan smart prompt.

Berdasarkan praktik nyata yang diterapkannya, Teguh menegaskan tiga aspek penting yang perlu dipahami pelaku bisnis dalam mengadopsi AI, yakni memahami keterbatasan teknologi seperti risiko AI hallucination, bias algoritmik, dan vendor lock-in yang berpotensi merugikan dalam jangka panjang; memperhatikan regulasi sesuai sektor, termasuk kewajiban integrasi dengan SATUSEHAT, perlindungan data pasien berdasarkan UU PDP, serta menempatkan AI sebatas Clinical Decision Support System, bukan pengambil keputusan medis; serta menyiapkan langkah awal yang tepat dengan melatih staf menyusun prompt secara efektif, merapikan pencatatan data klinik, dan mempertimbangkan adopsi sistem AI seperti Arcanum untuk meningkatkan efisiensi operasional secara berkelanjutan.

Genius Needs a Brief, Jadikan AI Mitra Kerja yang Terkendali

Melengkapi perspektif bisnis, Dana Putra, Product Designer Farmacare, hadir dengan materi “Genius Needs a Brief: Making AI Your Controlled Engineering Partner”. Dana membedah cara kerja AI sebagai pengendali pola berkecepatan tinggi yang belajar dari contoh dan memprediksi apa yang paling sesuai selanjutnya, bukan entitas yang “tahu” seperti manusia.

Dana memperkenalkan konsep Source of Truth (SoT), menyematkan referensi resmi seperti brand guidelines, API schema, price list, atau temuan riset ke dalam prompt agar AI berhenti menebak-nebak dan hasilnya dapat diaudit. Konsep ini ia terapkan dalam dua konteks nyata: design generation (menghasilkan desain konsisten dengan design system yang ada) dan app building (membangun fitur sesuai data model dan business rules).

Peserta juga diperkenalkan pada sticky-note trick sebagai mental model praktis menyusun prompt, mencakup lima elemen: Goal, User/Context, Steps/Method, Output Format dan Quality Checks. Dana menutup sesinya dengan memperkenalkan dua tools yang dapat langsung dipraktikkan: Prompt Cowboy untuk mengubah ide kasar menjadi prompt terstruktur, dan OpenAI Prompt Optimizer untuk menganalisis dan memperbaiki draft prompt secara otomatis.

Dari Teori ke Solusi Nyata untuk Optimasi Bisnis 

Keistimewaan utama acara ini terletak pada sesi klinik konsultasi yang dibuka setelah pemaparan materi. Para peserta, mulai dari pelaku usaha kecil, praktisi bisnis, hingga talenta digital, hadir membawa permasalahan konkret dari bisnis mereka dan mendapatkan arahan langsung dari narasumber.

Salah satu sesi konsultasi yang menarik yaitu masalah seorang perempuan pengusaha Skyrenttoys, jasa sewa mainan anak. Beliau menceritakan tantangannya dalam menggunakan ChatGPT untuk mendukung operasional bisnisnya. Ia kerap menggunakan AI untuk menjawab pertanyaan seputar cara penggunaan mainan, mencari referensi jenis mainan baru untuk kelompok usia 3–5 tahun, hingga  rekomendasi pengembangan produk. Namun beliau selalu terganjal oleh jawaban AI yang terlalu panjang dan memakan waktu untuk dibaca di tengah kesibukan mengelola usaha. Setelah dianalisa dan dipahami, narasumber kemudian memberikan solusi melalui teknik prompting yang tepat yang dibantu dengan Prompt Cowboy dan OpenAI Prompt Optimizer. Selain itu, beliau juga diajari untuk dapat menambahkan instruksi spesifik seperti format output, batasan jumlah poin, atau panjang pendek ke dalam prompt sehingga AI akan menghasilkan respons yang lebih ringkas, menarik dan langsung menjawab kebutuhan.

Pertanyaannya sederhana namun mewakili banyak pengguna AI awam: bagaimana cara mendapatkan output AI yang lebih ringkas dan langsung ke intinya? Narasumber langsung memberikan solusi praktis: masalah tersebut bukan terletak pada AI-nya, melainkan pada cara prompt disusun. Dengan menambahkan instruksi output yang spesifik ke dalam prompt, seperti jumlah poin maksimal, format jawaban (bullet atau paragraf), atau batas panjang respons, AI akan menghasilkan jawaban yang padat, ringkas, dan langsung menjawab kebutuhan tanpa perlu membaca paragraf panjang yang tidak relevan.

Momen ini mempertegas esensi dari format klinik yang dipilih: bahwa pemahaman tentang prompting bukan hanya tentang teori, tetapi tentang kemampuan menerjemahkan kebutuhan bisnis yang nyata ke dalam instruksi AI yang tepat sasaran.

Perkuat Ekosistem  Bisnis memulai AI  Praktis yang  Berdampak

Sesi diskusi berlangsung sangat hidup dengan peserta yang aktif mengajukan pertanyaan dan mendapatkan arahan langsung dari para narasumber. Indria Trisni Puspita, Business & Community Lead Telkom AI Connect Bali, menegaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari upaya konsisten Telkom AI Center dalam membangun kapabilitas AI yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kami ingin mendorong pemanfaatan AI yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga memiliki nilai nyata bagi operasional bisnis. Prompting adalah keterampilan strategis, dan siapapun bisa menguasainya dengan pendekatan yang tepat.”

Senada dengan hal tersebut, Mizan Lazuardi, Program Lead Telkom AI Connect, menambahkan bahwa penguatan literasi AI di kalangan pelaku usaha menjadi kunci agar transformasi digital tidak berhenti pada wacana.

“AI akan memberikan dampak optimal ketika dipahami sebagai alat bantu pengambilan keputusan yang terstruktur. Melalui forum seperti AI Clinic, kami ingin memastikan pelaku bisnis memiliki pemahaman yang benar sekaligus keterampilan praktis untuk mengintegrasikan AI secara bertanggung jawab dan berkelanjutan,” kata Mizan.

Kolaborasi antara Telkom AI Center Bali, ADPList, dan Buildclub AI dalam acara ini membuktikan bahwa ekosistem AI di Indonesia terus tumbuh dan semakin solid. Melalui penyelenggaraan AI Clinic for Business ini, Telkom AI Center Bali berharap dapat terus menjadi katalisator lahirnya pelaku bisnis yang melek AI – yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas, bertanggung jawab, dan berdampak luas bagi kemajuan ekonomi bangsa.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia

0

Difference Between Business Visa and Work Permit in Indonesia
Indonesia remains one of the most attractive destinations for foreign investors, professionals, and international business travelers. However, one of the most common compliance issues faced by foreign nationals and companies is misunderstanding the difference between a Business Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia.
This misunderstanding often leads to serious immigration violations, administrative fines, blacklisting, and even deportation. Knowing the legal distinction between a Business Visa and an Indonesia Work Visa is essential for anyone planning to work legally in Indonesia.
This article explains the key differences clearly and practically to help foreign nationals and employers stay compliant with Indonesian immigration regulations.

Understanding a Business Visa in Indonesia
A Business Visa Indonesia is designed for foreign nationals who intend to conduct non-employment business activities. It is suitable for short-term business visits but does not grant the right to work legally in Indonesia.
Activities Allowed Under a Business Visa Indonesia:
• Attending business meetings and discussions
• Conducting negotiations with partners or clients
• Performing market research
• Site visits and business observations
• Attending seminars, conferences, or exhibitions
Activities Not Allowed Under a Business Visa:
• Performing operational or technical work
• Managing daily company operations
• Receiving salary or remuneration from an Indonesian entity
• Acting as an employee or holding a working position
In short, a Business Visa does not allow foreigners to work in Indonesia, regardless of the duration of stay.

What Is a Work Permit in Indonesia?
A Work Permit Indonesia is mandatory for any foreign national who performs work, provides services, or generates economic value in Indonesia. This applies even to short-term or project-based assignments.
A work permit must be sponsored by an Indonesian legal entity and processed in accordance with immigration compliance requirements.
Work Permit Requirements for Foreigners in Indonesia:
• RPTKA Indonesia (Expatriate Placement Plan approval)
• Work Permit Notification
• DPKK payment Indonesia (Skill & Development Fund contribution)
• ITAS Indonesia (Limited Stay Permit for employment)
Only after completing all stages may a foreign national work legally in Indonesia.

Business Visa vs Work Permit Indonesia: Key Differences
Aspect Business Visa Indonesia Work Permit Indonesia
Purpose Business visits & meetings Employment & operational work
Can work legally in Indonesia ❌ No ✅ Yes
Salary from Indonesian entity ❌ Not allowed ✅ Allowed
Sponsorship Individual / Company Indonesian legal entity
Immigration risk if misused Fines, deportation, blacklist Fully compliant

Can You Work in Indonesia with a Business Visa?
This is one of the most frequently asked questions by foreign professionals.
The answer is no.
Foreign nationals cannot work legally in Indonesia using a Business Visa, even for short-term assignments. Any activity that involves operational responsibility, technical involvement, or value creation requires a valid Indonesia work permit.
Misusing a Business Visa for work purposes is one of the most common immigration violations in Indonesia.

Common Immigration Violations by Foreign Workers in Indonesia
Despite clear regulations, immigration violations still occur due to:
• Using a Business Visa Indonesia for operational or technical work
• Assuming short-term projects do not require a work permit
• Misinterpreting job titles versus actual job responsibilities
• Incorrect sponsor selection or visa type
Indonesian immigration authorities actively conduct inspections, particularly in business districts, industrial zones, and project sites.

Penalties for Working Without a Permit in Indonesia
Failure to comply with immigration compliance Indonesia regulations may result in:
• Administrative fines
• Immediate deportation
• Blacklisting from re-entering Indonesia
• Legal liability for both the foreign worker and sponsoring company
The penalty for working without a permit in Indonesia can be severe, even if the violation was unintentional.

Why Immigration Compliance in Indonesia Matters
Immigration compliance is not merely an administrative requirement—it is a legal obligation. Employers and foreign nationals must ensure the correct visa and work permit structure before commencing any business or employment activities.
Each case may differ depending on nationality, job scope, industry sector, and company structure. Proper assessment is crucial to avoid unnecessary legal and financial risks.
For companies and individuals seeking clarity on Work Permit Indonesia and Business Visa Indonesia, working with an experienced Indonesia work permit consultant such as PT Devisa Global Services can help ensure that all requirements are fulfilled in accordance with Indonesian regulations.

Conclusion
Understanding the difference between a Business Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia is essential for anyone planning to work or conduct business activities in the country.
A Business Visa is intended strictly for non-working business activities, while a Work Permit is mandatory for any form of employment or operational involvement. Choosing the wrong visa can lead to serious immigration consequences.
Staying informed, compliant, and properly advised is the key to working legally and conducting business successfully in Indonesia.

 

Difference Between Business
Visa and Work Permit in Indonesia

Indonesia remains one of the most
attractive destinations for foreign investors, professionals, and international
business travelers. However, one of the most common compliance issues faced by
foreign nationals and companies is misunderstanding the difference between a Business
Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia.

This misunderstanding often leads
to serious immigration violations, administrative fines, blacklisting, and even
deportation. Knowing the legal distinction between a Business Visa and an Indonesia
Work Visa is essential for anyone planning to work legally in Indonesia.

This article explains the key
differences clearly and practically to help foreign nationals and employers
stay compliant with Indonesian immigration regulations.

 

Understanding a Business Visa
in Indonesia

A Business Visa Indonesia
is designed for foreign nationals who intend to conduct non-employment
business activities
. It is suitable for short-term business visits but does
not grant the right to work legally in Indonesia.

Activities Allowed Under a
Business Visa Indonesia:

Attending business meetings and
discussionsConducting negotiations with partners or
clientsPerforming market researchSite visits and business observationsAttending seminars, conferences, or
exhibitions

Activities Not Allowed Under a
Business Visa:

Performing operational or technical workManaging daily company operationsReceiving salary or remuneration from an
Indonesian entityActing as an employee or holding a working
position

In short, a Business Visa does not
allow foreigners to work in Indonesia, regardless of the duration of stay.

 

What Is a Work Permit in
Indonesia?

A Work Permit Indonesia is
mandatory for any foreign national who performs work, provides services, or
generates economic value in Indonesia. This applies even to short-term or
project-based assignments.

A work permit must be sponsored
by an Indonesian legal entity and processed in accordance with immigration
compliance requirements.

Work Permit Requirements for Foreigners
in Indonesia:

RPTKA Indonesia (Expatriate Placement Plan approval)Work Permit NotificationDPKK payment Indonesia (Skill & Development Fund
contribution)ITAS Indonesia (Limited Stay Permit for employment)

Only after completing all stages may
a foreign national work legally in Indonesia.

Can You Work in Indonesia with
a Business Visa?

This is one of the most
frequently asked questions by foreign professionals.

The answer is no.

Foreign nationals cannot work
legally in Indonesia
using a Business Visa, even for short-term
assignments. Any activity that involves operational responsibility, technical
involvement, or value creation requires a valid Indonesia work permit.

Misusing a Business Visa for work
purposes is one of the most common immigration violations in Indonesia.

 

Common Immigration Violations
by Foreign Workers in Indonesia

Despite clear regulations,
immigration violations still occur due to:

Using a Business Visa Indonesia for
operational or technical workAssuming short-term projects do not
require a work permitMisinterpreting job titles versus actual
job responsibilitiesIncorrect sponsor selection or visa type

Indonesian immigration
authorities actively conduct inspections, particularly in business districts,
industrial zones, and project sites.

 

Penalties for Working Without
a Permit in Indonesia

Failure to comply with immigration
compliance Indonesia
regulations may result in:

Administrative finesImmediate deportationBlacklisting from re-entering IndonesiaLegal liability for both the foreign
worker and sponsoring company

The penalty for working without a
permit in Indonesia can be severe, even if the violation was unintentional.

 

Why Immigration Compliance in
Indonesia Matters

Immigration compliance is not
merely an administrative requirement—it is a legal obligation. Employers and
foreign nationals must ensure the correct visa and work permit structure before
commencing any business or employment activities.

Each case may differ depending on
nationality, job scope, industry sector, and company structure. Proper
assessment is crucial to avoid unnecessary legal and financial risks.

For companies and individuals
seeking clarity on Work Permit Indonesia and Business Visa Indonesia,
working with an experienced Indonesia work permit consultant such as PT Devisa Global Services  can help ensure that all
requirements are fulfilled in accordance with Indonesian regulations.

 

Conclusion

Understanding the difference
between a Business Visa Indonesia and a Work Permit Indonesia is
essential for anyone planning to work or conduct business activities in the
country.

A Business Visa is intended
strictly for non-working business activities, while a Work Permit is mandatory
for any form of employment or operational involvement. Choosing the wrong visa
can lead to serious immigration consequences.

Staying informed, compliant, and
properly advised is the key to working legally and conducting business
successfully in Indonesia.

 

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Dedikasi Perwira Elnusa Petrofin, Hadirkan Energi Untuk Melangkah Penuh Harapan Pasca Bencana di Aceh

0

Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak usaha PT Elnusa Tbk. (ELSA), kembali mempersiapkan diri dalam untuk kembali bertugas dalam Satuan Tugas Ramadan–Idulfitri (SATGAS RAFI) 2026 PT Pertamina (Persero). Sebagai mitra distribusi energi dalam ekosistem Pertamina Group, Elnusa Petrofin siap mendukung Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM dan Avtur berjalan aman, tepat waktu, dan andal di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah dengan tantangan geografis tinggi.

Aceh, 3 Maret 2026 – Menjelang hari raya Idulfitri 1447 H, PT Elnusa Petrofin (EPN), anak
usaha PT Elnusa Tbk. (ELSA), kembali mempersiapkan diri dalam untuk kembali
bertugas dalam Satuan Tugas Ramadan–Idulfitri (SATGAS RAFI) 2026 PT Pertamina
(Persero). Sebagai mitra distribusi energi dalam ekosistem Pertamina Group,
Elnusa Petrofin siap mendukung Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran BBM
dan Avtur berjalan aman, tepat waktu, dan andal di seluruh wilayah Indonesia,
termasuk daerah dengan tantangan geografis tinggi.

Momentum
Satgas Ramadan–Idulfitri tidak hanya tentang kesiapan armada dan sistem
distribusi, tetapi juga tentang dedikasi
para Awak Mobil Tangki (AMT) sebagai pejuang
energi yang tetap bertugas
ketika sebagian masyarakat merayakan kebersamaan bersama
keluarga. Di balik operasional
yang terintegrasi dan terkendali, terdapat kisah-kisah ketangguhan yang
mencerminkan makna energi sebagai penggerak harapan.

Salah
satunya adalah kisah Bapak Mulhadi, AMT Elnusa Petrofin yang bertugas di Fuel
Terminal Lhokseumawe, pada akhir tahun lalu Mulhadi sempat terjebak longsor di
wilayah dataran tinggi Tanah
Gayo, Aceh, saat menjalankan tugas
distribusi BBM. Dalam
kondisi akses jalan terputus
dan komunikasi lumpuh akibat bencana, ia bersama rekannya harus bertahan selama
tiga hari sebelum akhirnya berjalan kaki puluhan kilometer menuju titik aman.

Bagi
Mulhadi, pengalaman tersebut justru memperkuat kesadaran bahwa komitmen untuk
menjaga ketersiadaan energi merupakan tugas mulia tanpa kompromi. Dalam situasi
sulit sekalipun, energi harus tetap hadir di tengah masyarakat. Saat bencana
maupun saat momen penting seperti Ramadan dan Idulfitri, BBM sangat dibutuhkan
untuk masyarakat, kendaraan logistik, hingga keadaan darurat. Itu menjadi
energi kami terus melangkah dengan penuh harapan.

Kini, menjelang Satgas Ramadan–Idulfitri 2026,
Mulhadi masih rutin
melintasi area terdampak bencana tersebut. Ia menjadi
saksi langsung proses pemulihan infrastruktur dan aktivitas masyarakat yang
perlahan kembali bangkit. Perjalanannya ke supply point dimulai dari Fuel
Terminal (FT) Lhokseumawe, melintasi Aceh Tengah, hingga Bener Meriah—rute yang
sebelumnya terdampak longsor
dan sempat terisolasi. Ia melihat sendiri
bagaimana masyarakat mulai
bangkit kembali. Energi yang kami salurkan menjadi harapan dan semangat untuk
pemulihan masyarakat.

Direktur
Operasi & Marketing PT Elnusa Petrofin, Ferdiansyah, menegaskan bahwa dalam
pelaksanaan Satgas Ramadan–Idulfitri 2026, perusahaan mengedepankan prinsip
HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai
prioritas utama, sejalan
dengan arahan PT Pertamina (Persero).

“Distribusi
energi pada saat momentum Ramadan–Idulfitri adalah misi pelayanan nasional.
Kami memastikan seluruh AMT, armada mobil tangki, dan sistem monitoring seperti
Road Traffic Control (RTC) beroperasi dalam kondisi optimal. Pengalaman di
berbagai kondisi darurat, termasuk bencana alam, menjadi pembelajaran berharga
dalam memperkuat mitigasi risiko dan kesiapan operasional kami,” jelas
Ferdiansyah.

Dalam
persiapan SATGAS, Elnusa Petrofin mengerahkan ribuan AMT dan ribuan unit mobil
tangki yang terintegrasi dengan sistem pengawasan digital berbasis GPS dan
CCTV. Monitoring dilakukan secara real-time melalui RTC untuk mengantisipasi
kepadatan arus mudik, potensi cuaca ekstrem, maupun gangguan distribusi di
titik-titik krusial. Rest area khusus AMT serta pengaturan jam kerja juga
diterapkan guna memastikan kebugaran dan keselamatan pengemudi selama periode
operasional intensif.

Dedikasi
para AMT tetap berkomitmen menjalankan tugasnya menyalurkan energi bahkan di
hari yang fitri, dari kota besar hingga wilayah terpencil. Perjuangan tersebut
menjadi bagian tak terpisahkan dari keandalan operasional Pertamina dalam
menjaga ketahanan energi nasional. Ferdiansyah juga menegaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam SATGAS RAFI merupakan wujud komitmen jangka
panjang dalam menjaga ketahanan energi nasional.

“Energi
adalah fondasi mobilitas dan aktivitas masyarakat, terutama di momen Ramadan
dan Idulfitri ketika kebutuhan meningkat signifikan. Di balik setiap liter BBM
yang tersalurkan, terdapat semangat pengabdian para pejuang energi di lapangan.
Kami memastikan mereka didukung sistem, perlindungan, dan koordinasi optimal
agar dapat menjalankan tugas dengan aman dan nyaman,” ujar Ferdiansyah.

Ia
menambahkan bahwa kisah Mulhadi dan rekan-rekannya menjadi representasi
perusahaan dalam menghadirkan Energi
untuk Melangkah Penuh Harapan,
energi yang tidak hanya menggerakkan
kendaraan, tetapi juga menjaga keberlangsungan kehidupan dan kebersamaan
masyarakat Indonesia.

Elnusa
Petrofin senantiasas berkomitmen untuk terus memperkuat peran strategisnya nya
sebagai garda depan distribusi energi
nasional, memastikan masyarakat dapat menjalani ibadah dan merayakan Idulfitri dengan
tenang, didukung pasokan energi yang aman dan andal.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Suplai Beton WSBP untuk Jalan Tol Probolinggo–Banyuwangi Paket 3 Mendekati Rampung, Jelang Mudik Lebaran 2026

0

Jakarta, Maret 2026 – PT Waskita Beton Precast Tbk (kode saham: WSBP) terus memastikan kelancaran suplai material untuk Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi Paket 3 yang dikerjakan oleh PP-WASKITA-WIKA KSO. Sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional yang menghubungkan wilayah Jawa Timur.

Pada proyek ini, WSBP menyuplai sejumlah produk beton, di antaranya 84 batang PC-I Girder, 65 batang Spun Pile, 3.810 batang Square Pile, serta 103.650 m³ beton Readymix. Seluruh beton precast telah selesai disuplai, sementara progres suplai beton Readymix saat ini telah mencapai 93%.

Suplai beton Readymix tersebut didukung oleh Batching Plant WSBP Proban yang memiliki kapasitas produksi 7.392 m³ per bulan. Dengan lokasi yang relatif dekat dari area proyek, distribusi beton dapat dilakukan secara optimal sehingga kualitas dan mutu beton tetap terjaga hingga proses pengecoran.

“Pada ruas Paiton–Besuki dengan total panjang 25,6 km yang direncanakan turut difungsikan pada arus mudik lebaran, WSBP berkontribusi melalui suplai beton precast dan beton Readymix untuk segmen sepanjang 5,8 km. Suplai beton Readymix untuk jalur utama telah dipenuhi dalam rangka mendukung kesiapan arus mudik lebaran 2026,” ujar Fandy Dewanto Kepala Divisi Corporate Secretary WSBP.

Suplai beton Readymix untuk kebutuhan main road saat ini telah memasuki tahap akhir. Pengecoran pada beberapa titik main road dan barier masih berlangsung dan ditargetkan tuntas sebelum periode arus mudik, sehingga seluruh material beton yang disuplai WSBP siap mendukung operasional ruas tersebut.

Sebagai perusahaan penyedia material beton, WSBP secara konsisten menerapkan pengendalian mutu mulai dari proses produksi hingga distribusi ke lokasi proyek. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap produk yang digunakan pada proyek infrastruktur strategis memenuhi spesifikasi teknis dan standar kualitas yang ditetapkan.

“Dengan rencana difungsionalkannya Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi pada arus mudik Lebaran 2026, WSBP memastikan seluruh material beton yang disuplai telah memenuhi standar mutu dan spesifikasi teknis yang ditetapkan. Komitmen ini kami lakukan guna menjamin keamanan dan kenyamanan para pengguna jalan, khususnya masyarakat yang melakukan perjalanan menuju wilayah Timur Jawa.” Tambahnya.

Dengan dibukanya Jalan Tol ini secara fungsional, waktu tempuh menuju wilayah Timur Jawa diharapkan semakin efisien. WSBP berkomitmen mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik dalam setiap operasional Perusahaan, termasuk dalam proses produksi dan distribusi produk beton ke proyek ini, sehingga dapat mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas dan berkelanjutan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES