Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid Tangerangmerdeka.co.id – Komisi II DPRD Kota Tangerang mendorong Pemerintah Kota Tangerang mengevaluasi efektivitas program Job Fair. Dorongan itu muncul di tengah data BPS yang mencatat masih ada 12.675 pengangguran berpendidikan perguruan tinggi di Kota Tangerang pada Sensus Ekonomi 2026.
Anggota Komisi II DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid mengatakan, keberhasilan Job Fair tidak cukup hanya dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia. Menurutnya, indikator utama adalah berapa banyak warga yang benar-benar terserap bekerja.
“Job Fair harus kita ukur dari tingkat serapannya. Bukan hanya berapa lowongan yang dibuka, tetapi berapa warga Kota Tangerang yang benar-benar mendapatkan pekerjaan,” ujar Kemal, Selasa (02/09/2026).
Kemal menilai tingginya antusiasme masyarakat terhadap Job Fair menunjukkan kebutuhan terhadap lapangan pekerjaan masih cukup besar. Kondisi tersebut harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di daerah.
“Artinya, persoalan kita bukan semata-mata menyediakan lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagaimana program pelatihan, peningkatan keterampilan, sampai Job Fair bisa saling terhubung,” katanya.
Lebih lanjut, Kemal menilai keberadaan Job Fair perlu dibarengi dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri. Dengan begitu, pelatihan yang diberikan pemerintah dapat diarahkan pada keterampilan yang memang dibutuhkan pasar kerja.
Pemkot Tangerang sendiri terus memberikan kemudahan akses ketenagakerjaan melalui Job Fair Online. Pada edisi Kemerdekaan Agustus 2026, tercatat tersedia 2.126 lowongan dari 16 perusahaan dengan 69 formasi jabatan.
Meski demikian, Kemal menekankan pentingnya tindak lanjut. “Kami berharap program ketenagakerjaan ini tidak berhenti pada kegiatan Job Fair saja. Harus ada evaluasi secara berkala, termasuk data berapa pelamar yang diterima, berapa yang benar-benar bekerja, serta bidang pekerjaan apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja,” pungkasnya. (red)
Tidak ada komentar