Bukan Sekadar Bisa Pakai AI, Polresta Cilacap Bekali Pelajar SMAN 1 Kroya Agar Tak Mudah Terjebak Hoaks

waktu baca 3 menit
Jumat, 11 Sep 2026 15:02 1 Redaksi

Cilacap, 11
September 2026
– Perkembangan Artificial
Intelligence
(AI) yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari membuat
kemampuan menggunakan teknologi perlu diimbangi dengan pemahaman dan sikap
kritis. Melihat hal tersebut, Polresta Cilacap mengambil langkah nyata dengan
membekali pelajar SMA Negeri 1 Kroya dengan pemahaman mengenai AI, mulai dari
manfaat dan risikonya hingga cara mengenali informasi palsu dan hoaks di
ruang digital, Kamis (10/9/2026).

Melalui kegiatan sosialisasi yang dimulai pukul 07.30 WIB
tersebut, para siswa tidak hanya diperkenalkan pada perkembangan AI, tetapi
juga diajak memahami bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara positif dan
bertanggung jawab. Edukasi ini menjadi bagian dari kepedulian Polresta Cilacap
untuk mendorong generasi muda agar tidak sekadar cepat menerima informasi,
tetapi mampu berpikir kritis sebelum mempercayai, menggunakan, maupun
menyebarkannya.

Kapolresta Cilacap Kombes Pol.
Yovan Fatika Handhiska Aprilaya, S.I.K., M.H.,
mengatakan
perkembangan teknologi perlu diikuti dengan kemampuan generasi muda dalam
menggunakannya secara bijak. “AI bisa menjadi sarana yang sangat membantu untuk
belajar dan mencari informasi. Namun, jangan sampai kemudahan teknologi membuat
kita lupa untuk berpikir kritis. Pastikan informasi yang diterima benar sebelum
dipercaya atau dibagikan.”

Pesan tersebut sejalan dengan upaya membangun kebiasaan
positif di kalangan siswa dalam menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari.
Kabag SDM Polresta Cilacap Kompol Huda Syafi’i, S.IP., M.M.
, mengatakan
edukasi tersebut diharapkan dapat membangun kebiasaan positif siswa dalam
menggunakan teknologi di kehidupan sehari-hari. “Kami ingin setelah kegiatan
ini para siswa lebih berhati-hati dalam menggunakan AI, berani mempertanyakan
informasi yang diragukan, dan tidak terburu-buru membagikan sesuatu sebelum
memastikan kebenarannya.”

Antusiasme terlihat dari para siswa selama mengikuti
sosialisasi. Kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai AI, terutama
tentang manfaat dan risiko penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari. Para
pelajar juga diajak memahami bahwa AI dapat membantu proses belajar dan
aktivitas sehari-hari, namun tetap perlu digunakan secara bijak, kritis, dan
bertanggung jawab.

Pengetahuan tersebut kemudian diperkuat melalui materi
sosialisasi yang disampaikan oleh trainer yang telah mendapatkan sertifikasi AI
dari Senopaty Institute. Para pelajar diajak melihat AI bukan sekadar teknologi
yang dapat membantu berbagai aktivitas, tetapi juga sebagai alat yang perlu
digunakan secara tepat serta diimbangi kemampuan untuk memilah informasi yang
benar dan tidak benar di ruang digital.

Upaya memberikan
pemahaman tersebut turut didukung PT Etos Kreatif Indonesia melalui Etawalin
sebagai bagian dari upaya memberikan edukasi kepada generasi muda agar semakin
siap menghadapi perkembangan teknologi. Kolaborasi ini mendorong para pelajar
untuk memanfaatkan AI sebagai sarana belajar, mencari informasi, dan
mengembangkan potensi secara positif, sekaligus membekali mereka dengan
pemahaman mengenai etika, keamanan, dan pentingnya menyaring informasi agar
tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

Direktur HCM & Support Service PT Etos Kreatif
Indonesia, Achmad Subarkah,
mengatakan edukasi
mengenai AI penting diberikan sejak di bangku sekolah agar para pelajar tidak
hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga memahami cara menggunakannya
secara bertanggung jawab. “Kami ingin anak-anak mengenal AI sebagai alat yang
bisa membantu mereka belajar dan berkembang, tetapi tetap punya kemampuan untuk
berpikir kritis dan tidak mudah percaya pada informasi yang mereka temukan.”

Kolaborasi dan edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya
bersama dalam membekali generasi muda menghadapi perkembangan teknologi. Bagi
Polresta Cilacap, menjaga generasi muda di era digital bukan hanya tentang
melindungi mereka dari berbagai risiko di dunia nyata, tetapi juga membekali
mereka agar mampu menjaga diri di ruang digital. Dari ruang kelas SMAN 1 Kroya,
pesan itu ditanamkan, teknologi boleh semakin canggih, tetapi penggunanya harus
tetap kritis, bijak, dan bertanggung jawab.

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

LAINNYA