Sistem Pintu Sliding Tingkatkan Efisiensi Operasional Gudang dan Area Industri

waktu baca 2 menit
Jumat, 2 Okt 2026 11:02 1 Redaksi

Dalam fasilitas gudang dan area industri, sistem pintu perlu disesuaikan dengan karakteristik bukaan dan kebutuhan operasional di lapangan. Terlebih pada bukaan berukuran besar, pemilihan sistem sliding perlu mempertimbangkan dimensi serta beban pintu agar pengoperasiannya dapat berjalan secara optimal.

Kebutuhan tersebut menjadi pertimbangan PT Roda Bangun Mandiri (RBM) dalam menangani proyek di Cikupa. Pada proyek tersebut, RBM menerapkan sistem pintu yang disesuaikan dengan karakteristik bukaan dan kebutuhan operasional fasilitas.

Proyek ini menggunakan single door berukuran L8.000 x T4.000 mm. Dengan dimensi bukaan yang besar, sistem pintu membutuhkan perangkat sliding dengan kapasitas beban yang sesuai. Untuk kebutuhan tersebut, RBM menggunakan Henderson Straight Sliding 307, yang memiliki kapasitas hingga 2.000 kg per daun pintu.

Menurut Bernardus Rizky, COO RBM, pemilihan sistem pada proyek tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik pintu, bukan hanya jenis sistem yang digunakan.

“Pada bukaan dengan dimensi dan beban yang besar, pemilihan sistem sliding perlu disesuaikan dengan kebutuhan teknis pintunya. Dalam proyek Cikupa, kami mempertimbangkan dimensi bukaan serta beban pintu sebelum menentukan sistem yang digunakan agar pengoperasiannya dapat berjalan secara optimal,” ujar Bernardus.

Penggunaan Henderson Straight Sliding 307 pada proyek Cikupa menunjukkan bagaimana pemilihan sistem pintu dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik sebuah fasilitas. Kapasitas hingga 2.000 kg per daun pintu memberikan kemampuan untuk menangani beban pintu sesuai dengan kebutuhan proyek tersebut.

Bagi fasilitas dengan aktivitas operasional yang membutuhkan akses melalui bukaan berukuran besar, kesesuaian antara dimensi pintu, beban, dan kapasitas sistem menjadi salah satu aspek penting dalam perencanaan. Sistem sliding juga memungkinkan daun pintu bergerak secara horizontal, sehingga tidak membutuhkan ruang ayun seperti pada sistem pintu yang membuka ke dalam atau ke luar.

Bernardus menambahkan bahwa proses tersebut menjadi bagian penting dari pendekatan RBM dalam menangani kebutuhan proyek.

“Setiap proyek memiliki karakteristik yang berbeda. Karena itu, kami melihat kebutuhan teknis dan operasionalnya terlebih dahulu sebelum menentukan sistem yang sesuai. Tujuannya bukan sekadar memasang pintu, tetapi memastikan sistem yang dipilih mampu bekerja sesuai dengan kebutuhan fasilitas,” katanya.

Pengalaman pada proyek Cikupa menjadi salah satu contoh penerapan pendekatan berbasis use case, di mana solusi sistem pintu ditentukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan. Pendekatan tersebut memungkinkan spesifikasi sistem diselaraskan dengan dimensi, beban, serta kebutuhan penggunaan pintu.

Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di bidang solusi sistem pintu, RBM terus mengembangkan pendekatan yang berorientasi pada kebutuhan proyek. Bagi perusahaan, sistem pintu merupakan bagian dari fasilitas yang perlu dirancang berdasarkan fungsi dan kebutuhan operasional, bukan sekadar menjadi komponen pelengkap bangunan.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LAINNYA