Beranda blog Halaman 4

KAI Divre III Palembang Ajak Penumpang Bawa Tumbler dan Jaga Barang Bawaan untuk Perjalanan yang Aman dan Ramah Lingkungan

0

Palembang, 29 November 2025 – Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan gaya hidup berkelanjutan yang ramah lingkungan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang terus mendorong terciptanya perjalanan yang lebih hijau, aman, dan bertanggung jawab. Melalui kampanye “Jangan Lupa Bawa Tumbler” serta imbauan kewaspadaan terhadap barang bawaan, KAI Divre III Palembang memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi yang nyaman sekaligus berorientasi pada keberlanjutan lingkungan.

Upaya ini menjadi bagian dari langkah nyata KAI dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya perjalanan yang disiplin dan penuh kesadaran.

Manager Humas PTKAI Divre III Palembang Aida Suryanti menjelaskan sebagai dukungan nyata, sejumlah stasiun keberangkatan KA Jarak Jauh di wilayah Divre III Palembang telah dilengkapi fasilitas Water Station, yaitu di Stasiun Kertapati dan Lubuklinggau, selanjutnya secara bertahap seluruh stasiun keberangkatan penumpang dilengkapi fasilitas Water Station. Melalui fasilitas ini, pelanggan dapat mengisi ulang air minum secara mandiri menggunakan tumbler pribadi sebelum naik kereta. Selain lebih hemat dan praktis, pengisian ulang ini membantu mengurangi sampah botol plastik yang kerap menjadi masalah lingkungan.

Selain mengajak pelanggan berperilaku ramah lingkungan, KAI juga mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan pelanggan terhadap barang bawaan pribadi. Sesuai ketentuan, kehilangan atau kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang sehingga tidak terdapat dasar pengajuan ganti rugi kepada KAI apabila terjadi kehilangan.

Untuk memberikan dukungan optimal, KAI Divre III menyediakan layanan Lost and Found di setiap stasiun naik turun penumpang. Petugas akan mencatat, menyimpan, dan mengamankan barang temuan hingga diambil kembali oleh pemiliknya. Barang temuan dapat diambil melalui Pos Pengamanan Stasiun Kertapati, Prabumulih, Muara Enim, Lahat, Tebing Tinggi dan Lubuklinggau.

Sepanjang Semester I tahun 2025, layanan Lost and Found Divre III mencatat 33 barang senilai total Rp.78.409.000 milik penumpang tertinggal baik di stasiun maupun di dalam kereta, dan telah dikembalikan dengan prosedur List and Found, data ini menunjukkan perlunya edukasi berkelanjutan agar penumpang selalu memastikan kelengkapan barang bawaan sebelum meninggalkan kereta maupun stasiun.

KAI menerapkan mekanisme penanganan barang hilang yang terstruktur dan mudah diakses pelanggan:

1. Penumpang melaporkan kehilangan kepada petugas stasiun.

2. Petugas melakukan pengecekan daftar barang temuan di layanan Lost and Found.

3. Jika barang sesuai ditemukan, penumpang dapat mengambilnya dengan menunjukkan identitas dan bukti kepemilikan.

“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk membawa tumbler pribadi karena fasilitas Water Station sudah tersedia di stasiun-stasiun keberangkatan. Langkah kecil ini tidak hanya lebih sehat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mengurangi sampah plastik. Kami juga mengimbau pelanggan untuk selalu menjaga barang bawaannya. Jika ada barang yang tertinggal, segera laporkan kepada petugas karena KAI memiliki prosedur resmi melalui layanan Lost and Found,” ujar Aida Suryanti.

KAI Divre III mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama mewujudkan perjalanan yang aman, nyaman, dan mendukung kelestarian lingkungan. Membawa tumbler, menjaga barang bawaan, serta mematuhi imbauan petugas merupakan langkah sederhana yang memberikan dampak besar bagi kenyamanan bersama. KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan dan mengharapkan dukungan masyarakat untuk menciptakan transportasi publik yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Artikel ini juga tayang di vritimes

6 Keuntungan Menjalankan Strategi Lead Generation bagi Pertumbuhan Bisnis di Era Digital

0

Revolusi digital telah mendorong perubahan perilaku masyarakat, termasuk dalam berbelanja. Melansir temuan Yougov 2025, masyarakat Indonesia menempati peringkat 2 dunia dalam preferensi belanja online. Hal ini menunjukkan kecenderungan konsumen Indonesia yang mengutamakan value for money, kecepatan, dan personalisasi. Dari perspektif pelaku usaha pun, membangun bisnis online memberikan keuntungan seperti jangkauan pasar yang lebih luas hingga global, fleksibilitas waktu karena dapat beroperasi 24 jam, dan kemudahan dalam pemasaran dan pengukuran efektivitasnya.

Namun adanya kemudahan-kemudahan ini turut melahirkan pertanyaan baru. Sebagai pemilik perusahaan/pelaku bisnis, bagaimana strategi yang dapat dilakukan untuk memenangkan kompetisi di ranah digital?

Sebuah perusahaan layanan bisnis digital, transcosmos Indonesia (TCID), mengoptimalkan layanan lead generation untuk mengakuisisi pelanggan yang tepat sasaran dan berbasis data. Telah lama dikenal akan keunggulannya mengkombinasikan layanan digital marketing dan call center, TCID memastikan setiap leads yang masuk dapat langsung ditindaklanjuti oleh para agen, memastikan perjalanan pelanggan berjalan secara menyeluruh dan konsisten.

Lantas, apa saja keuntungan menjalankan strategi lead generation bagi perusahaan/pelaku bisnis? Berikut enam keuntungan yang didapat oleh perusahaan/pelaku bisnis dalam menjalankan strategi lead generation seperti yang dikutip dari transcosmos Indonesia (TCID):

1. Performa yang terukur dan data berkualitas

Layanan ini menyajikan laporan yang jelas sehingga perusahaan dapat melihat jumlah prospek yang masuk, tingkat konversi, dan kualitas data. Pengguna yang mengisi formulir adalah orang yang benar-benar tertarik dengan produk atau layanan, sehingga kualitas leads menjadi lebih baik. Seperti salah satu kolaborasi sukses TCID di industri elektronik, di mana pendekatan lead generation terbukti mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas prospek secara signifikan. Dengan menargetkan audience yang tepat sasaran, kombinasi iklan untuk awareness dan conversion pada campaign tersebut menghasilkan performa click-through yang tinggi hingga melebihi 200% target KPI.

2. Proses yang efisien dan hemat waktu

Proses akuisisi berlangsung secara otomatis, mulai dari iklan hingga data masuk ke sistem. Perusahaan tidak perlu mencari calon pelanggan satu per satu. Tim yang melakukan follow up hanya menghubungi prospek yang relevan dan telah menunjukkan minat. Pada tahap berikutnya, proses tidak berhenti pada pengumpulan data semata. Sebagai sebuah perusahaan layanan bisnis digital yang dikenal mengkombinasikan keunggulan digital marketing dan call center, TCID dapat melakukan proses tindak lanjut yang lebih mendalam, mulai dari nurturing, conversion, hingga menjaga retention pelanggan dengan sentuhan manusia (human touch).

Di tengah berbagai kampanye lintas industri, pendekatan ini juga terbukti efektif di sektor layanan keuangan. Dalam kolaborasi dengan salah satu perusahaan asuransi digital, strategi iklan digital yang terukur mampu mendorong lebih dari 700 pembelian asuransi melalui situs resmi mereka dalam waktu singkat. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis data dapat mempercepat proses akuisisi pelanggan pada produk dengan tingkat pertimbangan tinggi (high-consideration products).

3. Optimasi biaya pemasaran

Lead generation dapat menurunkan biaya penjualan karena perusahaan tidak membutuhkan tim sales dalam jumlah besar untuk melakukan pencarian prospek secara manual. Strategi ini juga memungkinkan perusahaan menjangkau audiens yang tepat melalui iklan digital di berbagai platform seperti Google, Meta, Linkedin, dan Tiktok menjadi kanal prospecting yang lebih terjangkau.

4. Operasional yang dikelola secara profesional dan strategis

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang layanan bisnis digital terintegrasi, TCID menghadirkan service journey dalam tiga fase utama, yaitu find customer, convert sales, dan keep customer. Keunggulan ini dihadirkan dengan pendekatan yang agile, strategis, dan kreatif. Melalui metode ini, TCID mengelola seluruh customer journey, mulai dari akuisisi, verifikasi, edukasi, purchase, hingga menjaga retention konsumen.

Seluruh proses tersebut dijalankan oleh tim TCID yang bekerja dengan dinamis dan cepat beradaptasi terhadap kebutuhan bisnis. Pendekatan menyeluruh ini tidak hanya mengurangi proses coba-coba, tetapi juga memastikan hasil yang lebih konsisten, stabil, dan berbasis insight.

5. Fleksibel untuk berbagai jenis bisnis

Strategi lead generation dapat digunakan oleh perusahaan B2C maupun B2B. Dengan menggabungkan strategi iklan digital, landing page khusus untuk konversi, pengumpulan data secara real time, serta proses tindak lanjut yang dilakukan oleh tim profesional, strategi ini dapat dimanfaatkan tidak hanya untuk kebutuhan sales. Layanan ini dapat dimanfaatkan untuk proses rekrutmen, pendaftaran acara, membership, dan berbagai keperluan lainnya.

6. Membangun nilai jangka panjang

Data yang masuk menjadi aset penting bagi perusahaan karena dapat digunakan untuk pendekatan ulang kepada calon konsumen, kegiatan kampanye lanjutan, serta pemeliharaan hubungan dengan pelanggan dalam jangka panjang.

Salah satu hasil signifikan lainnya terlihat dalam kerja sama dengan salah satu layanan perbankan, yang berhasil memperoleh lebih dari 5 ribu pembukaan rekening baru hanya dalam dua bulan melalui pendekatan iklan digital dan landing page khusus. Pencapaian ini mempertegas bahwa strategi lead generation yang tepat dapat memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan bisnis.

Vice President Director transcosmos Indonesia Ardi Sudarto, menjelaskan bahwa lead generation sudah menjadi kebutuhan utama dalam strategi pemasaran saat ini.

“Banyak perusahaan ingin mendapatkan pelanggan baru tetapi tidak memiliki data yang jelas tentang siapa yang benar-benar tertarik. Lead generation memberikan kejelasan tersebut. Dengan pendekatan berbasis data, perusahaan dapat melihat perilaku konsumen sejak tahap awal dan melakukan konversi dengan lebih efisien. Kami ingin membantu perusahaan di Indonesia membangun jalur pertumbuhan yang lebih kuat dan berkelanjutan,” ujar Ardi.

transcosmos Indonesia merupakan penyedia layanan customer experience dan bisnis digital yang merupakan anak perusahaan dari transcosmos Inc., perusahaan yang berpusat di Jepang dan berdiri sejak tahun 1966. transcosmos Indonesia menghadirkan layanan terpadu untuk mendukung berbagai aspek bisnis klien, termasuk teknologi CX. Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi website transcosmos Indonesia, Instagram transcosmos Indonesia, dan LinkedIn transcosmos Indonesia.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Pajak di Indonesia Melambung: Kekhawatiran Intervensi Kebijakan China dalam Perkembangan Ekonomi, Sosial, dan Politik

0

Kenaikan beban pajak yang dirasakan masyarakat Indonesia mendapat sorotan dari Nusantara Institute for Fiscal & Geopolitical Studies (NIFGS), yang menilai tekanan fiskal pemerintah semakin terkait dengan ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok, mulai dari utang infrastruktur hingga dominasi industri dan banjir impor murah. Analis NIFGS, Firman Arifianto, mengaitkan kondisi ini dengan teori Ibn Khaldun bahwa negara dalam tekanan cenderung menaikkan pajak secara berlebihan dan membebani masyarakat. NIFGS memperingatkan bahwa situasi ini dapat berdampak pada stabilitas sosial–politik dan menyerukan reformasi struktural, termasuk peninjauan utang luar negeri dan penguatan industri nasional.

Solo – Kenaikan beban pajak yang dirasakan masyarakat dalam
beberapa tahun terakhir kembali memunculkan perdebatan mengenai arah kebijakan
fiskal Indonesia. Di tengah upaya pemerintah meningkatkan kapasitas penerimaan
negara, sejumlah pakar menilai bahwa kebijakan pajak Indonesia kini berada pada
titik yang mengkhawatirkan, terutama terkait pengaruh eksternal dari Tiongkok
(China) dalam lanskap ekonomi nasional.

Dalam laporan analitis terbaru bertajuk “Perpajakan di Indonesia
dan Relevansi Teori Fiskal Ibn Khaldun: Perspektif Kritis dan Implikasi
Geopolitik”
, penulis dan editor Firman Arifianto menegaskan bahwa dinamika
ekonomi-politik Indonesia semakin menunjukkan pola ketergantungan yang
signifikan terhadap modal dan investasi Tiongkok. Kondisi tersebut, menurutnya,
memiliki implikasi langsung terhadap tekanan fiskal dan keputusan pemerintah
menaikkan pajak yang kini banyak dirasakan masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Kenaikan pajak yang tidak wajar harus dilihat dalam konteks
geopolitik dan ketergantungan ekonomi terhadap Tiongkok,” — Firman Arifianto,
Editor & Analis Kebijakan Fiskal

Firman menjelaskan bahwa berdasarkan data lapangan dan kondisi
makro ekonomi saat ini, terdapat gejala jelas bahwa beban fiskal Indonesia
meningkat seiring meningkatnya eksposur utang bilateral, aliran investasi
industri, serta operasi perusahaan-perusahaan besar asal Tiongkok di sektor
strategis—mulai dari nikel, energi, hingga infrastruktur transportasi.

“Jika struktur ekonomi nasional rapuh dan terlalu bergantung pada
modal asing, terutama Tiongkok, maka negara berada pada posisi tertekan. Dalam
situasi seperti itu, kecenderungan pemerintah untuk menutup kekurangan anggaran
dengan menaikkan pajak menjadi sangat tinggi,” ujarnya.

Pengaruh Ekonomi Tiongkok dan Dampaknya pada Pajak

Menurut analisis dalam laporan tersebut, sedikitnya terdapat empat
kanal utama yang menyebabkan kebijakan pajak Indonesia menjadi semakin agresif
dan cenderung membebani kelompok berpenghasilan rendah:

1.     
Eksposur
Utang Infrastruktur yang Tinggi

Proyek-proyek strategis berbasis pinjaman Tiongkok dinilai memiliki
bunga dan klausul kontrak yang tidak transparan. Kewajiban pembayaran jangka
panjang ini mempersempit ruang fiskal pemerintah.

2.     
Ekstraksi
Sumber Daya Alam

Operasi tambang yang dikuasai perusahaan Tiongkok juga disorot
karena minim kontribusi pajak, penggunaan skema transfer pricing, serta
kerusakan lingkungan yang justru memerlukan biaya negara untuk pemulihan.

3.     
Dominasi
Industri dan Tenaga Kerja Asing

Kawasan industri seperti Morowali dan Weda Bay disebut membuka
lapangan kerja, namun sebagian besar nilai tambah dan keuntungan diekspor
kembali ke luar negeri.

4.     
Produk
Impor Murah yang Menggerus Industri Lokal

Masuknya banjir barang impor China menekan UMKM dan industri
nasional, menyebabkan basis pajak domestik melemah.

Ibn Khaldun: Pajak Tinggi adalah Tanda Negara Sedang Tertekan

Firman juga mengaitkan kondisi ini dengan teori fiskal Ibn Khaldun
yang menyebutkan:Ketika negara tertekan dan kehilangan kemandirian, pajak akan
dinaikkan secara berlebihan, dan beban tersebut pada akhirnya merusak
produktivitas masyarakat.

Ia menegaskan bahwa Indonesia kini berada dalam pola yang serupa:
pajak meningkat, namun beban tersebut justru jatuh pada kelompok rentan dan
kelas menengah ke bawah—alih-alih pada konglomerasi besar yang diduga menikmati
berbagai kelonggaran fiskal.

Alarm Serius bagi Stabilitas Sosial dan Politik

Kenaikan pajak yang tidak moderat, menurut laporan tersebut,
memiliki dampak tidak hanya pada ekonomi, tetapi juga pada:

·        
Stabilitas
sosial, karena beban biaya hidup meningkat.

·        
Ketidakpuasan
publik, terutama terkait ketimpangan kebijakan fiskal.

·        
Kerentanan
politik, ketika sektor strategis terlalu dipengaruhi kekuatan ekonomi asing.

Firman mengingatkan bahwa jika pola ini terus berlanjut, Indonesia
berpotensi masuk ke fase “kemunduran fiskal” sebagaimana digambarkan Ibn
Khaldun—di mana pajak yang berlebihan justru mematikan aktivitas ekonomi dan
memperburuk kepercayaan publik.

Seruan untuk Reformasi dan Kedaulatan Fiskal

Sebagai penutup, Firman menyerukan perlunya langkah berani untuk
mengurangi ketergantungan ekonomi pada Tiongkok serta memperbaiki tata kelola
pajak nasional. Ia menekankan tiga agenda utama:

•        
Mengembalikan
kedaulatan fiskal Indonesia melalui peninjauan ulang kontrak dan utang luar
negeri.

•        
Mendistribusikan
beban pajak secara adil, terutama kepada korporasi besar dan sektor ekstraktif.

•        
Memperkuat
industri nasional dan UMKM, agar basis pajak domestik tidak terus melemah.

“Tanpa reformasi struktural, Indonesia akan terus berada dalam
lingkaran ketergantungan dan tekanan fiskal. Dampaknya sudah dirasakan hari ini
oleh jutaan masyarakat berpenghasilan rendah yang terbebani pajak,” — Firman
Arifianto

(Red.)

Artikel ini juga tayang di vritimes

KAI Salurkan CSR Rp100 Juta untuk Korban Banjir di Sumut dan Aceh

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) – KAI Quick Response Bencana Alam untuk masyarakat terdampak banjir di Kota Medan dan Aceh.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) – KAI Quick Response Bencana Alam untuk masyarakat terdampak banjir di Kota Medan dan Aceh.

Bantuan untuk masyarakat di Kota Medan diserahkan langsung oleh Vice President KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, didampingi Plt Vice President CSR KAI, Sulardi Wiyatman, kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, bersama Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, di Posko BPBD Gedung Dharma Wanita Kota Medan, Jumat (28/11/2025).
Bantuan yang diberikan berupa paket kebutuhan dasar masyarakat, seperti makanan siap saji, beras, mie instan, air minum kemasan, biskuit, selimut, sarung, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya, dengan total nilai mencapai Rp50 juta.
Selanjutnya pada Hari Sabtu (29/11/2025), bertempat di Posko Bencana Kantor KAI Divre I Sumatera Utara, telah dilakukan penyerahan bantuan kepada Tim Sub Divre I.1 Aceh untuk didistribusikan ke wilayah terdampak bencana di Aceh. Distribusi bantuan dilakukan segera setelah akses menuju Aceh dapat dilalui.
Bantuan untuk masyarakat Aceh senilai Rp50 juta diserahkan oleh Manager Keuangan, Win Jasmin, mewakili Vice President KAI Divre I Sumut, didampingi Plt Vice President CSR, Sulardi Wiyatman, dalam bentuk paket kebutuhan pokok dan perlengkapan sehari-hari.
Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan KAI bagi korban banjir di Sumatera Utara dan Aceh mencapai Rp100 juta.
Vice President KAI Divre I Sumut, Sofan Hidayah, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan wujud kepedulian KAI terhadap masyarakat sekaligus implementasi nyata tanggung jawab sosial perusahaan.
“KAI Divre I Sumut turut prihatin atas musibah yang terjadi. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar Sofan.
Sofan menambahkan bahwa pelaksanaan program CSR tidak hanya bertujuan membantu masyarakat saat terjadi bencana, tetapi juga menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam menciptakan hubungan harmonis dengan lingkungan sosial.
“CSR merupakan bagian penting dari keberlanjutan perusahaan. Kami memastikan KAI terus aktif, responsif, dan bergerak cepat menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana sekaligus mendukung percepatan pemulihan pasca bencana,” jelasnya.
KAI terus menjalin koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak-pihak terkait agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak bencana.

Artikel ini juga tayang di vritimes

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Berbagi Sembako dan Penyediaan Layanan Kesehatan Gratis Untuk Warga Jakarta Selatan

0

Jakarta – PTPN III (Persero), melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), menyalurkan bantuan 1.000 paket sembako kepada masyarakat Jakarta Selatan dan para pengemudi ojek online pada Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan PTPN III (Persero), Wakil Camat Setiabudi, Lurah Kuningan Timur, warga Jakarta Selatan, serta para pengemudi ojek online yang berlokasi di Kantor Kelurahan Kuniangan Timur dan Kantor Kecamatan Cilandak.

PTPN III, dalam rangka mewujudkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), terus berupaya meningkatkan perannya dalam berbagai kegiatan yang mencerminkan kepedulian sosial serta pelestarian lingkungan.

Dalam hal ini, VP Komunikasi Perusahaan dan TJSL PTPN III (Persero), Dahlia Mutiara Chairuman, menyampaikan bahwa ⁠bentuk nyata dari kepedulian perusahaan salah satunya diwujudkan melalui program yang berfokus pada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat dan peningkatan kualitas hidup.

“Kegiatan yang kita selenggarakan hari ini merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut, selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang menjadi pedoman global dalam menciptakan pembangunan yang inklusif, khususnya TPB 2: Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).” Ucapnya.

Dahlia juga menambahkan bahwa sebagai bentuk upaya gotong royong, kepedulian, serta kontribusi berkelanjutan, perusahaan terus mendukung ketahanan pangan masyarakat melalui pembagian 1.000 paket sembako, serta meningkatkan kualitas kesehatan melalui layanan pemeriksaan kesehatan gratis.

“Pada pagi ini, kita akan memberikan 500 paket sembako dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis kepada masyarakat Kelurahan Kuningan Timur yang membutuhkan, khususnya kelompok rentan. Paket yang disalurkan terdiri dari beras 5 kilogram, serta produk PTPN Group berupa minyak goreng 1 liter, gula kristal putih 1 kilogram, dan teh 1 kotak. Kemudian pada siang hari, penyaluran bantuan berlanjut dengan pemberian 500 paket sembako kepada para pengemudi ojek daring (ojol).”

Artikel ini juga tayang di vritimes

Menghasilkan Passive Income Lewat Staking USDT dengan APY Hingga 10%

0

Sebagai aset digital dengan nilai yang relatif stabil, USDT semakin menjadi pilihan bagi pengguna crypto yang ingin menambah pendapatan secara rutin.

Melalui layanan staking USDT, pengguna dapat mengembangkan aset mereka tanpa perlu aktif melakukan trading setiap hari. Mekanisme staking menghadirkan proses yang lebih sederhana dan pengalaman yang lebih tenang karena stabilitas harganya lebih terjaga, sementara potensi imbal hasilnya tetap menarik bagi berbagai profil pengguna.

Memahami Cara Kerja Staking USDT

Staking USDT adalah layanan yang memberi kesempatan untuk memperoleh imbal hasil tahunan (APY) secara pasif dengan menyimpan atau mengunci USDT dalam jangka waktu tertentu. Setiap platform memiliki aturan dan skema imbal hasil yang berbeda, dan pengguna akan mendapatkan hasil sesuai mekanisme yang berlaku.

Karena nilai USDT dipatok ke dolar AS, banyak pengguna melihatnya sebagai pilihan yang lebih stabil ketika ingin membangun pendapatan pasif di dunia kripto. Aktivitas ini juga dirasa lebih tenang karena tidak menuntut pemantauan grafik harga setiap saat. Pengguna hanya perlu memahami cara kerja program dan memastikan USDT tetap berada dalam periode perhitungan imbal hasil.

Sebagian besar layanan staking USDT juga menyediakan penarikan fleksibel, sehingga pengguna bisa mengambil kembali aset mereka kapan pun tanpa biaya tambahan. Fleksibilitas ini menjadi alasan kuat mengapa staking USDT populer di kalangan pemula maupun pengguna berpengalaman yang ingin menambah potensi keuntungan dari aset yang sudah mereka miliki.

Cara Staking USDT dengan APY Hingga 10%

Bittime sebagai salah satu platform kripto di Indonesia menyediakan fitur staking USDT yang dirancang agar mudah digunakan, baik oleh pengguna baru maupun yang sudah berpengalaman.

Bagi pemula, tersedia panduan lengkap tentang cara staking USDT di Bittime yang menjelaskan langkah penempatan aset hingga cara perhitungan imbal hasil. Panduan ini membantu pengguna memahami proses dari awal hingga akhir tanpa kebingungan.

Untuk melihat pilihan program staking yang sedang tersedia, pengguna dapat membuka halaman fitur staking Bittime. Di sana ditampilkan berbagai opsi aset, estimasi imbal hasil, hingga ketentuan yang berlaku. Informasi tersebut memudahkan pengguna dalam memilih program yang sesuai kebutuhan dan profil risiko masing-masing.

Sebelum mulai staking, banyak pengguna biasanya ingin mengetahui harga USDT dalam rupiah. Langkah ini wajar karena membantu memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai nilai portofolio mereka. Untuk itu, pengguna bisa memanfaatkan converter USDT ke IDR agar bisa memperkirakan nilai aset serta potensi hasil yang mungkin diperoleh dari program staking yang dipilih.

Meskipun USDT merupakan stablecoin yang mengikuti nilai dolar Amerika, aset digital tetap berada dalam ekosistem yang dinamis. Pengguna perlu memahami bahwa dunia kripto memiliki risiko, mulai dari kondisi pasar, faktor likuiditas, hingga kebijakan platform yang dapat berubah sewaktu-waktu.

Memahami risiko tersebut adalah bagian penting sebelum menempatkan aset dalam program staking, agar setiap keputusan yang diambil selaras dengan kebutuhan dan profil pengguna.

Artikel ini juga tayang di vritimes

BINUS University & PT. NITORI Dorong Talenta Global: Program Japanese Popular Culture Mendominasi Penerima Beasiswa NITORI 2025

0

Jakarta, 21 November 2025 — Komitmen BINUS University dalam menyiapkan talenta muda Indonesia yang berdaya saing global kembali diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama PT. NITORI, perusahaan furnitur terkemuka asal Jepang. Selama dua tahun berturut-turut, Program Japanese Popular Culture (JPC) menerima kepercayaan penuh dari PT. NITORI dan berhasil mencatat jumlah penerima beasiswa terbanyak. Pencapaian ini menegaskan posisi JPC sebagai program unggulan yang terus berkembang dan mampu melahirkan lulusan dengan wawasan budaya Jepang serta kompetensi industri yang kuat.

Kemitraan antara BINUS University dan PT. NITORI merupakan bagian penting dari payung BINUS Asia Collaboration, yang membuka jalur bagi mahasiswa untuk mengakses pengalaman akademik dan budaya internasional, termasuk peluang karier di perusahaan Jepang yang beroperasi secara global. Relevansi ini semakin kuat seiring meningkatnya kebutuhan industri terhadap talenta multidisiplin yang memahami bahasa, budaya, dan dinamika pasar Jepang.

Dari 30 penerima beasiswa NITORI 2025, sebanyak 20 mahasiswa berasal dari Program Japanese Popular Culture. Berikut nama-nama mahasiswa/i yang berhasil mendapatkan beasiswa NITORI 2025:

1. NADIA VINITA KUSUMA

2. ALICIA

3. RAUL KEENAN ABIZAR

4. CLARISSA FIDELA

5. BENEDICTUS BAGAS DWIPUTRANTO

6. NIXIE KOE

7. DEVLIN OVELIA

8. GABRIELLA PUTRI DEWI

9. ABRAHAM IMANUEL

10. CELINE YAP

11. CALISTA VANIA KURNIAWAN

12. RICHARD LIU

13. AMIRA BATRISYIYA GHASSANI MIRZA

14. VELANSIA

15. FATTAH INSAN TAMSAKA

16. IMEILIA CAITLYN HANDOKO

17. ERICK RICCARDO WU

18. FERDY WIJAYA

19. ZAFIRA AYU HIDAYAT

20. DANIELLE YSABELLA ARINABO SUTIONO

Dominasi ini mencerminkan efektivitas kurikulum JPC yang tidak hanya berfokus pada budaya populer Jepang seperti anime, film, dan konten digital, tetapi juga mengintegrasikan penguasaan bahasa, pemahaman bisnis Jepang, serta penguatan soft skills yang dibutuhkan untuk bekerja di lingkungan profesional Jepang. Setiap mahasiswa menerima dukungan finansial sebesar Rp 12.000.000,- sebagai bentuk investasi nyata dari PT NITORI dalam mendukung lahirnya talenta global.

Upacara penyerahan beasiswa yang berlangsung di Aula 800 BINUS Kemanggisan @Anggrek Campus dibuka oleh Dr. Elisa Carolina Marion, S.S., M.Si., selaku Dekan Faculty of Humanities BINUS University. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa penerima beasiswa hari ini, terutama dari Japanese Popular Culture, adalah representasi generasi muda Indonesia yang siap menjembatani hubungan budaya dan industri antara Indonesia dan Jepang.

Kami berharap para mahasiswa Japanese Popular Culture dapat memanfaatkan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk terus berkarya, memperluas wawasan global, dan menjadi representasi Indonesia yang membanggakan di dunia internasional. Kalian adalah bagian penting dari masa depan,” ujar Dr. Elisa.

Sambutan tersebut disambut hangat oleh Mr. Yuuki Ueda, Director of NITORI Indonesia, yang menegaskan pentingnya pengembangan sumber daya manusia yang memahami budaya Jepang sebagai fondasi kolaborasi jangka panjang antara pendidikan dan industri.

Kami percaya bahwa mahasiswa Japanese Popular Culture BINUS University memiliki pemahaman budaya Jepang yang mendalam dan semangat belajar yang tinggi. Hal ini sangat penting bagi perusahaan Jepang seperti NITORI, yang beroperasi lintas negara dan membutuhkan talenta yang mampu beradaptasi, berkomunikasi efektif, dan memahami nilai-nilai budaya Jepang dalam konteks bisnis secara global,” ungkap Mr. Ueda.

Program Japanese Popular Culture BINUS University terus berkembang menjadi pusat pembelajaran budaya Jepang di Indonesia dengan pendekatan multidisiplin yang mencakup akademik, kreativitas, bahasa, dan pemahaman industri. Melalui kolaborasi industri dan kesempatan internship ataupun study abroad ke Jepang, Program Japanese Popular Culture semakin mempersiapkan mahasiswanya untuk menapaki karier internasional baik di industri kreatif, media, teknologi, maupun perusahaan global seperti NITORI.

Artikel ini juga tayang di vritimes

BINUS UNIVERSITY Gelar “Future Reflection”: Perayaan Karya Tugas Akhir Mahasiswa Fashion Program

0

Jakarta, 22 November 2025 – Industri fashion global terus mengalami perkembangan signifikan, khususnya dalam lanskap kreatif Indonesia yang semakin dinamis dan kompetitif. Menanggapi perubahan ini, Fashion Program BINUS University menghadirkan sebuah ruang berkarya yang mendorong inovasi sekaligus memperluas eksposur mahasiswa di ranah fashion profesional. Dengan visi untuk menghubungkan mahasiswa, alumni, dan masyarakat luas melalui kegiatan yang inspiratif, Fashion Program mempersembahkan acara Future Reflection sebagai bagian dari perayaan tugas akhir mahasiswa Fashion Program BINUS University.

Future Reflection diselenggarakan di By The Sea PIK, sebuah destinasi gaya hidup modern yang mencerminkan nilai-nilai kreativitas, ekspresi diri, dan estetika kontemporer. Pemilihan lokasi ini memberikan pengalaman yang selaras dengan tema acara, “Reflection of Future”, yang menekankan pada eksplorasi mode melalui inovasi, kreativitas visual, dan pendekatan desain yang berorientasi masa depan. Dengan suasana tepi laut, tata cahaya modern, serta elemen atmosferik khas By The Sea PIK, acara ini menghadirkan panggung ideal bagi mahasiswa untuk mempresentasikan karya terbaik mereka.

Sebagai platform yang dirancang untuk menghubungkan tren mode dan pendidikan tinggi, Future Reflection menampilkan rangkaian kegiatan seperti runaway karya mahasiswa Fashion Program, talkshow, hingga aktivitas interaktif yang melibatkan mahasiswa, alumni, dan dosen. Acara ini tidak hanya menghadirkan pameran karya tugas akhir mahasiswa, tetapi juga membuka ruang dialog antara sivitas akademika, praktisi industri, media, komunitas kreatif, dan calon mahasiswa. Melalui kolaborasi ini, BINUS University menegaskan komitmennya dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga peka terhadap perkembangan industri fashion global yang bergerak cepat.

Fashion Program BINUS University menekankan pentingnya keberlanjutan, kreativitas, teknologi, dan inovasi sebagai pilar pendidikan fashion masa kini. Melalui Future Reflection, mahasiswa didorong untuk menghadirkan gagasan segar yang relevan dengan isu kontemporer, termasuk eksplorasi material baru, desain fungsional, pendekatan eksperimental, serta nilai-nilai keberlanjutan yang semakin penting dalam industri fashion.

Ratna Dewi Paramita selaku Head of Fashion Program BINUS University, enyampaikan bahwa “Future Reflection adalah bukti bahwa mahasiswa kami memiliki keberanian untuk bereksperimen, kemampuan untuk membaca masa depan industri, dan kedewasaan untuk menerjemahkan ide menjadi karya nyata. Kami berharap platform ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi, tetapi juga titik awal perjalanan profesional mereka sebagai bagian dari generasi baru desainer Indonesia yang inovatif, inklusif, dan bertanggung jawab.”

BINUS University berharap bahwa penyelenggaraan Future Reflection dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan ekosistem fashion Indonesia. Dengan mempertemukan mahasiswa, alumni, praktisi, brand lokal, dan publik dalam satu ruang kreatif, acara ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda untuk berani berkarya, bereksperimen, dan berkontribusi dalam membangun masa depan fashion yang lebih berkelanjutan, inovatif, dan inklusif. Sebagai institusi pendidikan yang berkomitmen pada visi Fostering and Empowering, BINUS University percaya bahwa pengalaman seperti Future Reflection akan menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam menapaki karier profesional mereka di industri fashion nasional maupun internasional.

Artikel ini juga tayang di vritimes

KAI Daop 2 Bandung Ajak Pelanggan: “Jangan Lupa Bawa Tumblermu Saat Bepergian dengan Kereta Api!”

0

Bandung, Jawa Barat — Dalam upaya mendukung gerakan pengurangan sampah plastik serta memberikan layanan yang lebih ramah lingkungan bagi para pelanggan, KAI Daop 2 Bandung mengajak seluruh pengguna jasa untuk membawa tumbler pribadi saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Para pelanggan kini dapat menikmati fasilitas Drinking Water Station yang tersedia secara gratis di sejumlah stasiun di wilayah Daop 2 Bandung.

Manager Humasda KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo mengatakan bahwa penyediaan layanan isi ulang air minum ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung program green transportation dan gaya hidup berkelanjutan.

“Dengan membawa tumbler sendiri, pelanggan bukan hanya menghemat biaya pembelian air minum, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Fasilitas Drinking Water Station ini kami hadirkan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan tambahan bagi para pelanggan,” ujarnya.

Lebih lanjut Kuswardojo menambahkan, di wilayah KAI Daop 2 Bandung, KAI Daop 2 berkolaborasi dengan KAI Commuter Area Bandung menyediakan total 24 unit dispenser Drinking Water Station yang tersebar di 16 stasiun layanan KA Jarak Jauh dan KA Lokal. Fasilitas ini dapat digunakan bebas oleh pelanggan untuk mengisi ulang air minum sebelum perjalanan.

Saat ini, fasilitas Drinking Water Station telah tersedia di Stasiun Bandung, Kiaracondong, Tasikmalaya, Banjar, Ciamis, Garut, Padalarang, Gadobangkong, Cimahi, Cimindi, Ciroyom, Cikudapateuh, Gedebage, Rancaekek, Cicalengka, dan Purwakarta. Pelanggan cukup membawa tumbler atau botol minum pribadi untuk dapat mengisi ulang air minum secara mandiri.

KAI Daop 2 Bandung berharap langkah ini dapat semakin mendorong budaya bepergian yang lebih peduli lingkungan. Selain lebih praktis, membawa tumbler saat bepergian juga membantu mengurangi timbulan sampah plastik yang kerap ditemukan di ruang publik, termasuk di lingkungan stasiun.

“Kami terus mengajak pelanggan untuk menjadi bagian dari perubahan. Langkah kecil seperti membawa tumbler dapat memberikan dampak besar jika dilakukan bersama-sama. Mari wujudkan perjalanan yang lebih sehat, hemat, dan ramah lingkungan,” tutup Kuswardojo.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Holding Perkebunan Nusantara Dorong Hilirisasi, PT RPN Luncurkan 28 Inovasi Riset Menuju Pasar Komersial

0

Bogor, 28 Oktober 2025 – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menegaskan komitmennya untuk memperkuat perannya dalam mendorong hilirisasi komoditas perkebunan nasional. Melalui konferensi pers yang digelar di Kantor Direksi PT RPN, Bogor Selasa (28/10), RPN mengumumkan keberhasilan mengembangkan 28 produk riset unggulan sepanjang 2023–2025 yang siap menuju tahap komersialisasi.

Direktur PT RPN, Dr. Iman Yani Harahap, menjelaskan bahwa inovasi terbagi dalam enam kategori utama. Pemuliaan dan bioteknologi tanaman mendominasi dengan 15 produk, termasuk klon unggul kelapa sawit Nusaklon 1 dan 2, varietas tebu PS 08, klon kakao Monika 01 dan 02, serta klon karet IRR 309 dan IRR 310.

Tak hanya itu, RPN juga mencetak inovasi di bidang mekanisasi dan otomasi dengan produk Digiteks dan Digimost; pangan dan energi seperti minyak makan merah dan specialty tea Gambung; lingkungan dan dekarbonisasi dengan Vulkasol dan Lead Rubber Bearing; serta aplikasi digital berbasis teknologi, termasuk e-Hara, Nusaklim, dan OPA (Oil Palm Assistant).

“Capaian ini membuktikan bahwa riset perkebunan Indonesia tidak berhenti di laboratorium, tetapi diarahkan agar mampu memberi nilai tambah dan meningkatkan daya saing di pasar global,” tegas Iman.

Lebih lanjut, Iman mengungkapkan bahwa RPN saat ini juga tengah mengembangkan produk baru, antara lain Biodiesel B50, Palm Vision, Rubber Seal, dan Rubber Flooring. Sepanjang 2021–2025, perusahaan telah mengantongi 103 Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), mulai dari paten, merek dagang, hingga perlindungan varietas tanaman.

Sebagai lembaga riset hasil transformasi Lembaga Riset Perkebunan Indonesia (LRPI), RPN menjalankan fungsi riset, pengembangan, dan layanan untuk mendukung industri perkebunan nasional, yang mengelola lima Pusat Penelitian dengan komoditas utama yaitu kelapa sawit, karet, teh dan kina, gula, kopi dan kakao serta didukung oleh 4.068 karyawan, termasuk 274 peneliti aktif.

Selain menghasilkan produk inovatif, RPN juga turut berkontribusi dalam penyusunan kebijakan nasional. Sejak 2020-2025, RPN telah menerbitkan 31 naskah akademik yang mencakup tema hilirisasi perkebunan, ekonomi sirkular, hingga pembentukan Badan Pengelola Dana Komoditas Non-Sawit.

PT RPN juga melayani berbagai segmen mitra, mulai dari PTPN Group, petani, swasta, hingga pemerintah. Layanan yang ditawarkan meliputi produk benih unggul dan pupuk, perusahaan juga menyediakan jasa sertifikasi ISPO, pengujian laboratorium terakreditasi KAN, serta pelatihan dan capacity building.

Program hilirisasi perkebunan merupakan agenda strategis nasional untuk meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketergantungan pada ekspor bahan mentah. PT RPN turut mengambil peran dalam riset terapan dari hulu hingga hilir, untuk memastikan Indonesia unggul dalam industri perkebunan global.

“Sebagai bagian dari ekosistem PTPN Group, RPN terus menegaskan posisinya sebagai pusat keunggulan perkebunan Indonesia. Inovasi riset, penyediaan benih unggul, dan kajian kebijakan yang kami lakukan diharapkan mampu mendongkrak kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing industri,” tutup Iman.

Artikel ini juga tayang di vritimes