Beranda blog Halaman 32

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

0

Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai.

Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali.

Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Namun, jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Namun secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Pos Kesehatan Stasiun Penumpang, KAI Divre III Pastikan Layanan Kesehatan Pelanggan dan Petugas Tetap Optimal

0

Palembang, 5 Januari 2026 – Dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperkuat layanan kesehatan dengan menyiapkan Pos Pemeriksaan Kesehatan Stasiun KA Penumpang (Poskesrikkes) yang siaga pada jam operasional KA Penumpang yang beroperasi di Divre III Palembang.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti menyampaikan bahwa penguatan layanan Poskes ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi pelanggan maupun petugas selama berada di area stasiun.

“Setiap situasi medis yang muncul di lingkungan stasiun harus dapat direspon secara cepat dan tepat. Kehadiran tenaga kesehatan profesional di Poskesrikkes menjadi jaminan bahwa aspek keselamatan, kenyamanan dan kesehatan pelanggan menjadi prioritas utama kami,” ujar Aida Suryanti.

Fasilitas dan Layanan Pos Kesehatan

Poskesrikkes berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan penanganan medis awal, dengan layanan meliputi:

* Pertolongan Pertama (P3K): Penanganan cedera ringan pada pelanggan maupun petugas

* Konsultasi Kesehatan: Menangani keluhan pusing, mual, hingga gangguan pencernaan ringan

* Pemeriksaan Dasar: Pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, dan pemeriksaan fisik singkat

* Rujukan Medis: Menghubungkan ke rumah sakit/klinik terdekat untuk penanganan lebih lanjut

* Peralatan Medis Pendukung: Tandu, kursi roda, serta obat-obatan dasar

Layanan Poskesrikkes ini beroperasi di empat lokasi strategis yang mencakup seluruh lintas pelayanan Divre III Palembang, yaitu:

1. Poskesrikkes Stasiun Kertapati

2. Poskesrikkes Stasiun Prabumulih

3. Poskesrikkes Stasiun Lahat

4. Poskesrikkes Stasiun Lubuk Linggau

Tercatat pada pelaksanaan Posko Nataru 2025/2026 tanggal 18 hingga 31 Desember 2025, terdapat 5 pelanggan yang melakukan pemeriksaan di Poskesrikkes Stasiun Kertapati dengan keluhan sakit ringan seperti sakit kepala, sakit perut, dan demam.

Kolaborasi dengan Fasilitas Medis Terdekat

Aida Suryanti menambahkan, KAI Divre III Palembang juga menjalankan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit dan klinik provider terdekat dengan stasiun. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif apabila diperlukan rujukan medis lanjutan akibat kondisi darurat atau penyakit yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Kami berharap kehadiran Pos Kesehatan 24 jam ini dapat memberikan ketenangan dan keyakinan bagi seluruh pelanggan, terutama di masa angkutan Nataru saat okupansi penumpang cukup tinggi. KAI Divre III Palembang akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar setiap perjalanan pelanggan berlangsung lebih aman, nyaman, dan terlindungi,” ucap Aida Suryanti mengakhiri.

Labamu Jalin Kerja Sama Satu Tahun dengan AEON MALL Indonesia

0

Jakarta, 8 Desember 2025 – PT Labamu Sejahtera Indonesia (Labamu) resmi menjalin kerja sama selama satu tahun dengan AEON MALL Indonesia untuk mendukung operasional merchant food court di pusat perbelanjaan AEON MALL di Indonesia. Kerja sama ini dimulai pada 8 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga akhir tahun 2026.

Dalam kerja sama tersebut, Labamu menyediakan sistem penerimaan pembayaran  yang digunakan oleh merchant food court di AEON MALL BSD City, AEON MALL Jakarta Garden City, AEON MALL Sentul City, AEON MALL Tanjung Barat, dan AEON MALL Delta Mas. Sistem ini terintegrasi dengan infrastruktur operasional yang telah dimiliki oleh AEON MALL Indonesia untuk membantu menjaga kelancaran transaksi harian, khususnya di area food court dengan tingkat aktivitas pengunjung yang tinggi.  

Area food court memiliki kebutuhan operasional yang dinamis, dengan jam kunjungan yang padat serta berbagai jenis merchant. Oleh karena itu, keandalan sistem, kecepatan proses transaksi, dan stabilitas operasional menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas harian. Melalui kerja sama ini, Labamu mendukung AEON MALL Indonesia dalam memastikan sistem pembayaran dapat berjalan secara konsisten sesuai kebutuhan operasional di lapangan.

Bagi Labamu, kolaborasi dengan AEON MALL Indonesia menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung kebutuhan operasional bisnis ritel, khususnya di lingkungan pusat perbelanjaan dengan aktivitas yang dinamis. 

Selama periode kerja sama satu tahun ke depan, Labamu akan terus mendukung operasional sistem penerimaan pembayaran bagi merchant food court di lima pusat perbelanjaan AEON MALL Indonesia, dengan tujuan membantu meningkatan efisiensi operasional serta mendukung pengalaman transkasi yang lebih baik bagi merchant maupun pengunjung.

Bukan Kripto atau Saham, Ini Sektor Bisnis Digital ‘Receh’ yang Tahan Resesi Ekonomi

0

Mimpi “Cepat Kaya” (Get Rich Quick) yang sempat mendominasi mentalitas investor muda Indonesia kini mulai mendapatkan ujian berat. Realita pasar di tahun 2025 memaksa banyak Gen Z dan Milenial untuk mengevaluasi ulang portofolio keuangan mereka, beralih dari aset spekulatif ke bisnis sektor riil yang lebih pasti.

Pengamat ekonomi digital mencatat adanya pergeseran tren yang menarik. Jika beberapa tahun lalu publik terbuai oleh gaya hidup mewah instan ala Doni Salmanan dan Indra Kenz—yang akhirnya terbukti sebagai skema manipulatif berkedok trading—kini investor muda mulai lebih realistis namun tetap mencari cashflow cepat yang tidak bisa diberikan oleh pasar saham konvensional. Bahkan, tokoh sekelas Timothy Ronald—yang dikenal publik sebagai evangelis Kripto—pun mulai menunjukkan sinyal diversifikasi.

Pasar Saham yang ‘Wait and See’

Sektor pasar modal (Saham), yang selama ini dianggap sebagai indikator kesehatan ekonomi, mengalami fase stagnasi di beberapa sektor ritel. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fluktuatif membuat investor ritel—khususnya Gen Z dan Milenial—cenderung mengambil sikap wait and see.

Risiko koreksi pasar yang dalam, ditambah dengan sentimen suku bunga global, membuat instrumen saham kini dianggap membutuhkan “nafas panjang” (investasi jangka panjang). Bagi pencari keuntungan harian atau bulanan, pasar saham saat ini dinilai terlalu lambat dan padat modal untuk dijadikan tumpuan pendapatan utama.

Volatilitas Ekstrem Aset Kripto

Sementara itu, sektor Kripto (Cryptocurrency) yang sempat booming beberapa tahun lalu, kini menghadapi tantangan kepercayaan. Volatilitas harga yang ekstrem—di mana nilai aset bisa terjun bebas puluhan persen dalam semalam—telah menjadi trauma tersendiri bagi banyak investor pemula.

Narasi “cepat kaya” dari kripto mulai pudar, digantikan oleh realitas bahwa aset digital ini memerlukan pemahaman teknikal yang mendalam dan mental baja. Akibatnya, banyak pelaku pasar yang mulai menarik aset mereka dan mencari alternatif bisnis yang lebih terukur risikonya.

Saham Membosankan, Kripto Mulai Ditinggalkan?

Pasar saham, meskipun aman, dinilai terlalu lambat bagi generasi yang terbiasa serba instan. Menunggu dividen atau capital gain tahunan dirasa kurang “nendang” dibandingkan janji profit harian.

Di sisi lain, pasar Kripto (Cryptocurrency) yang dulu diagungkan, kini mulai kehilangan daya magisnya. Fakta bahwa harga koin sangat bergantung pada sentimen dan “omongan orang” tanpa underlying asset yang jelas, membuat risikonya makin tak tertakar. Apalagi fenomena “Koin Micin” yang menjanjikan keuntungan ribuan persen, realitanya hanya bisa dimenangkan oleh mereka yang memiliki keberuntungan level dewa.

Bahkan, tokoh sekelas Timothy Ronald—yang dikenal publik sebagai evangelis Kripto—pun mulai menunjukkan sinyal diversifikasi. Data dan fakta di lapangan mencatat bahwa ia mulai memindahkan sebagian asetnya ke saham perbankan blue chip (seperti BBCA). Meski di media ia tetap optimis pada Kripto, langkah taktis ini dibaca oleh analis sebagai bentuk penurunan tingkat kepercayaan mutlak terhadap volatilitas aset digital tersebut.

Setali tiga uang, investor Andrew Susanto juga menerapkan strategi yang sangat hati-hati. Ia dikabarkan tidak lagi menambah modal baru (top up) ke aset kripto, melainkan hanya memutar keuntungan yang sudah ada. Jika para “paus” pasar saja mulai mengerem dan main aman, ini adalah sinyal merah bagi investor ritel bermodal cekak.

Pergeseran Gaya Hidup: Dari Barang Mewah ke ‘Experience’ dan Kebutuhan Validasi

Lantas, ke mana uang Gen Z mengalir jika bukan ke Saham atau Kripto? Jawabannya: Gaya Hidup dan Validasi.

Terjadi pergeseran dari pembelian barang mewah ke Experience Economy. Orang kaya baru kini lebih suka menghabiskan uang untuk pengalaman: nonton konser di luar negeri, memadati stadion bola, atau traveling. Namun, pengalaman ini tidak “sah” jika tidak dipamerkan.

“Di sinilah paradoksnya. Orang mulai takut spekulasi di aset keuangan, tapi mereka ‘bakar uang’ demi konten medsos. Mereka butuh validasi. Mereka butuh angka followers dan engagement untuk membuktikan status sosial mereka,” ungkap Mas Tama (@tamapreneur) pengamat industri digital dari ProviderSMM.id.

Bisnis Digital ‘Receh’ yang Tahan Banting

Kebutuhan akan validasi inilah yang menciptakan peluang usaha digital yang sangat masif di sektor infrastruktur media sosial.

Berbeda dengan Koin Micin yang butuh analisa mendalam (dan hoki), bisnis penyediaan layanan interaksi medsos (SMM Panel) bergerak di sektor riil dengan permintaan yang selalu ada. Selama orang masih butuh pamer di Instagram atau TikTok, bisnis ini akan terus mencetak laba. 

Model bisnis ini sejatinya sederhana: menjadi jembatan penghubung (middleman) antara sistem pusat dengan jutaan pengguna media sosial. Menariknya, industri ini seringkali menjadi “kambing hitam” dalam berbagai konten edukasi yang menyuarakan narasi bahwa layanan interaksi dapat merusak algoritma.

Padahal, stigma skeptis tersebut seringkali lahir dari generalisasi sempit akibat pengalaman menggunakan layanan berkualitas rendah atau ketidakpahaman teknis dalam memilih spesifikasi yang tepat. Fakta di lapangan justru berbicara sebaliknya. Data historis dari para pemain kunci yang telah menekuni industri ini sejak 2015 mencatat bahwa grafik permintaan pasar terus bergerak eksponensial. Hal ini membuktikan bahwa selama strategi pemilihannya benar, layanan ini adalah akselerator bisnis yang valid, bukan racun.

Namun, di sinilah letak tantangannya. Pelaku usaha diingatkan untuk tidak terjebak pada “janji manis” infrastruktur murah yang sering mengalami gangguan (downtime). Agar bisnis ini bisa menjadi cash cow yang stabil menggantikan ketidakpastian trading, sangat disarankan menggunakan jalur dari smm panel terpercaya seperti ProviderSMM.id yang memiliki stabilitas server mumpuni. Kunci kemenangan di bisnis ini adalah volume transaksi dan kecepatan eksekusi, bukan sekadar spekulasi harga.

Di saat para “Raja Kripto” mulai main aman dengan memarkir dana di instrumen konservatif, menjadi bandar layanan digital bagi jutaan orang yang haus validasi mungkin adalah keputusan investasi paling rasional di tahun ini.

Lonjakan Penumpang KA Lokal Bias Tembus 148 Persen Saat Nataru, Bukti Kereta–Bandara Jadi Andalan Mobilitas Publik

0

KA Lokal Bias di wilayah Daop 7 Madiun melayani relasi Madiun – Bandara Adi Sumarmo (PP), sehingga menjadi penghubung strategis antara kawasan Madiun Raya dengan simpul transportasi udara nasional di Bandara Adi Sumarmo

MADIUN, 4 Januari 2026 – Minat masyarakat terhadap layanan Kereta Api (KA) Lokal Bias terus menunjukkan tren peningkatan signifikan selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, PT KAI Daop 7 Madiun mencatat telah melayani 56.735 pelanggan, terdiri dari 29.173 pelanggan naik dan 27.562 pelanggan turun.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menyampaikan bahwa tingginya volume pelanggan tersebut mencerminkan kepercayaan masyarakat yang semakin kuat terhadap KA Lokal Bias sebagai moda transportasi publik yang andal, khususnya untuk perjalanan jarak menengah dan konektivitas antarmoda.

“KA Lokal Bias semakin diminati karena menawarkan perjalanan yang aman, nyaman, tepat waktu, serta tarif terjangkau. Selama masa Nataru, okupansi bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia,” ujar Tohari.

KA Lokal Bias di wilayah Daop 7 Madiun melayani relasi Madiun – Bandara Adi Sumarmo (PP), sehingga menjadi penghubung strategis antara kawasan Madiun Raya dengan simpul transportasi udara nasional di Bandara Adi Sumarmo. Layanan ini memberikan kemudahan akses bagi masyarakat yang hendak melanjutkan perjalanan udara tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Lebih dari sekadar layanan angkutan penumpang, KA Lokal Bias merupakan bagian dari upaya integrasi antarmoda kereta api–bandara yang sejalan dengan kebijakan nasional dalam pengembangan transportasi publik berkelanjutan. Integrasi ini mendorong peralihan masyarakat ke angkutan massal berbasis rel, membantu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, serta mendukung efisiensi mobilitas antarwilayah.

Untuk kemudahan perencanaan perjalanan, pemesanan tempat duduk KA Lokal Bias dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan. Pelanggan dapat memesan melalui aplikasi Access by KAI serta kanal resmi penjualan tiket lainnya yang bekerja sama dengan KAI. KAI mengimbau masyarakat untuk melakukan pemesanan lebih awal guna memastikan ketersediaan tempat duduk, terutama pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang dan akhir pekan.

Selama masa Nataru, terdapat lima stasiun utama di wilayah Daop 7 Madiun yang melayani naik dan turun penumpang KA Lokal Bias, yakni Stasiun Madiun, Ngawi, Magetan, Walikukun, dan Caruban.

Adapun volume pelanggan tertinggi tercatat sebagai berikut:

Stasiun Madiun: 16.344 pelanggan naik dan 15.684 pelanggan turun;

Stasiun Ngawi: 4.438 pelanggan naik dan 4.145 pelanggan turun;

Stasiun Magetan: 4.273 pelanggan naik dan 4.021 pelanggan turun;

Stasiun Walikukun: 2.319 pelanggan naik dan 2.211 pelanggan turun;

Stasiun Caruban: 1.799 pelanggan naik dan 1.501 pelanggan turun.

Untuk melayani tingginya mobilitas masyarakat, KAI Daop 7 Madiun mengoperasikan 90 perjalanan KA Lokal Bias selama Nataru, atau rata-rata 5 perjalanan per hari, dengan total kapasitas 17.100 tempat duduk atau 3.420 tempat duduk per hari.

Khusus untuk keberangkatan dari wilayah Daop 7 Madiun (KA bernomor ganjil), volume pelanggan mencapai 25.281 orang, atau setara 148 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Puncak volume sementara terjadi pada Sabtu, 3 Januari 2026, dengan 1.830 pelanggan naik dan 1.624 pelanggan turun. Sementara itu, pada Minggu (4/1) hingga data sementara dihimpun, KA Lokal Bias telah melayani 1.707 pelanggan naik dan 1.441 pelanggan turun, dan angka tersebut masih berpotensi bertambah.

“Capaian ini menunjukkan bahwa integrasi kereta api dengan bandara memiliki relevansi tinggi dan menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat. KAI Daop 7 Madiun berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan kereta api yang semakin melayani serta mendukung agenda nasional dalam memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi,” tutup Tohari.

Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut terkait perjalanan dan layanan kereta api, dapat menghubungi Contact Center KAI 121, WhatsApp 081-122-233-121, email cs@kai.id, atau media sosial @KAI121.

Strategi Digital Marketing 2026: Menjawab Tantangan AI, Social Commerce, dan Perubahan Perilaku Konsumen

0

Menghadapi tahun 2026, berbagai bisnis di Indonesia mulai mengalami perubahan mendasar dalam efektivitas strategi digital marketing yang selama ini mereka jalankan. Kenaikan biaya iklan, penurunan korelasi antara traffic dan penjualan, serta perubahan perilaku konsumen yang bergeser ke platform tertutup seperti WhatsApp dan TikTok menjadi tantangan baru yang tidak bisa diabaikan.

Perubahan algoritma mesin pencari, munculnya AI Search, serta tren zero-click results juga menggeser peran website dari pusat informasi menjadi referensi pendukung. Di sisi lain, proses pengambilan keputusan konsumen kini dipengaruhi oleh konten video, rekomendasi kreator, dan sinyal sosial yang tersebar melalui platform seperti TikTok dan Instagram.

Viktor Iwan, CEO Doxadigital, menyatakan:
“Banyak brand masih menerapkan logika digital lama di ekosistem yang sudah berubah total. Tantangan hari ini bukan sekadar memilih channel, tapi mengintegrasikan semua channel agar bergerak selaras menuju tujuan bisnis. Di era dominasi AI dan konten video, keunggulan hanya dimiliki oleh bisnis yang mampu mengorkestrasi strategi berbasis data, komunitas, dan relevansi.”

Salah satu perubahan terbesar di tahun 2026 adalah dominasi kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi dalam eksekusi digital marketing. Platform seperti Google dan Meta kini mengelola bidding, targeting, hingga optimalisasi konten secara otomatis. Peran marketer bergeser dari teknisi menjadi arsitek strategi yang mampu mengatur sinyal data untuk mengarahkan sistem AI mencapai objektif bisnis.

SEO juga mengalami evolusi, dari yang sebelumnya berfokus pada kata kunci (keyword-centric), kini menjadi berbasis entitas dan jawaban (entity-first & answer-based). Visibilitas brand menjadi lebih penting daripada sekadar mendapatkan klik, mengingat banyak jawaban kini diberikan langsung oleh AI melalui AI Overview, chatbot, atau voice assistant.

Tren social commerce semakin kuat. Konsumen tidak lagi hanya mencari produk melalui mesin pencari, tetapi menemukannya dari video pendek, live shopping, dan kolaborasi kreator. Konversi dan awareness kini bisa terjadi di platform yang sama — tanpa harus keluar dari aplikasi.

Hal lain yang menjadi sorotan adalah pentingnya first-party data sebagai aset strategis. Dengan hilangnya cookie pihak ketiga dan semakin ketatnya regulasi privasi, bisnis dituntut membangun database pelanggan sendiri melalui CRM, WhatsApp, email, dan program loyalitas. Bahkan, WhatsApp kini berfungsi sebagai chat-based funnel utama yang menggantikan peran tradisional landing page dalam proses konversi, terutama untuk produk dengan nilai tinggi dan layanan B2B.

Kreator dan komunitas juga telah menggantikan iklan sebagai mesin utama kepercayaan. Konsumen cenderung mempercayai pengalaman kreator dan komunitas daripada klaim satu arah dari brand. Model kolaborasi jangka panjang, co-creation, dan affiliate-based creator ecosystem menjadi pendekatan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Terkait strategi kanal, pendekatan omnichannel bukan lagi keunggulan, melainkan standar. Konsistensi pesan, data, dan pengalaman harus dijaga di seluruh platform — mulai dari TikTok, Google, marketplace, hingga WhatsApp dan email. Tantangan terbesar bukan berada di banyak platform, tetapi menjaga alur dan narasi yang utuh di antaranya.

Di Indonesia, fenomena seperti Treatonomics (belanja sebagai bentuk self-reward), dominasi super-app, serta pentingnya narasi halal sebagai gaya hidup menjadi faktor lokal yang mempercepat disrupsi strategi digital marketing. Selain itu, mayoritas konsumen kini merupakan generasi digital-native yang lebih kritis, cepat mengambil keputusan, dan menuntut transparansi serta autentisitas dari brand.

Pada akhirnya, pendekatan performance marketing pun bergeser dari metrik superfisial seperti klik dan impressions menuju outcome bisnis nyata seperti revenue, profit margin, dan customer lifetime value (CLV). Kampanye yang terlihat ramai, tapi tidak berdampak langsung ke pertumbuhan bisnis, mulai ditinggalkan.

Artikel Lengkap Bisa Membaca di https://doxadigital.com/tips-pemasaran/strategi-digital-marketing-2026/

Peran Doxadigital di Era Baru Digital Marketing

Doxadigital Creative Digital Marketing Agency hadir sebagai mitra strategis bagi brand dan bisnis yang ingin berkembang dalam lanskap digital yang semakin kompleks dan berbasis AI. Dengan pengalaman dalam mengelola strategi SEO berbasis entitas, performance marketing, konten video, dan orkestrasi funnel berbasis data, Sebagai agensi yang memprioritaskan kolaborasi jangka panjang, Doxadigital mendampingi bisnis untuk tidak hanya relevan, tetapi juga unggul dalam kompetisi digital yang terus berubah.

Strategi Lead Generation B2B 2026: Dari Volume ke Kualitas dan Intent

0

Memasuki tahun 2026, banyak perusahaan B2B menghadapi tantangan serius dalam aktivitas lead generation. Biaya akuisisi meningkat, siklus penjualan semakin panjang, sementara kualitas prospek yang masuk ke tim sales justru menurun. Model lead generation lama yang berfokus pada volume, form sederhana, dan follow-up manual dinilai tidak lagi relevan dengan perilaku buyer B2B saat ini.

Memasuki tahun 2026, banyak perusahaan B2B menghadapi realitas baru dalam lead generation. Biaya akuisisi meningkat, siklus penjualan semakin panjang, dan tim sales semakin sering menerima prospek yang belum siap membeli. Di saat yang sama, pengambil keputusan B2B kini bergerak lebih tertutup, melakukan riset mandiri lintas channel, dan baru bersedia berbicara dengan sales ketika keputusan hampir dibuat.

Kondisi ini membuat pendekatan lead generation lama yang mengandalkan volume lead, form sederhana, dan follow-up manual semakin tidak relevan. Tantangan utama tidak lagi terletak pada platform atau tools, melainkan pada ketepatan membaca niat beli (buyer intent) dan kesiapan prospek sebelum masuk ke tim penjualan.

Menurut Viktor Iwan, CEO Doxadigital, perubahan ini menuntut pergeseran paradigma.

“Di 2026, masalah terbesar lead generation B2B bukan kekurangan lead, tetapi terlalu banyak lead tanpa konteks dan kesiapan. CPL bisa terlihat efisien di dashboard, tetapi jika tidak berkontribusi ke pipeline dan revenue, itu bukan lead generation yang sehat,” jelas Viktor.

Lead Generation sebagai Sistem Penyaring, Bukan Mesin Volume

Dalam konteks B2B, lead generation berfungsi sebagai penghubung antara aktivitas marketing dan proses penjualan. Tujuannya bukan mengumpulkan kontak sebanyak mungkin, tetapi menyaring prospek bisnis yang relevan, memiliki kebutuhan nyata, dan siap diproses oleh sales.

Pendekatan ini menjadi krusial bagi bisnis dengan:

– Siklus pembelian panjang
– Nilai transaksi tinggi
– Banyak pengambil keputusan (buying committee)
– Kebutuhan edukasi sebelum keputusan dibuat

Sektor seperti B2B services, SaaS dan teknologi, finansial, properti B2B, serta corporate training sangat bergantung pada kualitas sinyal intent dibandingkan volume lead.

Peran Platform dalam Lead Generation B2B 2026

Di 2026, platform lead generation B2B berfungsi dengan peran yang berbeda-beda. Google Search tetap menjadi sumber intent tertinggi karena digunakan saat buyer aktif mencari solusi. LinkedIn unggul dalam presisi targeting berbasis jabatan dan perusahaan, meski volumenya rendah. Sementara Meta dan TikTok berperan sebagai mesin awareness dan intent priming yaitu membangun kesiapan beli sebelum buyer melakukan pencarian aktif. Website dan content marketing menjadi pusat sistem, berfungsi sebagai alat edukasi sekaligus filter kualitas lead.

“Tanpa website dan konten yang kuat, performa channel lain akan turun. Konten bukan hanya menarik traffic, tapi membentuk niat, menyaring kualitas, dan menurunkan biaya akuisisi jangka panjang,” tambah Viktor.

AI Mengubah Cara Menilai dan Memprioritaskan Lead

Di 2026, AI tidak lagi sekadar menjalankan otomatisasi, tetapi berperan sebagai lapisan pengambilan keputusan awal dalam funnel B2B. Lead tidak dinilai dari satu aksi tunggal seperti klik iklan atau pengisian form, melainkan dari gabungan sinyal perilaku lintas waktu dan channel—pendekatan yang dikenal sebagai intent fusion.

AI membaca pola, bukan event terpisah. Urutan konsumsi konten, frekuensi revisit website, keterlibatan setelah form masuk, hingga interaksi email menjadi indikator kesiapan beli. Hasilnya, tim sales menerima urutan prioritas lead yang lebih akurat, bukan sekadar skor numerik.

Dampak langsungnya:

– Waktu follow-up lebih efisien
– Rasio MQL ke SQL meningkat
– Siklus penjualan lebih pendek

Sebaliknya, sinyal seperti single page visit, download aset tanpa konteks, atau volume form tanpa kualifikasi tidak lagi dianggap indikator kesiapan beli yang kuat.

Perubahan Metrik Keberhasilan Lead Generation

Seiring perubahan perilaku buyer, metrik lead generation B2B juga bergeser. Fokus tidak lagi pada “berapa banyak lead masuk”, tetapi:

– Cost per Qualified Lead (CPQL)
– MQL to SQL conversion rate
– Speed to lead (response time)
– Kontribusi lead terhadap pipeline dan revenue

“Lead generation seharusnya memudahkan kerja sales, bukan menambah beban. Ketika sinyal intent dibaca dengan benar, sales bisa masuk ke percakapan dengan prospek yang sudah memahami problem dan ekspektasi solusi,” ujar Viktor.

Detail Artikel Lengkap Bisa dibaca di https://doxadigital.com/tips-pemasaran/lead-generation-2026-untuk-b2b/

Tentang Doxadigital

Doxadigital adalah digital marketing agency di jakarta yang berfokus pada perancangan sistem lead generation B2B berbasis kualitas, intent, dan data. Dengan keahlian dalam tracking, AI optimization, content-driven funnel, serta integrasi CRM dan sales pipeline, Doxadigital membantu bisnis memastikan setiap lead memiliki konteks, kesiapan, dan nilai bisnis yang jelas.

Untuk informasi lebih lanjut atau diskusi strategi lead generation B2B, silakan hubungi Doxadigital Indonesia di 0812 8888 3692.

Menteri PU: Pemulihan Pascabencana Aceh Bukan Sekadar Fisik, Rasa Aman dan Kenyamanan Masyarakat Beraktivitas Juga Penting

0

JAKARTA, 4 Januari 2026 – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa upaya pemulihan pascabencana banjir bandang di Provinsi Aceh tidak boleh hanya berhenti pada perbaikan fisik infrastruktur semata. Lebih dari itu, pemulihan harus menyentuh aspek psikologis, yakni mengembalikan rasa aman dan kenyamanan masyarakat dalam menjalani aktivitas harian.

Hal tersebut
diwujudkan Kementerian PU melalui percepatan pembangunan sumur bor air bersih
di lokasi-lokasi strategis yang menjadi pusat kehidupan sosial warga, seperti
tempat ibadah, fasilitas pendidikan, pasar, kantor pemerintahan, hingga Hunian
Sementara (Huntara).

“Masjid,
sekolah, dan pesantren adalah ruang hidup masyarakat. Ketika air bersih
tersedia di sana, warga bisa kembali beribadah dengan tenang, anak-anak bisa
belajar dengan layak, dan risiko penyakit dapat dicegah,” ujar Menteri Dody
Hanggodo.

Menteri Dody
menambahkan bahwa pemulihan fasilitas ini krusial untuk memastikan kehidupan
sosial dan ekonomi warga dapat segera bangkit kembali setelah masa tanggap
darurat.

Sejak 28
Desember 2025, Kementerian PU telah memulai pekerjaan pengeboran sumur bor air
tanah di sejumlah lokasi ibadah dan fasilitas umum. Saat ini, satu titik telah
fungsional, yakni di Masjid Simpang Lhee, di Kecamatan Manyak Payed, yang
segera dilengkapi dengan fasilitas pendukung berupa rumah pompa dan MCK.

Pembangunan ini
dilaksanakan secara terintegrasi oleh Direktorat Jenderal Cipta Karya dan
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PU. Lokasi-lokasi ini dipilih
agar air bersih dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat sekitar (komunal),
baik pada masa darurat maupun pemulihan jangka panjang.

Berikut adalah
beberapa titik yang telah memasuki tahap pengeboran:

1. Di Kabupaten Aceh Tamiang:

·        
Fasilitas Kesehatan: Puskesmas Karang Baru, Tamiang Hulu, Sekerak, Bandar Pusaka, Kuala
Simpang, Rantau, Bendahara, dan Polindes Manyak Payed.

·        
Fasilitas Umum & Ibadah: Pasar Manyak Payed, Masjid Babul Falah (Karang Baru), Masjid Al
Ikhlas (Banda Mulia), Kantor Kecamatan Kuala Simpang, Huntara DPRK Aceh
Tamiang, Ponpes Darul Muchlisin (Karang Baru), TK Nurul Ikhlas Telaga Muku II
(Banda Mulia), dan Meunasah Meurandeh (Manyak Payed).

2. Di Kabupaten Pidie Jaya: Kompleks Dishub Pidie Jaya, Kompleks Perpustakaan dan Arsip,
Meunasah Gampong Beurawang, Meunasah Balek, dan Meunasah Gampong Dayah Kruet.

3. Di Kabupaten Bener Meriah: Huntara Blang Rakal dan Huntara Tunyang.

Dalam melakukan
pengeboran sumur, Kementerian PU menerapkan pendekatan berbasis data
hidrogeologi dan mitigasi risiko bencana. Kedalaman pengeboran bervariasi
antara 60 hingga 82 meter, disesuaikan dengan hasil survei geolistrik untuk
memastikan kualitas dan keberlanjutan sumber air. Upaya ini dilakukan untuk
memastikan ketersediaan air bersih yang aman, berkelanjutan, dan tetap
berfungsi pada kondisi darurat akibat bencana hidrometeorologi ekstrem.

Secara
keseluruhan, khusus untuk Kabupaten Aceh Tamiang, Kementerian PU merencanakan
pembangunan 47 titik sumur bor air baku yang tersebar di 30 lokasi pada 12
kecamatan. Rinciannya terdiri atas 14 titik sumur bor dangkal dan 33 titik
sumur bor dalam. Setiap titik dirancang sebagai cadangan air bersih jangka
menengah.

Langkah ini
berjalan seiring dengan penyediaan sarana pendukung darurat lain, seperti IPA
Mobile, mobil tangki air, hidran umum, toilet darurat, dan toren air, yang
telah beroperasi di Aceh Tamiang dan wilayah terdampak lainnya.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Pascabanjir dan Longsor November 2025, Kementerian PU Terus Pacu Pemulihan Infrastruktur SDA dan Air Bersih di Aceh

0

JAKARTA, 4 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengintensifkan upaya penanganan darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh. Langkah ini diambil sebagai respons cepat terhadap dampak cuaca ekstrem Siklon Tropis Senyar yang memicu hujan intensitas tinggi pada akhir November 2025, dan menyebabkan banjir, banjir bandang, serta tanah longsor yang merusak permukiman dan infrastruktur Sumber Daya Air (SDA).

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pihaknya bergerak
cepat untuk memulihkan fungsi infrastruktur SDA guna menekan risiko banjir
susulan.

“Penanganan darurat kami fokuskan pada pembersihan sedimen,
normalisasi sungai, serta perbaikan alur sungai di titik-titik kritis agar
aliran air kembali lancar dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman,”
ujar Menteri Dody.

Selain pengendalian daya rusak air, Menteri Dody menyoroti
pentingnya pemulihan layanan air bersih sebagai kebutuhan paling mendasar bagi
masyarakat terdampak.

“Air bersih adalah kebutuhan utama masyarakat. Kementerian PU
berkomitmen memastikan layanan air bersih tetap tersedia agar aktivitas
masyarakat dapat kembali berjalan normal, sekaligus mendukung upaya pemulihan
kesehatan dan lingkungan,” tambahnya.

Berdasarkan data per 2 Januari 2026, Kementerian PU telah
memobilisasi total 33 unit alat
berat ke berbagai lokasi terdampak, antara lain Kabupaten Pidie,
Pidie Jaya, Aceh Barat, Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bireuen, dan Aceh Tamiang.

Berikut adalah rincian progres penanganan
fisik di lapangan:

Kabupaten Pidie: Penanganan difokuskan pada Bendung Tiro
melalui pembersihan sampah dan sedimen dengan target sepanjang 1.600
meter, serta normalisasi Sungai Krueng Tiro di Blang Rikul. Kementerian PU
juga telah menyalurkan 100 buah geobag untuk penanganan
darurat banjir di wilayah ini.

Kabupaten Pidie Jaya: Dilakukan pembersihan kayu dan pelebaran alur
Sungai Krueng Meureudu yang progresnya telah mencapai 900 meter dari
rencana 1.500 meter. Selain itu, normalisasi juga
dilakukan di Krueng Jeulanga sepanjang 100 meter.

Kabupaten
Aceh Tenggara:
 Perbaikan alur Sungai
Lawe Alas di beberapa desa telah mencapai progres penanganan sepanjang
1.100 meter. Pekerjaan serupa juga dilakukan pada alur Sungai Lawe Bulan
di Desa Simpang IV. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi risiko luapan
sungai yang berulang.

Kabupaten
Bireuen & Aceh Utara:
 Di Bireuen, penanganan
mencakup perbaikan alur Sungai Krueng Peusangan serta pembersihan akses
dan fasilitas di kawasan Krueng Samalanga. Sementara di Aceh Utara,
pekerjaan difokuskan pada pembersihan sampah dan sedimentasi di Bendung
Jambo Aye untuk memulihkan fungsi bendung.

Kabupaten
Aceh Tamiang:
 Sebagai dukungan terhadap
ketersediaan air bersih, Kementerian PU melaksanakan pembangunan sumur bor
darurat bagi warga terdampak.

Kementerian PU akan terus berkoordinasi secara intensif dengan
pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk
memastikan penanganan darurat berjalan optimal. Langkah ini juga dibarengi
dengan penyiapan mitigasi jangka menengah dan panjang guna memperkuat ketahanan
wilayah Aceh terhadap potensi bencana hidrometeorologi di masa mendatang.

Program kerja ini
merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam menjalankan
ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Momentum Awal Tahun sebagai Waktu Menata Ulang Keuangan

0

Awal tahun sering membawa suasana yang berbeda. Kalender baru terbuka, rencana mulai disusun, dan banyak orang merasa punya energi segar untuk memperbaiki hal hal yang sebelumnya tertunda. Momentum ini tidak selalu soal resolusi besar. Dalam konteks keuangan, awal tahun adalah waktu yang pas untuk berhenti sejenak, melihat ke belakang, lalu menata langkah ke depan dengan lebih sadar.

Bagi banyak orang, keuangan di akhir tahun biasanya cukup terkuras. Libur panjang, kebutuhan keluarga, hingga pengeluaran sosial sering meninggalkan sisa saldo yang tidak terlalu nyaman. Karena itu, awal tahun menjadi titik penting untuk mengembalikan keseimbangan.

Mengulas Kondisi Keuangan Tanpa Beban Emosional

Langkah awal yang paling membantu adalah mengulas kondisi keuangan apa adanya. Lihat pemasukan, pengeluaran, dan sisa yang tersedia tanpa rasa bersalah atau penyesalan. Tahun lalu sudah lewat, dan yang lebih penting adalah memahami polanya.

Apakah ada pengeluaran yang terasa terlalu besar. Apakah ada pos yang sering bocor tanpa disadari. Dari sini, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jujur tentang kebiasaan finansial selama setahun terakhir.

Simak beberapa pendekatan yang membuat proses evaluasi terasa lebih ringan berikut ini: 

1. Menyusun prioritas yang lebih relevan

Awal tahun juga menjadi momen yang tepat untuk menyusun ulang prioritas. Kebutuhan hidup bisa berubah seiring waktu. Ada yang mulai fokus pada keluarga, pendidikan anak, kesehatan, atau stabilitas jangka panjang.

Menentukan prioritas membantu kamu mengarahkan uang ke hal yang benar benar penting. Pengeluaran yang sebelumnya terasa wajar mungkin tidak lagi relevan. Sebaliknya, ada kebutuhan baru yang perlu mendapat perhatian lebih besar.

2. Mengatur anggaran dengan pendekatan lebih fleksibel

Banyak orang memulai tahun dengan anggaran yang terlalu ketat. Semangat ingin berubah sering membuat target terasa ideal di atas kertas, tapi sulit dijalani dalam kehidupan nyata.

Anggaran yang baik memberi ruang untuk penyesuaian. Kehidupan selalu punya kejutan, dan itu perlu diakomodasi. Dengan pendekatan yang lebih fleksibel, kamu tetap punya kendali tanpa merasa tertekan setiap kali kondisi berubah.

3. Memanfaatkan momentum untuk membangun kebiasaan baru

Awal tahun tidak harus diisi dengan target besar. Kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten justru memberi dampak lebih terasa. Menyisihkan dana di awal bulan, mencatat pengeluaran harian, atau rutin mengecek kondisi keuangan mingguan bisa menjadi langkah awal yang realistis.

Kebiasaan ini membantu kamu lebih peka terhadap arus uang. Keputusan finansial pun tidak lagi terasa reaktif, melainkan lebih terencana.

4. Mengantisipasi kebutuhan yang sudah bisa diprediksi

Banyak pengeluaran tahunan sebenarnya bisa diperkirakan sejak awal. Biaya sekolah, perpanjangan dokumen, perawatan kendaraan, hingga kebutuhan keluarga besar sering datang di waktu yang hampir sama setiap tahun.

Dengan mencatat kebutuhan ini sejak awal, kamu bisa menyusun strategi agar tidak terasa mendadak. Meski tidak semua bisa disiapkan sekaligus, setidaknya kamu punya gambaran dan ruang untuk menyesuaikan.

5. Realita kebutuhan mendesak yang bisa muncul kapan saja

Meski perencanaan sudah dibuat, hidup tetap punya kejutan. Peralatan rumah rusak, kondisi kesehatan berubah, atau ada kebutuhan keluarga yang muncul tanpa banyak waktu untuk bersiap.

Situasi seperti ini sering menguji kesiapan finansial. Ketika dana cadangan belum cukup, rasa cemas mudah datang. Yang penting adalah tetap berpikir jernih dan melihat opsi yang tersedia tanpa panik.

Melihat Alternatif Keuangan secara Lebih Terbuka

Dalam kondisi mendesak, solusi keuangan tidak selalu datang dari satu arah. Menggeser anggaran, menunda pengeluaran tertentu, atau mencari sumber dana tambahan bisa menjadi pilihan yang dipertimbangkan.

Di era layanan keuangan digital, pinjaman online hadir sebagai opsi yang relevan saat kebutuhan mendesak muncul. Proses pengajuan yang serba online memudahkan kamu melakukan pengajuan pinjaman 24 jam langsung lewat smartphone..

Bagi sebagian orang, pengajuan pinjaman 24 jam memudahkan proses mendapatkan pendanaan saat dibutuhkan. Terutama ketika awal tahun diisi banyak penyesuaian.

Selama digunakan secara bertanggung jawab dan disesuaikan dengan kemampuan bayar, pinjaman ini dapat menjadi opsi untuk kebutuhan yang tidak bisa ditunda.

Layanan Neo Pinjam di neobank dari Bank Neo Commerce menawarkan pinjaman dengan proses praktis dan pengelolaan yang mudah lewat aplikasi. Neo Pinjam punya beberapa kelebihan utama, antara lain:

– Limit pinjaman hingga Rp100.000.000

– Pilihan tenor hingga 24 bulan

– Bunga mulai dari 0,06% per hari sesuai hasil evaluasi kredit

Selain itu, pinjaman ini juga bebas biaya admin saat pencairan sesuai ketentuan yang berlaku pada saat pengajuan. 

Meski prosesnya lebih mudah, setiap pengajuan tetap melalui evaluasi kelayakan untuk menjaga keamanan pengguna dan mencegah risiko kredit bermasalah. Pinjaman tetap perlu disesuaikan dengan kemampuan finansial masing-masing dan direncanakan dengan matang.

Jika ingin mempelajari opsi pinjaman yang tersedia, kamu bisa mengeceknya melalui neobank  di PlayStore atau App Store. Kunjungi link Neo Pinjam untuk tahu info lengkap serta syarat & ketentuan mengenai Neo Pinjam.

***

PT Bank Neo Commerce Tbk berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) & Bank Indonesia (BI), serta merupakan bank peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).