
Tangerangmerdeka.co.id – Webinar ‘Ruang Digitalisasi Anak Aman dan Sehat’ mengungkap fakta mengejutkan: kecanduan gawai pada anak sering kali bermula dari perilaku orang tua. Acara yang digelar Komdigi bersama Komisi I DPR RI ini menghadirkan Habib Idrus Salim Aljufri bersama Dr. Rulli Nasrullah dan Dr. Muhammad Iqbal.
Habib Idrus menegaskan, Orang tua harus menjadi role model. Pendampingan bukan sekadar melarang, tapi menunjukkan cara sehat menggunakan gawai.
“Anak belajar dari apa yang ia lihat, bukan hanya dari apa yang ia dengar,” ucapnya.
Dr. Iqbal memperluas penjelasan dengan teori perkembangan anak. Menurutnya, kebutuhan anak di tiap usia—apresiasi, eksplorasi, pengakuan—sering tidak terpenuhi, sehingga anak mencari kompensasi lewat gawai.
“Anak adalah peniru terbaik. Kalau orang tuanya sibuk dengan gawai, anak akan meniru tanpa filter,” ungkapnya.
Dr. Rulli menambahkan dari sisi literasi digital. “Keluarga adalah ekosistem pertama. Kalau budaya digital sehat tidak dimulai dari rumah, anak akan rapuh menghadapi banjir informasi.”
Peserta webinar menyoroti kasus nyata. Seorang ibu bertanya bagaimana menghadapi anak yang tetap kecanduan meski sudah didampingi di rumah karena lingkungan luar memengaruhi. Dr. Iqbal menekankan konsistensi aturan dan memberi alternatif aktivitas yang lebih menarik.
Andri, seorang guru ngaji, menyampaikan keresahannya melihat anak-anak di lingkungannya kecanduan game online berkelompok. Ia mendapat saran agar menginisiasi kegiatan alternatif seperti olahraga, lomba adzan, hingga menyisipkan edukasi adab digital dalam pengajian.
Menutup diskusi, Habib Idrus menegaskan: “Anak-anak kita bukan generasi yang lemah. Mereka hanya butuh bimbingan yang tepat. Kalau keluarga, sekolah, dan negara berjalan seiring, ruang digital bisa menjadi sahabat, bukan ancaman.” (ris)