Mustafa Kamaludin Cup Meriahkan HUT Kemerdekaan, Lomba Merpati Jadi Ajang Silaturahmi Warga

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 20:15 1 Redaksi

TangerangMerdeka – Semarak memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 turut diramaikan melalui lomba burung merpati yang digelar di Lapak LBK Banjar Wijaya, Kota Tangerang, Minggu (23/8/2026).

Mengusung tema Mustafa Kamaludin Cup, kegiatan tersebut diikuti para pegiat dan pecinta burung merpati dari wilayah Cipondoh dan sejumlah daerah lainnya di Kota Tangerang. Selain menjadi ajang perlombaan, kegiatan ini juga menjadi ruang silaturahmi bagi masyarakat dari berbagai latar belakang.

Mustafa Kamaludin yang juga merupakan Anggota DPRD Kota Tangerang dari Fraksi Partai Golkar, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sekaligus menyerahkan hadiah kepada para pemenang lomba mulai dari juara pertama hingga juara keempat.

Mustafa mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum positif untuk mempererat hubungan antarsesama pegiat burung merpati sekaligus membangun kebersamaan di tengah masyarakat.

“Alhamdulillah, acara lomba burung merpati dalam rangka HUT Kemerdekaan ini bisa berlangsung. Memang ini menjadi ajang silaturahmi, khususnya bagi para pegiat dan pecinta burung merpati. Antusias masyarakat juga sangat luar biasa,” ujar Mustafa.

Menurutnya, salah satu hal menarik dari komunitas merpati adalah anggotanya berasal dari berbagai kalangan. Karena itu, kegiatan seperti ini dinilai mampu mempertemukan masyarakat sekaligus membuka ruang untuk saling mengenal dan berkolaborasi.

“Tujuannya jelas untuk semakin mengeratkan silaturahmi agar satu sama lain saling mengenal dan bisa berkolaborasi. Saya melihat latar belakang para pegiat ini juga sangat beragam,” katanya.

Selain menjadi ruang rekreasi dan silaturahmi, Mustafa menilai keberadaan kegiatan komunitas juga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Terlebih, kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan pengunjung turut menghidupkan pelaku usaha kecil di sekitar lokasi.

“Alhamdulillah, kebetulan saya di Komisi Kesejahteraan Rakyat. Dengan adanya event seperti ini, ekonomi juga bisa tumbuh karena UMKM ikut hidup. Sebagai anggota DPRD, tentu kami juga melihat apakah masyarakat sudah tersentuh program atau belum. Alhamdulillah sudah, meskipun memang masih perlu terus ditingkatkan,” tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas selama mengikuti perlombaan. Menurutnya, kemenangan bukan menjadi alasan untuk berlebihan, sementara kekalahan juga tidak perlu membuat peserta berkecil hati.

“Harapan saya tidak lain adalah bagaimana kita menjunjung sportivitas. Semoga melalui ajang lomba merpati ini silaturahmi kita semakin erat,” ungkap Mustafa.

Sementara itu, salah satu peserta, Abdul Aziz, mengaku ikut ambil bagian dalam lomba dengan membawa 11 pasang burung merpati. Meski seluruh burung yang dibawanya belum berhasil menjadi juara, ia mengaku tetap menikmati jalannya perlombaan.

“Saya mengikutsertakan 11 pasang burung merpati dalam lomba ini, tetapi ternyata belum berhasil. Yang penting kita tetap ikut meramaikan dan bersilaturahmi,” ujar Abdul.

Ia menjelaskan, lomba merpati kolongan memiliki mekanisme tersendiri. Dua ekor burung akan diterbangkan secara bersamaan dan dinilai berdasarkan burung yang lebih dahulu masuk ke kolongan sebagai tanda kemenangan.

“Burung diterbangkan dua ekor. Siapa yang masuk kolongan lebih dulu, dia yang menang,” jelasnya.

Menurut Abdul, olahraga atau permainan merpati kolongan memiliki cukup banyak peminat di Kota Tangerang. Karena itu, event seperti Mustafa Kamaludin Cup dinilai dapat menjadi wadah untuk menjaga keberadaan komunitas sekaligus memberikan semangat kepada para pegiat.

“Peminatnya cukup banyak. Event seperti ini menjadi penyemangat teman-teman, apalagi meskipun hadiahnya Rp3,5 juta, antusias untuk mendaftar tetap luar biasa,” katanya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar dengan cakupan yang lebih besar. Bahkan, menurutnya, ke depan bisa muncul berbagai event lain yang melibatkan komunitas merpati.

“Mudah-mudahan ke depan event seperti ini bisa terus dilakukan. Mungkin nanti ada Wali Kota Cup, Camat Cup dan lainnya. Yang menang jangan sombong, yang kalah jangan frustrasi,” pungkasnya.

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA