Beranda blog Halaman 31

School of Design BINUS UNIVERSITY Hadirkan Ruang Hiburan dan Edukasi Publik Inklusif melalui Projection Mapping

0

Desember 2025 – Di tengah kehidupan perkotaan yang semakin padat dan aktif hingga larut malam, kota-kota besar seperti Jakarta menghadapi tantangan keterbatasan ruang hiburan publik yang inklusif, mudah diakses, dan bermakna bagi masyarakat. Minimnya alternatif aktivitas positif di malam hari, khususnya bagi anak-anak dan remaja, kerap memicu aktivitas pasif hingga perilaku berisiko.

Menjawab tantangan tersebut, BINUS University menghadirkan sebuah inovasi kreatif bertajuk “Projection in Motion: Light to Enlight”, sebuah konsep mobile projection mapping berbasis sepeda listrik yang membawa hiburan visual sekaligus pesan edukatif langsung ke ruang publik. Inovasi ini memungkinkan pertunjukan seni digital hadir secara fleksibel tanpa bergantung pada infrastruktur besar, biaya tinggi, maupun ruang permanen.

Berbeda dengan projection mapping konvensional yang membutuhkan gedung dan sistem teknis kompleks, Projection in Motion dirancang sebagai medium bergerak yang dapat berpindah dari satu titik ke titik lain, lalu berhenti untuk menghadirkan visual intens dan berpotensi interaktif. Seluruh sistem, mulai dari perangkat proyeksi, casing pelindung, hingga integrasi daya, dirancang dan dirakit secara mandiri oleh tim BINUS University.

Inovasi ini merupakan hasil kolaborasi lintas disiplin yang digagas oleh program DKV New Media – School of Design BINUS University yang bekerja sama dengan program DKV Animation dan program studi Computer Engineering dalam pengembangan konten visual, sistem kelistrikan, perangkat keras, serta instalasi teknologi. Pendekatan kolaboratif ini menjadi fondasi penting agar inovasi dapat berkelanjutan dan terus dikembangkan.

“Pendekatan ini kami pilih agar inovasi bisa berkelanjutan. Bukan hanya sekali tampil, tetapi bisa terus bergerak, hadir di banyak ruang publik, dan berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujar Budi Sriherlambang, S.Sn., M in Imagineering., selaku Head of DKV New Media Program.

Aktivasi perdana Projection in Motion dilaksanakan di kawasan Rawabelong, Jakarta Barat, tepatnya di lingkungan Kampung Betawi, yang juga merupakan wilayah pengabdian masyarakat dosen BINUS University. Sebelumnya, tim BINUS University bersama warga setempat telah mengerjakan mural bertema budaya Betawi. Pada malam hari, mural tersebut kemudian “dihidupkan kembali” melalui visual dari Projection in Motion.

Secara global, konsep mobile projection mapping mulai berkembang sebagai medium seni urban, namun penerapannya dalam konteks edukasi publik di Indonesia masih tergolong baru. BINUS University melihat potensi besar inovasi ini sebagai sarana pembelajaran kreatif yang relevan dengan generasi muda serta mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ke depan, Projection in Motion dirancang untuk dapat berkeliling ke berbagai kota dan ruang publik di Indonesia, membawa konten budaya daerah, edukasi sosial, hingga karya mahasiswa BINUS University. Pengembangan selanjutnya juga diarahkan pada fitur interaktif yang memungkinkan partisipasi langsung masyarakat saat instalasi berada dalam posisi diam.

Melalui inovasi ini, BINUS University membuka peluang kolaborasi dengan berbagai agenda publik dan festival, mulai dari festival cahaya, ruang seni urban, kawasan kreatif, hingga perayaan kota berskala nasional. Inisiatif ini menegaskan peran BINUS University sebagai institusi pendidikan tinggi yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga aktif menghadirkan solusi kreatif dan berdampak nyata bagi masyarakat. Dengan menggabungkan seni digital, teknologi, dan kepedulian sosial, Projection in Motion juga  menjadi wujud komitmen BINUS University dalam membangun ruang publik yang lebih hidup, inklusif, dan bermakna—tempat hiburan dan edukasi dapat hadir berdampingan untuk semua lapisan masyarakat.

Menyusuri Warisan Hidup India: Perjalanan Lintas Budaya Para Konten Kreator

0

INDIA — India bukan negara yang bisa dipahami dalam sekali datang. Ia memperkenalkan dirinya perlahan, lewat jejak batu, ruang sunyi, percakapan sederhana, dan rutinitas yang terus berjalan. Sejarah dan kehidupan sehari-hari hadir berdampingan. Pengalaman berlapis inilah yang menjadi inti dari Familiarization Visit of Content Creators and Social Media Influencers yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri India melalui Divisi External Publicity and Public Diplomacy pada tanggal 10-19 Desember 2025 lalu.

Dalam program ini, para konten kreator dan digital storyteller dari Indonesia, Jepang, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Singapura, Korea Selatan, Sri Lanka, dan Thailand diajak menyusuri berbagai wilayah India. Perjalanan ini bukan sekadar tur pengenalan, melainkan ruang perjumpaan antarmanusia, tempat pengalaman pribadi perlahan membentuk pemahaman lintas budaya.

New Delhi: Awal Perjalanan Sejarah

Perjalanan dimulai di New Delhi, ibu kota yang menyimpan jejak kekuasaan berlapis dari berbagai zaman. Kunjungan ke Makam Humayun membuka perjalanan dengan suasana tenang dan reflektif. Dibangun pada abad ke-16, kompleks ini memperlihatkan filosofi arsitektur Mughal yang menekankan keseimbangan, keteraturan, dan hubungan antara ruang dan alam. Taman makam ini kerap disebut sebagai pendahulu Taj Mahal, sekaligus pintu masuk menuju masa lalu kekaisaran India.

Dari sana, rombongan melanjutkan perjalanan ke Qutub Minar. Menara batu yang menjulang ini berdiri di tengah kompleks bangunan kuno yang mencerminkan fase awal kekuasaan Islam di India utara. Ukiran ayat-ayat Al-Qur’an berdampingan dengan sisa struktur Hindu dan Jain, menampilkan sejarah yang tidak tunggal, melainkan terbentuk dari pertemuan, pergeseran, dan penyesuaian budaya.

Sore hari dihabiskan di Museum Nasional. Di ruang-ruang pamerannya, ribuan tahun peradaban India dirangkum melalui artefak Lembah Indus, patung Buddha, manuskrip kuno, hingga peninggalan era kolonial. Museum ini menegaskan satu gagasan penting: India tidak dibangun oleh satu narasi besar, melainkan oleh banyak kisah yang saling berkelindan.

Menjelang malam, suasana berubah saat rombongan mengunjungi Kuil Akshardham. Meski baru dibangun pada abad ke-21, kompleks ini berakar kuat pada tradisi lama. Ukiran batu yang detail, pameran interaktif, dan tata ruang modern menunjukkan bagaimana nilai spiritual tetap hidup dan relevan di tengah zaman yang terus berubah.

Negara, Iman, dan Ingatan Kolektif

Hari kedua membawa rombongan menelusuri fondasi negara dan kehidupan sosial India. Di Rashtrapati Bhawan, kediaman resmi Presiden India, peserta melihat bangunan yang dulu menjadi simbol kekuasaan kolonial Inggris. Kini, tempat ini berdiri sebagai penanda kedaulatan India sebagai negara demokratis.

Suasana kemudian bergeser di Gurudwara Bangla Sahib, salah satu pusat ibadah Sikh terpenting di Delhi. Di balik kemegahan bangunan dan kolam sucinya, inti dari tempat ini terletak pada dapur umum atau langar. Duduk bersama di lantai dan menyantap makanan yang sama, para peserta merasakan langsung nilai kesetaraan dan pelayanan yang menjadi ajaran utama Sikhisme.

Perjalanan berlanjut ke India Gate, monumen peringatan bagi tentara India yang gugur dalam Perang Dunia I. Terletak di jantung kota, monumen ini bukan hanya ruang mengenang sejarah, tetapi juga bagian dari kehidupan publik yang terus berlangsung.

Hari ditutup dengan jamuan makan malam bersama Juru Bicara Resmi Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal. Dalam suasana informal, diskusi berkembang tentang peran kreator digital, cara membangun narasi lintas budaya, dan bagaimana pengalaman personal kini menjadi bagian penting dari diplomasi publik.

Dari Perkotaan Menuju Ruang Sunyi dan Perenungan

Pada hari ketiga, perjalanan beralih dari pusat politik menuju jantung spiritual India. Rombongan terbang ke Bodh Gaya, Bihar, tempat yang disucikan umat Buddha dari berbagai penjuru dunia. Ritme perjalanan pun melambat, memberi ruang untuk refleksi.

Kunjungan dimulai di Patung Buddha Raksasa, sosok monumental yang duduk bermeditasi di ruang terbuka. Meski berukuran besar, patung ini memancarkan ketenangan dan welas asih, mengingatkan pada pesan damai ajaran Buddha.

Rombongan kemudian mengunjungi Kuil Indosan Nipponji, yang mencerminkan hubungan spiritual antara India dan Jepang. Desainnya yang sederhana memperlihatkan bagaimana ajaran yang lahir di India menyebar ke Asia Timur dan kembali dalam bentuk penghormatan lintas budaya. Di Wat Thai Buddhagaya, nuansa Thailand terasa kuat, memperlihatkan bagaimana Bodh Gaya menjadi ruang pertemuan berbagai tradisi Buddhis.

Di Museum Arkeologi Bodhgaya, artefak dan patung kuno menampilkan perjalanan panjang seni dan spiritualitas Buddha. Sejarah tidak terasa jauh, melainkan hadir sebagai kesinambungan yang masih dijalani hingga kini.

Pendakian ke Gua Dungeshwari membawa rombongan ke tempat Siddhartha Gautama diyakini menjalani tapa keras sebelum menemukan Jalan Tengah. Medan yang terjal menegaskan bahwa pencerahan lahir dari proses panjang, bukan dari jalan yang mudah.

Menjelang malam, rombongan tiba di Kuil Mahabodhi dan Pohon Bodhi. Di bawah cahaya redup dan doa-doa lirih, para peziarah dari berbagai negara duduk dalam keheningan. Pada momen ini, perbedaan latar belakang terasa memudar.

Bihar: Keteguhan dan Warisan Intelektual

Hari berikutnya menyoroti kisah keteguhan manusia. Di Gunung Dashrath Manjhi, para peserta mendengar cerita tentang seorang pria yang memahat jalur di antara bukit demi menghubungkan desanya. Kisah ini mengingatkan bahwa perubahan besar kerap lahir dari ketekunan individu.

Perjalanan berlanjut ke Reruntuhan Nalanda Mahavihara, salah satu pusat pendidikan terbesar di dunia pada masanya. Berjalan di antara sisa-sisa biara dan ruang belajar, para peserta melihat bukti nyata pertukaran ilmu lintas Asia yang telah berlangsung berabad-abad lalu.

Di dekatnya, Universitas Internasional Nalanda berdiri sebagai upaya menghidupkan kembali semangat keilmuan tersebut. Masa lalu dan masa kini bertemu dalam satu lanskap yang sama.

Hari ditutup dengan kunjungan ke Vishwa Shanti Stupa dan Danau Ghora Katora, ruang alam yang tenang untuk mengakhiri rangkaian perjalanan di Bihar.

Odisha: Dari Refleksi Moral ke Kejayaan Seni

Hari keenam membawa rombongan ke Bhubaneswar, Odisha. Di World Skill Center, peserta melihat fokus India pada pendidikan vokasi dan pengembangan generasi muda sebagai bagian dari pembangunan masa depan.

Di Dhauligiri, Prasasti Batu Ashoka dan Shanti Stupa menandai titik balik sejarah Perang Kalinga, ketika Kaisar Ashoka memilih jalan tanpa kekerasan. Tempat ini menjadi simbol bagaimana refleksi moral dapat mengubah arah sejarah.

Eksplorasi berlanjut ke Gua Udayagiri dan Khandagiri, tempat pertapaan para biksu Jain di masa lalu. Puncak perjalanan hadir di Kuil Matahari Konark. Dirancang sebagai kereta batu raksasa untuk Dewa Matahari, kuil ini menunjukkan keunggulan seni dan pengetahuan India kuno. Meski sebagian runtuh, kemegahannya tetap terasa.

Sembilan Hari Kebersamaan

Sembilan hari memang singkat, tetapi cukup untuk membuat wajah-wajah asing menjadi akrab. Bergerak bersama dari kota ke kota, kuil ke museum, bandara ke penginapan, para peserta perlahan memahami ritme satu sama lain. Dari perkenalan formal, tumbuh kebersamaan lewat makan bersama, kelelahan yang sama, dan momen-momen hening yang dibagi bersama.

Khim dari Thailand menggambarkan perjalanan ini sebagai pengalaman yang personal dan penuh energi positif. Bukan hanya tempat-tempat yang ia kunjungi, tetapi juga orang-orang yang ia temui membuat setiap hari terasa bermakna.

Jerry Cho dari Korea Selatan melihat perjalanan ini sebagai kesempatan langka untuk menyaksikan masa lalu, masa kini, dan masa depan India dalam satu rangkaian. Keberagaman agama yang hidup berdampingan membuat India terasa lebih dekat dan tidak lagi abstrak.

Afiq Rahim dari Malaysia merasakan bahwa kunjungan ini jauh melampaui tur pengenalan biasa. Interaksi dengan komunitas lokal dan sistem kepercayaan yang berbeda memberinya pemahaman baru tentang bagaimana India menjaga warisan kuno sambil terus bergerak maju.

Bagi Bulga dari Mongolia, perjalanan ini memiliki makna emosional yang mendalam. Ini adalah pengalaman terbang dan bepergian ke luar negeri pertamanya. Sebagai jurnalis, ia melihat India melampaui judul berita. Momen di Gurudwara Bangla Sahib, dengan pesan sederhana tentang kesederhanaan hidup, menjadi kenangan yang terus melekat.

Dari Indonesia, Pandhu mengenang perjalanan ini dengan rasa syukur. Persahabatan yang terjalin dan kesempatan melihat lapisan-lapisan kuno India dari dekat menjadi pengalaman berharga. Momen favoritnya ada di Nalanda, saat masa lalu dan masa kini berdiri berdampingan, mencerminkan esensi India itu sendiri.

Selama sembilan hari, perbedaan kebangsaan dan profesi perlahan memudar. Yang tersisa adalah pengalaman bersama: menunggu penerbangan, berjalan di bawah matahari yang sama, duduk bersila bersama, dan berdiri hening di tempat-tempat di mana sejarah dan keyakinan bertemu.

Ketika perjalanan berakhir dan setiap orang kembali ke negaranya masing-masing, itinerary memang selesai. Namun kebersamaan itu tidak. Ia berlanjut dalam ingatan, percakapan, dan cerita yang akan terus dibagikan. Melalui suara-suara inilah, India hadir bukan sebagai satu narasi tunggal, melainkan sebagai pengalaman hidup yang dibentuk oleh perjumpaan.

Pada akhirnya, perjalanan familiarisasi ini tidak mengajak peserta mengagumi India dari kejauhan. Ia mengundang mereka berjalan bersama, cukup lama untuk menumbuhkan pemahaman, secara pelan dan kolektif.

Krakatau Steel Siap Penuhi Lonjakan Permintaan Menuju Indonesia Emas 2045

0

Jakarta , 5 Januari 2026 – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menyambut proyeksi lonjakan konsumsi baja nasional yang akan didorong oleh implementasi Proyek Strategis Nasional (PSN) periode 2025–2029. Dengan kata lain, PSN dipandang sebagai katalis terkuat bagi kebangkitan industri baja. Proyeksi tersebut disampaikan oleh Pengamat Industri Baja dan Pertambangan, Widodo Setiadharmaji, berdasarkan kajian material flow terhadap struktur PSN terbaru.

Widodo menegaskan
bahwa PSN bukan hanya program pembangunan fisik, tetapi fondasi percepatan
industrialisasi yang akan menempatkan baja sebagai komponen paling strategis
dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

“PSN
2025–2029 tidak sekadar membangun proyek publik, tetapi membuka struktur
permintaan baja baru yang berasal dari tumbuhnya kawasan industri, logistik,
manufaktur, dan hilirisasi. Ketika infrastruktur publik terhubung dengan
kawasan industri, multiplier konsumsi baja akan bergerak bertahap menuju level
negara industri,” ujar Widodo Setiadharmaji.

PSN Sebagai Fondasi Pertumbuhan Permintaan
Baja Nasional

Kenaikan
konsumsi baja nasional dari 15,1 juta ton (2018) menjadi 17,6 juta ton (2023)
menunjukkan tren pertumbuhan jangka panjang yang stabil. Dengan proyeksi
mencapai 19,6 juta ton pada 2025, kebutuhan baja yang terus meningkat ini akan
diperkuat oleh PSN 2025–2029 yang mencakup tujuh kelompok strategis di
antaranya sektor pangan, air, energi, hilirisasi, transformasi digital,
pembangunan manusia, kawasan industri, dan konektivitas.

Dari
seluruh PSN, kebutuhan baja terbesar berasal dari pembangunan kawasan industri
& KEK (12,4 juta ton) serta proyek konektivitas—jalan, rel, pelabuhan,
bandara, dan utilitas kawasan (8,9 juta ton). Kedua kategori ini merupakan
fondasi ekspansi sektor manufaktur dan logistik nasional.

PSN
berfungsi sebagai public investment
trigger
, yakni investasi publik yang memicu peningkatan investasi swasta
dalam skala besar. Multiplier
effect
ini akan
mendorong permintaan baja dalam berbagai sektor seperti perumahan modern,
pabrik, pusat logistik, data center, dan industri berat.

Indonesia Menuju Konsumsi Baja
100 Juta Ton

Kajian
Widodo Setiadharmaji memproyeksikan bahwa konsumsi baja Indonesia akan tumbuh
bertahap sebagai berikut ini:

2026–2029:
naik dari 23 juta ton menjadi 32 juta ton

2030–2034:
rata-rata 36 juta ton per tahun

2035–2039:
rata-rata 59,5 juta ton per tahun

2040–2045:
berpotensi menembus 100 juta ton per tahun

Menyikapi hal tersebut, PT Krakatau Steel (Persero)
Tbk / Krakatau Steel Group (IDX: KRAS) sebagai BUMN strategis dan produsen baja terintegrasi
menegaskan kesiapan penuh dalam mendukung pelaksanaan PSN tersebut.
Dengan proyeksi tersebut, Krakatau
Steel menyatakan komitmennya
sebagai
tulang punggung pemenuhan baja nasional.

“PSN
2025–2029 merupakan momentum untuk memperkuat daya saing industri baja
Indonesia dan memastikan kedaulatan industri dalam negeri. Kami siap
bertransformasi dan memperluas kapasitas agar Indonesia tidak lagi bergantung
pada baja impor,” ujar Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar
Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesian Iron & Steel
Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Krakatau
Steel memandang tren ini sebagai peluang strategis untuk memperkuat kapasitas produksi
nasional dan untuk menekan
impor. Melalui proyeksi tersebut, Krakatau Steel
memastikan
kebutuhan baja PSN, hilirisasi, dan ekspansi kawasan industri dapat dipenuhi
melalui standar kualitas tinggi dan kemampuan produksi yang terintegrasi.

Mewujudkan Kemandirian Industri
Baja Nasional

Agenda
pembangunan nasional tertuang dalam
Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden RI, Prabowo Subianto.
Hal ini meliputi penguatan
industrialisasi, efisiensi logistik, dan integrasi kawasan sebagai prioritas
utama untuk memperkuat fondasi ekonomi Indonesia.

Dalam
kerangka ini, industri baja memiliki peran penting sebagai material dasar bagi
seluruh rantai pembangunan, mulai dari infrastruktur, industri manufaktur,
energi, hingga hilirisasi mineral. Konektivitas yang semakin baik dan kawasan
industri yang semakin terintegrasi akan menciptakan permintaan baja yang lebih
besar dan lebih stabil, sekaligus membuka ruang bagi Indonesia untuk memperkuat
kemandirian industri.

Sejalan
dengan arah tersebut, Krakatau Steel berperan sebagai aktor strategis dalam
memastikan ketersediaan baja nasional yang berkualitas tinggi untuk seluruh
kebutuhan pembangunan. Dengan transformasi yang saat ini tengah dijalankan,
Krakatau Steel berada pada posisi yang tepat untuk mendukung implementasi Asta
Cita, mulai dari penyediaan baja bagi PSN hingga peningkatan kapasitas pasokan
untuk sektor hilirisasi dan manufaktur.

Di
tengah agenda besar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, Krakatau Steel akan terus
memperkuat kontribusinya sebagai tulang punggung kedaulatan industri dan
katalis bagi percepatan pertumbuhan ekonomi berbasis industri. Hal ini sejalan
dengan ASTA CITA Presiden Prabowo Subianto demi kemakmuran rakyat Indonesia. Dan keberhasilan tersebut tak lepas dengan dukungan
Danantara ke depannya.

KAI Daop 1 Jakarta Layani 1,61 Juta Penumpang Selama Angkutan Nataru 2025/2026

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta mencatat telah melayani 1.613.370 penumpang selama masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Jumlah tersebut merupakan akumulasi penumpang berangkat dan datang baik Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) maupun KA Lokal.

Manager Humas Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo menyampaikan dari total tersebut, jumlah penumpang berangkat tercatat sebanyak 812.789 penumpang, terdiri atas 704.233 penumpang KA Jarak Jauh dan 108.566 penumpang KA Lokal. Sementara itu, jumlah penumpang datang mencapai 800.581 penumpang, dengan rincian 694.262 penumpang KA Jarak Jauh dan 106.319 penumpang KA Lokal.

Franoto menjambahkan, jumlah penumpang kereta api jarak jauh yang berangkat pada masa Angkutan Nataru 2025/2026 tercatat meningkat sekitar 10 persen dibandingkan realisasi Angkutan Nataru 2024/2025 yang mencapai 736.363 penumpang.

Peningkatan serupa juga terjadi pada layanan kereta api lokal, dengan jumlah penumpang berangkat naik sekitar 10 persen dibandingkan periode Nataru 2024/2025 yang tercatat sebanyak 95.483 penumpang.

Sementara itu, tingkat keterisian tempat duduk (okupansi) selama masa Angkutan Nataru secara keseluruhan mencapai 90 persen dari total kapasitas yang disediakan.

Puncak keberangkatan tertinggi terjadi pada 24 Desember 2025 dengan 46.907 penumpang, sedangkan puncak kedatangan tertinggi tercatat pada 4 Januari 2026 dengan 47.695 penumpang. Pada tanggal 4 Januari 2026, tingkat kepadatan tertinggi akumulasi penumpang berangkat dan datang mencapai 87.137 penumpang.

Selama masa Angkutan Nataru, KAI Daop 1 Jakarta mengoperasikan 1.732 perjalanan kereta api, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya.

Khusus pada 4 Januari 2026, jumlah penumpang KA Jarak Jauh dan KA Lokal yang berangkat dari wilayah Daop 1 Jakarta tercatat sebanyak 46.041 penumpang, sementara penumpang datang mencapai 54.251 penumpang. Untuk KA Jarak Jauh saja, jumlah penumpang berangkat mencapai 39.442 penumpang dan penumpang datang 47.695 penumpang.

Beberapa stasiun dengan volume penumpang tertinggi pada hari 4 Januari antara lain Pasar Senen (naik 14.981, turun 14.996 penumpang), Gambir (naik 11.032, turun 15.438 penumpang), Bekasi (naik 6.922, turun 6.611 penumpang), dan Jatinegara (naik 2.537, turun 4.977 penumpang).

Secara kumulatif selama masa Nataru 18 Desember 2025-4 Januari 2026, tiga stasiun dengan volume penumpang KA Jarak Jauh tertinggi adalah Pasar Senen dengan 272.321 penumpang naik dan 244.008 penumpang turun, Gambir dengan 222.470 penumpang naik dan 210.972 penumpang turun, serta Bekasi dengan 101.836 penumpang naik dan 102.483 penumpang turun.

Untuk layanan KA Lokal Pangrango dan Siliwangi, pada 4 Januari 2026 tercatat 6.599 penumpang naik dan 6.556 penumpang turun. Secara kumulatif selama periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KA Lokal melayani 108.566 penumpang naik dan 106.319 penumpang turun, dengan tiga stasiun tersibuk yakni Sukabumi, Bogor Paledang, dan Cibadak.

Selain itu, program diskon tarif juga mendapat respons positif dari masyarakat. Di wilayah Daop 1 Jakarta, tiket dengan Diskon Transportasi 30 persen terjual sebanyak 364 ribu tiket, sementara tiket program YES DEAL dengan diskon 25 persen terjual sebanyak 19 ribu tiket.

Manajemen KAI Daop 1 Jakarta menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru menggunakan kereta api. Penyelenggaraan Angkutan Nataru 2025/2026 berjalan lancar, aman, dan selamat tanpa kendala berarti.

Keberhasilan ini juga tidak terlepas dari dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan, antara lain TNI, Polri, Kementerian Perhubungan, BTP Jakarta, BMKG, Pramuka, komunitas pencinta kereta api, instansi pemerintah terkait, serta rekan-rekan media yang senantiasa memberikan dukungan dan kerja sama yang baik.

Humas KAI Daop 1 Jakarta

KAI Tegaskan Disiplin Berlalu Lintas di Perlintasan Sebidang, Kecelakaan di JPL 35 Kedunggalar Jadi Pengingat Keselamatan Bersama

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali mengimbau seluruh pengguna jalan raya untuk selalu disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas, khususnya saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Imbauan ini disampaikan menyusul kejadian tertempernya pintu perlintasan JPL 35 di emplasemen Stasiun Kedunggalar oleh sebuah kendaraan roda empat pada Senin (5/1).

MADIUN, 5 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali mengimbau seluruh pengguna jalan raya untuk selalu disiplin dan mematuhi aturan lalu lintas, khususnya saat melintas di perlintasan sebidang kereta api. Imbauan ini disampaikan menyusul kejadian tertempernya pintu perlintasan JPL 35 di emplasemen Stasiun Kedunggalar oleh sebuah kendaraan roda empat pada Senin (5/1).

Peristiwa tersebut terjadi pada pukul 09.26 WIB di KM 200+703 emplasemen Stasiun Kedunggalar, saat petugas tengah melayani perjalanan KA Sancaka (PLB 83B). Pintu perlintasan dalam kondisi tertutup dan terlayani, namun sebuah mobil Daihatsu Taruna dengan Nomor Polisi: AE 1658 RO dari arah utara tetap melintas dan menabrak barrier pintu perlintasan nomor 1 hingga patah, menyebabkan kendaraan terguling di badan jalan.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa meskipun terjadi insiden, jalur kereta api hulu dan hilir dinyatakan aman dan tidak terdapat perjalanan KA yang terganggu. Penanganan kejadian dilakukan cepat melalui koordinasi lintas unit KAI serta aparat kepolisian setempat.

Tindak Lanjut yang Dilakukan

Koordinasi dengan Kepala Stasiun Kedunggalar

Koordinasi dengan Unit Pengamanan (PAM)

Koordinasi dengan Unit Sintelis 7.1 Ngawi untuk perbaikan pintu perlintasan

Jalur KA dinyatakan aman oleh KAREST JR 7.9 Ngawi

Penanganan kecelakaan lalu lintas oleh Polsek Kedunggalar

Penegasan Aturan dan Dasar Hukum

KAI menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama dan telah diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan:

Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian:

Pasal 92 ayat (1): Perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan dibuat untuk kepentingan umum dengan mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api.

Pasal 124: Pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Pasal 181 ayat (1): Setiap orang dilarang berada di ruang manfaat jalur kereta api, ruang milik jalur kereta api, dan ruang pengawasan jalur kereta api tanpa izin.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan:

Pasal 114: Pada perlintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi wajib berhenti ketika sinyal berbunyi, palang pintu kereta api mulai ditutup, dan/atau ada isyarat lain.

Pasal 296: Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dan tidak mematuhi ketentuan berhenti di perlintasan sebidang dipidana dengan kurungan paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp750.000.

“Kereta api tidak dapat berhenti mendadak. Oleh karena itu, kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu, sinyal, dan palang pintu perlintasan adalah kunci utama keselamatan. Setiap pelanggaran berpotensi membahayakan nyawa, baik pengguna jalan maupun perjalanan kereta api,” tegas Tohari.

KAI Daop 7 Madiun mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada, disiplin, dan patuh hukum, demi mewujudkan keselamatan bersama di perlintasan sebidang kereta api.

Tembus 183 Ribu Penumpang, KAI Divre I Sumut Tutup Masa Angkutan Nataru 2025/2026 dengan Tren Positif

0

PT Kereta Api Indonesia
(Persero) Divisi Regional I Sumatera Utara resmi mengakhiri masa Angkutan Natal
dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 dengan pencapaian yang melampaui ekspektasi.
Tercatat sebanyak 183.916 pelanggan telah memanfaatkan layanan kereta api
selama 18 hari masa angkutan yang dimulai sejak 18 Desember 2025 hingga 4
Januari 2026. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 11% dibandingkan periode
yang sama pada tahun sebelumnya yang melayani 165.083 pelanggan.

 

Plt. Manager Humas KAI Divre
I Sumatera Utara, Anwar Yuli Prastyo, menyampaikan bahwa performa gemilang ini
menjadi catatan penting mengingat kondisi cuaca yang menantang di wilayah
Sumatera Utara belakangan ini.

 

“Meskipun selama
angkutan Nataru 2025/2026 di Sumatera Utara masih dalam kondisi tanggap darurat
bencana, namun tidak menyurutkan minat masyarakat untuk bepergian, baik untuk
mengunjungi sanak keluarga saat perayaan Natal maupun berlibur pada perayaan
tahun baru,” jelas Anwar.

 

Tingginya antusiasme
masyarakat terlihat dari rata-rata volume penumpang yang mencapai 10 ribu orang
per hari. Puncak kepadatan terjadi pada hari terakhir libur tahun baru, Minggu
(4/1), di mana KAI Divre I Sumut melayani 12.302 pelanggan dalam satu hari.
Jumlah tersebut meningkat 10% dibanding puncak kepadatan tahun lalu yang
mencatat 11.171 pelanggan. Konsistensi peningkatan ini merupakan bukti nyata
bahwa kepercayaan publik terhadap transportasi kereta api sebagai moda utama
terus menguat.

 

Dua armada menjadi favorit
utama masyarakat dalam bermobilitas selama libur panjang ini. KA Putri Deli
tercatat melayani 79.572 pelanggan, melonjak 20% dibandingkan periode tahun
lalu. Sementara itu, KA Siantar Ekspres mencatatkan pertumbuhan paling signifikan
sebesar 30% dengan total mengangkut 37.635 pelanggan.

 

Keberhasilan masa angkutan
Nataru kali ini juga didukung oleh aspek operasional yang sangat prima, di mana
tingkat ketepatan waktu (on time performance) keberangkatan dan kedatangan
berhasil mencapai angka sempurna, yakni 100%. Anwar menegaskan bahwa kelancaran
operasional tanpa gangguan berarti ini tidak terlepas dari dukungan solid
berbagai pihak, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga pemerintah kewilayahan.

 

“KAI mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak, terutama para pelanggan yang sudah mempercayakan perjalanannya selama
Nataru dengan kereta api. Kepercayaan ini akan terus kami jaga dengan
memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu,” tutup
Anwar.

Tegaskan Peran Transportasi Perkotaan, KAI Catat Kenaikan 10% Pengguna LRT Jabodebek

0

LRT Jabodebek mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna selama Nataru 2025/2026, dengan 5 stasiun paling favorit yaitu Dukuh Atas, Harjamukti, Cikoko, Kuningan, dan Bekasi Barat

Bekasi, 5 Januari 2025 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna LRT Jabodebek selama Masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) yang dilaksanakan selama 18 hari, mulai 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026. Pada periode tersebut, LRT Jabodebek melayani 1.321.733 pengguna, meningkat dibandingkan Nataru 2024/2025 yang tercatat 1.198.315 pengguna, atau tumbuh 10 persen.

Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, mengatakan bahwa capaian ini menegaskan peran LRT Jabodebek sebagai moda transportasi perkotaan yang tidak hanya berfungsi pada hari kerja, tetapi juga menjadi pilihan utama masyarakat pada masa libur panjang. Selama periode Nataru, layanan ini dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan perjalanan, termasuk menuju destinasi wisata, aktivitas keluarga, hingga akses ke pusat-pusat kegiatan perkotaan.

“Selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, pengguna LRT Jabodebek semakin merasakan manfaatnya. Integrasi antarmoda dan kemudahan akses ke berbagai pusat aktivitas membuat LRT Jabodebek menjadi solusi mobilitas perkotaan yang praktis, aman, dan terjadwal,” ujarnya.

Berikut adalah 5 stasiun LRT Jabodebek paling favorit selama Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau 18 Desember 2025 – 4 Januari 2026 :

1. Stasiun Dukuh Atas 443.925 pengguna,

2. Harjamukti 305.962 pengguna,

3. Cikoko 223.881 pengguna,

4. Kuningan 190.401 pengguna, dan

5. Bekasi Barat 181.509 pengguna.

“Tingginya pergerakan di stasiun tersebut berkaitan dengan lokasinya yang melayani kawasan dengan aktivitas perjalanan yang beragam serta keterhubungannya dengan perjalanan lanjutan di wilayah Jabodebek,” ungkapnya.

Salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek adalah keunggulan integrasi antarmoda. Jaringan LRT Jabodebek terhubung dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya. Konektivitas ini memudahkan masyarakat berpindah antarmoda secara efisien dan menjangkau kawasan hunian dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan, kawasan perkantoran, serta area komersial dan ruang publik.

Kehadiran LRT Jabodebek turut membantu masyarakat dalam mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, khususnya pada periode libur dengan tingkat pergerakan yang tinggi.

“Dengan layanan yang terintegrasi dan berkelanjutan, LRT Jabodebek berkontribusi mendukung mobilitas perkotaan yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan,” tutup Radhitya.

KAI Divre III Palembang Angkut 67.763 Penumpang, Naik 14 Persen Selama Libur Nataru 2025/2026

0

Palembang, 5 Januari 2026 — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre III Palembang resmi menutup Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 setelah beroperasi selama 18 hari. Selama periode tersebut, KAI Divre III Palembang mencatat kinerja positif dengan mengangkut sebanyak 67.763 penumpang kereta api jarak jauh, atau meningkat 14 persen dibandingkan periode Nataru tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 59.244 penumpang.

Manager Humas PT KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menyampaikan bahwa peningkatan jumlah penumpang tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi andalan selama masa libur panjang akhir tahun.

“Selama 18 hari pelaksanaan Angkutan Nataru 2025/2026, KAI Divre III Palembang melayani 67.763 penumpang kereta api jarak jauh. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, sekaligus menjadi indikator bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat karena aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Aida Suryanti.

Berdasarkan data operasional, puncak arus balik terjadi pada 4 Januari 2026 dengan jumlah penumpang mencapai 4.131 orang, atau hampir 139 persen dari kapasitas harian yang disediakan sebanyak 2.980 tempat duduk, bersamaan dengan berakhirnya masa liburan Natal Tahun Baru 2025/2026.

Arus balik terpadat berikutnya tercatat pada 2 Januari 2026 dengan 3.893 penumpang, dan 1 Januari 2026 sebanyak 3.871 penumpang. Pada hari-hari tersebut, KAI memastikan seluruh layanan berjalan dengan aman dan lancar melalui pengaturan operasional yang cermat serta kesiapan petugas di lapangan.

Dari sisi stasiun keberangkatan dan kedatangan selama 18 hari masa posko Nataru, Stasiun Kertapati tercatat sebagai stasiun terpadat selama masa Angkutan Nataru dengan melayani 31.994 penumpang. Disusul Stasiun Lubuklinggau sebanyak 15.782 penumpang, dan Stasiun Lahat sebanyak 6.562 penumpang.

Aida menambahkan bahwa tingginya mobilitas di ketiga stasiun tersebut telah diantisipasi dengan penguatan layanan, baik dari sisi sumber daya manusia, pengaturan alur penumpang, hingga kesiapan fasilitas pelayanan.

Sedangkan dari sisi ketepatan waktu, KAI Divre III Palembang mencatat kinerja ketepatan waktu (On Time Performance/OTP) yang sangat baik. Untuk keberangkatan, OTP mencapai 100 persen, sementara untuk kedatangan mencapai 95 persen.

“Capaian OTP ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan KAI, mulai dari petugas operasional, awak sarana, hingga petugas pelayanan yang senantiasa berkomitmen menjaga keandalan perjalanan kereta api, khususnya pada periode dengan tingkat mobilitas tinggi seperti Nataru,” jelas Aida Suryanti.

KAI Divre III Palembang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mempercayakan perjalanan libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026 menggunakan moda transportasi kereta api. Dukungan dan kedisiplinan pelanggan selama masa Angkutan Nataru turut berperan dalam terciptanya perjalanan yang aman, nyaman, dan tertib. Selain itu Kami juga menyampaikan terima kasih atas dukungan para stakeholder, Pemda,TNI,Polri, Dishub yang dilalui perjalanan kereta api, komunitas pencinta kereta api dan teman-teman media yang ikut menjadi bagian penting dalam masa angkutan Posko Nataru ini, ungkap Aida.

“KAI akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan, baik dari aspek keselamatan, kenyamanan, maupun pelayanan, guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mendatang,” ucap Aida mengakhiri.

Prospek Harga Emas Masih Konstruktif di Tengah Dinamika Global

0

Harga Emas (XAU/USD) global kembali menunjukkan kecenderungan menguat pada perdagangan hari ini, seiring meningkatnya ketegangan geopolitik dan membaiknya sentimen teknikal di pasar. Emas saat ini berada dalam fase penguatan lanjutan, setelah berhasil bangkit dari tekanan koreksi yang terjadi pada awal pekan lalu.

Pada sesi perdagangan akhir pekan, emas mencatat kenaikan signifikan di tengah kondisi pasar yang relatif sepi akibat libur Tahun Baru di Jepang dan Tiongkok. Logam mulia tersebut menguat sekitar 1,75 persen dan bergerak mendekati area $4.400, setelah sebelumnya sempat turun hingga ke kisaran $4.274. Kenaikan ini mencerminkan kembalinya minat beli investor, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan akan aset lindung nilai.

Berdasarkan analisa Dupoin Futures yang disampaikan oleh Andy Nugraha, struktur pergerakan harga saat ini menunjukkan sinyal yang semakin konstruktif. Pola candlestick yang terbentuk, dikombinasikan dengan arah indikator Moving Average, mengindikasikan bahwa tren bullish XAU/USD mulai menguat kembali.

Kondisi ini membuka peluang bagi harga Emas untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Andy juga memproyeksikan bahwa selama tekanan beli masih terjaga, emas berpotensi bergerak naik menuju area $4.466. Namun, jika momentum penguatan gagal dipertahankan dan terjadi koreksi, maka area $4.355 diperkirakan menjadi zona penurunan terdekat yang perlu dicermati pelaku pasar.

Dukungan fundamental terhadap Emas juga semakin kuat seiring memburuknya situasi geopolitik global. Harga Emas tercatat bergerak naik hingga ke sekitar $4.370 pada awal sesi Asia hari Senin, didorong oleh meningkatnya ketidakpastian setelah Amerika Serikat melakukan penangkapan terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Langkah tersebut, yang dilaporkan dilakukan tanpa persetujuan Kongres, memicu kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Amerika Latin.

Pernyataan keras dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump, termasuk rencana untuk meningkatkan tekanan terhadap Venezuela, turut memperburuk sentimen risiko global. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio bahkan menyatakan bahwa Washington akan memanfaatkan pengaruhnya terhadap sektor minyak Venezuela untuk memaksa perubahan politik lebih lanjut. Situasi ini meningkatkan kekhawatiran investor terhadap stabilitas kawasan dan mendorong aliran dana ke aset safe-haven seperti Emas.

Selain faktor geopolitik, arah kebijakan moneter Amerika Serikat tetap menjadi perhatian utama pasar. Risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) terbaru menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang penurunan suku bunga, seiring dengan tren inflasi yang terus melandai. Meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai waktu dan besaran pemangkasan suku bunga, ekspektasi pelonggaran kebijakan ini tetap menjadi faktor pendukung bagi harga Emas, mengingat suku bunga yang lebih rendah akan menurunkan biaya peluang memegang logam mulia.

Fokus pasar akan tertuju pada rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat, khususnya laporan Nonfarm Payrolls. Data yang lebih kuat dari perkiraan berpotensi mendorong penguatan Dolar AS dan memberikan tekanan jangka pendek pada Emas. Namun secara keseluruhan, kombinasi ketegangan geopolitik yang meningkat, ekspektasi kebijakan moneter yang lebih akomodatif, serta penguatan sinyal teknikal dinilai masih menjaga prospek positif XAU/USD dalam waktu dekat.

Pos Kesehatan Stasiun Penumpang, KAI Divre III Pastikan Layanan Kesehatan Pelanggan dan Petugas Tetap Optimal

0

Palembang, 5 Januari 2026 – Dalam rangka memastikan keselamatan dan kenyamanan perjalanan pelanggan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang memperkuat layanan kesehatan dengan menyiapkan Pos Pemeriksaan Kesehatan Stasiun KA Penumpang (Poskesrikkes) yang siaga pada jam operasional KA Penumpang yang beroperasi di Divre III Palembang.

Manager Humas Divre III Palembang, Aida Suryanti menyampaikan bahwa penguatan layanan Poskes ini merupakan bagian dari komitmen KAI dalam memberikan perlindungan kesehatan terbaik bagi pelanggan maupun petugas selama berada di area stasiun.

“Setiap situasi medis yang muncul di lingkungan stasiun harus dapat direspon secara cepat dan tepat. Kehadiran tenaga kesehatan profesional di Poskesrikkes menjadi jaminan bahwa aspek keselamatan, kenyamanan dan kesehatan pelanggan menjadi prioritas utama kami,” ujar Aida Suryanti.

Fasilitas dan Layanan Pos Kesehatan

Poskesrikkes berfungsi sebagai garda terdepan dalam memberikan penanganan medis awal, dengan layanan meliputi:

* Pertolongan Pertama (P3K): Penanganan cedera ringan pada pelanggan maupun petugas

* Konsultasi Kesehatan: Menangani keluhan pusing, mual, hingga gangguan pencernaan ringan

* Pemeriksaan Dasar: Pengukuran tekanan darah, suhu tubuh, dan pemeriksaan fisik singkat

* Rujukan Medis: Menghubungkan ke rumah sakit/klinik terdekat untuk penanganan lebih lanjut

* Peralatan Medis Pendukung: Tandu, kursi roda, serta obat-obatan dasar

Layanan Poskesrikkes ini beroperasi di empat lokasi strategis yang mencakup seluruh lintas pelayanan Divre III Palembang, yaitu:

1. Poskesrikkes Stasiun Kertapati

2. Poskesrikkes Stasiun Prabumulih

3. Poskesrikkes Stasiun Lahat

4. Poskesrikkes Stasiun Lubuk Linggau

Tercatat pada pelaksanaan Posko Nataru 2025/2026 tanggal 18 hingga 31 Desember 2025, terdapat 5 pelanggan yang melakukan pemeriksaan di Poskesrikkes Stasiun Kertapati dengan keluhan sakit ringan seperti sakit kepala, sakit perut, dan demam.

Kolaborasi dengan Fasilitas Medis Terdekat

Aida Suryanti menambahkan, KAI Divre III Palembang juga menjalankan koordinasi dengan sejumlah rumah sakit dan klinik provider terdekat dengan stasiun. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif apabila diperlukan rujukan medis lanjutan akibat kondisi darurat atau penyakit yang membutuhkan penanganan lebih intensif.

“Kami berharap kehadiran Pos Kesehatan 24 jam ini dapat memberikan ketenangan dan keyakinan bagi seluruh pelanggan, terutama di masa angkutan Nataru saat okupansi penumpang cukup tinggi. KAI Divre III Palembang akan terus meningkatkan kualitas pelayanan agar setiap perjalanan pelanggan berlangsung lebih aman, nyaman, dan terlindungi,” ucap Aida Suryanti mengakhiri.