Pengguna LRT Jabodebek Tumbuh 17,6 Persen, Dukung Mobilitas Masyarakat di Jabodebek

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Nov 2026 17:02 0 Redaksi

LRT Jabodebek mencatat pertumbuhan jumlah pengguna sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Sebanyak 27.693.123 pengguna telah memanfaatkan layanan LRT Jabodebek pada periode tersebut, meningkat sekitar 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 tercatat 23.549.818 pengguna.

Peningkatan tersebut menunjukkan semakin besarnya penggunaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek untuk mendukung mobilitas di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi, termasuk perjalanan menuju kawasan perkantoran, pusat kegiatan ekonomi, dan berbagai tujuan lainnya.

Pada bulan Oktober 2026, volume pengguna LRT Jabodebek tercatat sebanyak 2.990.218 pengguna berdasarkan aktivitas di 18 stasiun. Jumlah tersebut meningkat sekitar 8 persen dibanding Oktober 2025 yang tercatat 2.779.904 pengguna.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan pertumbuhan jumlah pengguna menunjukkan bahwa LRT Jabodebek semakin menjadi bagian dari mobilitas masyarakat, baik untuk perjalanan sehari-hari maupun pada akhir pekan dan hari libur nasional.

“Peningkatan ini menjadi motivasi bagi LRT Jabodebek untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terintegrasi, sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam merencanakan perjalanan,” ujarnya.

Stasiun Dukuh Atas BSI dan Stasiun Harjamukti, Titik Penting Mobilitas Masyarakat

Berdasarkan data Oktober 2026, Stasiun Dukuh Atas BSI menjadi stasiun dengan volume pengguna masuk tertinggi, yakni 448.561 pengguna. Sementara itu, volume pengguna keluar tertinggi juga tercatat di stasiun yang sama, mencapai 375.264 pengguna.

Tingginya aktivitas di Stasiun Dukuh Atas BSI sejalan dengan perannya sebagai salah satu titik integrasi antarmoda di Jakarta. Konektivitas dengan berbagai moda transportasi publik memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk melanjutkan perjalanan menuju kawasan aktivitas lainnya.

Sementara itu, Stasiun Harjamukti mencatat volume pengguna masuk terbanyak, yakni 348.648 pengguna dan pengguna keluar sebanyak 353.269 orang. Angka tersebut menempatkan Stasiun Harjamukti sebagai stasiun dengan aktivitas pengguna tertinggi kedua, baik untuk perjalanan masuk maupun keluar.

Sebagai stasiun awal dan akhir perjalanan LRT Jabodebek pada lintas Cibubur, Harjamukti memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dari kawasan penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya.

Stasiun Kuningan juga mencatat aktivitas pengguna yang tinggi, dengan 284.769 pengguna masuk dan 273.089 pengguna keluar selama Oktober 2026. Aktivitas tersebut mencerminkan kebutuhan perjalanan masyarakat menuju kawasan perkantoran dan pusat kegiatan ekonomi.

“Setiap stasiun memiliki karakteristik perjalanan yang berbeda. Karena itu, kami terus mengevaluasi pola perjalanan dan kebutuhan pengguna agar pelayanan LRT Jabodebek semakin relevan dengan aktivitas masyarakat,” tambahnya.

Integrasi Transportasi untuk Perjalanan yang Lebih Efisien

Pertumbuhan jumlah pengguna menjadi dorongan bagi LRT Jabodebek untuk terus memperkuat perannya dalam ekosistem transportasi publik. Konektivitas yang dimiliki LRT Jabodebek dengan berbagai moda transportasi publik memberikan pilihan perjalanan bagi masyarakat, terutama untuk menjangkau kawasan perkantoran, pusat kegiatan ekonomi, dan berbagai tujuan lainnya.

Melalui layanan transportasi publik yang terintegrasi, LRT Jabodebek mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan penggunaan transportasi publik sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari. Selain membantu memenuhi kebutuhan mobilitas, penggunaan transportasi publik juga dapat mendukung upaya mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi dan kepadatan lalu lintas di kawasan Jabodebek.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LAINNYA