Pelatihan Baja Ringan di Tangsel, 150 Tukang Ikuti Uji Sertifikasi

waktu baca 2 menit
Kamis, 12 Feb 2026 13:27 2 Admin

KOTA TANGSEL, TANGERANGMERDEKA — Sebanyak 150 tukang baja ringan di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti pelatihan dan uji sertifikasi untuk meningkatkan keterampilan dan standar kerja di sektor konstruksi.

Kegiatan digelar di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM, Serpong, Kamis (12/2/2026). Program ini diinisiasi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Konstruksi (SDABMBK) Tangsel bersama Direktorat Bina Konstruksi, Balai Jasa Konstruksi, Himpunan Aplikator Pelapis Indonesia (HAPI), serta Kadin Tangsel.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan pelatihan dan sertifikasi tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi lokal.

Menurutnya, 150 peserta yang mengikuti kegiatan ini menjadi bagian awal dari target sekitar 200 peserta sepanjang 2026 dengan fokus pada konstruksi baja ringan.

“Pola program yang diterapkan adalah pelatihan yang dilanjutkan dengan sertifikasi sebagai pendekatan Pemkot Tangsel dalam menyiapkan tenaga kerja terampil di sektor jasa konstruksi,” ujarnya.

Benyamin menegaskan para peserta bukan pekerja baru, melainkan telah memiliki pengalaman di bidang konstruksi. Sertifikasi diharapkan dapat meningkatkan kompetensi sekaligus daya tawar mereka di dunia kerja.

Ia menambahkan, sertifikat kompetensi juga penting untuk menjamin kualitas pekerjaan serta keamanan struktur bangunan sesuai standar teknis.

“Ke depan, pelatihan tidak hanya menyasar baja ringan, tetapi juga pekerjaan beton, pasangan bata, dan bidang konstruksi lain sesuai kebutuhan pembangunan daerah,” jelasnya.

Kepala Dinas SDABMBK Tangsel Robby Cahyadi menyampaikan pelatihan berlangsung selama dua hari dan diikuti 150 pekerja pemasang rangka baja ringan.

Ia menyebut Tangsel mendapat porsi pelatihan cukup besar. Tahun sebelumnya, program serupa diikuti 300 peserta, dan tahun ini direncanakan ada tambahan kuota 200 peserta melalui dukungan anggaran pemerintah maupun pihak lain.

“Sertifikasi tidak hanya untuk tukang pasang atap baja ringan, tetapi juga profesi lain seperti tukang batu, operator mesin, hingga pekerja plester,” terangnya.

Menurut Robby, sertifikasi penting agar setiap tenaga kerja memahami prinsip kerja di bidangnya sehingga kesalahan pelaksanaan di lapangan dapat diminimalkan.

Sementara itu, Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah 3 Jakarta Priyono menjelaskan kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan tenaga kerja konstruksi oleh Kementerian Pekerjaan Umum.

Ia menyebut Tangsel sebelumnya meraih juara kedua pembinaan organisasi perangkat daerah tingkat kabupaten/kota, sehingga mendapat apresiasi berupa program pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja konstruksi.

“Program berkelanjutan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas tenaga kerja konstruksi sekaligus mendukung pembangunan yang aman, berstandar, dan berkelanjutan di Tangsel,” pungkasnya. (*)

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA